Market Indices

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2013 Capai 6,02%

Oleh Jafei - Rubrik Nasional

07 Mei 2013 06:00:00 WIB

WE.CO.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan PDB (Produk Domestik Bruto) atas dasar harga berlaku  pada Triwulan I tahun 2013 mencapai Rp 2.146,4 triliun sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp 671,3triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 6,02% dibandingkan Triwulan I Tahun 2012 (year on year). Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers, Senin (6/5/2013), di Jakarta.

Suryamin mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,02% didukung oleh hampir semua sektor kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 9,98%. “Namun sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan sebesar 0,43%. Penurunan ini diakibatkan turunnya produksi migas, karena ada beberapa perbaikan sumur minyak di Indonesia”jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2013 mengalami kenaikan 1,41% dibandingkan triwulan IV tahun 2012 (dilihat dari PDB atas dasar harga konstan). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini didukung oleh sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yang mengalami kenaikan 23,06%. “Kenaikan ini dikarenakan mulainya musim panen tanaman padi pada Triwulan I tahun 2013. Ini juga didukung pula oleh kenaikan harga beberapa komoditas perkebunan”ungkapnya.

Menurut Suryamin, Struktur perekonomian Indonesia pada triwulan I tahun 2013 masih didominasi oleh Wilayah Jawa dan Sumatera. Kelompok provinsi di Wilayah Jawa memberikan kontribusi terhadap total PDB sebesar 57,79%. Disusul oleh Wilayah Sumatera sebesar 23,99%, Wilayah Kalimantan sebesar 8,89%, Wilayah Sulawesi sebesar 4,70%. Kemudian wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,49%. “Wilayah Maluku dan Papua masih menjadi kontribusi terkecil terhadap total PDB Indonesia pada triwulan lalu,” pungkasnya.
   
Alnisa Septya Ratu
(nisa@wartaekonomi.com)

 

Foto: Sufri Y.

Penulis: Alnisa Septya Ratu

Recomended Reading

Executive Brief

Petenis Li Na dari Tiongkok mengumumkan absen pada turnamen AS Terbuka bulan depan

Badan Pengusahaan Batam pastikan Pelabuhan Telaga Punggur akan dibangun 3 lantai mulai akhir 2014 dengan anggaran Rp46 miliar

Bank Sulut akan buka layanan hingga kecamatan di Sulut maupun Gorontalo

Kontributor penjualan neto Indoffod Sukses Makmur: grup produk konsumen bermerek (CBP) berkontribusi sebesar 44 persen, Bogasari 24 persen, agrobisnis 17 persen, distribusi 7 persen, budi daya dan pengolahan sayuran 8 persen

Indofood Sukses Makmur: keuntungan grup agrobisnis meningkat tiga kali lipat dikarenakan kenaikan produksi dan harga minyak sawit mentah (CPO)

Indofood Sukses Makmur bukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 34,4 persen menjadi Rp2,29 triliun pada semester pertama 2014

Bank Sulut berikan reward kepada debitur dari PNS

Mahasiswa UNY membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer "Anime Batik"

Jokowi ditantang rampingkan kabinet

Abdee Slank: Menteri kabinet Jokowi-JK harus memiliki track record  bersih, jujur, transparan, profesional serta memiliki arah tujuan kerja