Portal Berita Ekonomi Kamis, 08 Desember 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5265.368 Change: -7.597 Stock: 539
  • Agriculture Today: 1875.499 Change: -7.348 Stock: 21
  • Mining Today: 1433.052 Change: -10.553 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 541.550 Change: 0.082 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1301.380 Change: -11.407 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2391.856 Change: -1.122 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 531.067 Change: -2.193 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1043.922 Change: -9.693 Stock: 56
  • Finance Today: 778.555 Change: 3.497 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 849.935 Change: 0.658 Stock: 121

IPB Ciptakan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan

Foto Berita IPB Ciptakan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan

WE.CO.ID - Peneliti dari Institut Pertanian Bogor Dr Alimuddin menghasilkan inovasi "Fishgrow Stimulant" (FGS) atau hormon pertumbuhan ikan yang bisa meningkatkan lanjut pertumbuhan ikan hingga 2-3 kali lipat.

"Kami mengembangkan suatu bahan yang bisa memacu pertumbuhan ikan dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi melalui bakteri," kata Dr Alimuddin, pengajar dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, dalam siaran persnya, Selasa (7/5/2013).

Alimuddin menjelaskan, latar belakang ia menghasilkan inovasi tersebut karena melihat latar belakang Indonesia yang memiliki berbagai jenis ikan yang harganya mahal tapi pertumbuhannya lambat.

Dicontohkannya ikan sidat, ikan gurame atau ikan kerapu. Untuk ikan gurame saja harus menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan ikan yang siap jual.

"Saat FGS diberikan pada ikan gurame, ikan sidat dan ikan nila ternyata hasilnya bagus," ujarnya.

Dijelaskannya tingkat produksi budidaya ikan konsumsi ditentukan oleh laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan.

Namun, laju pertumbuhan akan menentukan lama waktu pemeliharaan mencapai ukuran konsumsi atau dapat dijual.

Metode untuk meningkatkan laju pertumbuhan yang ada saat ini masih belum mudah diaplikasikan dengan cepat oleh pembudidaya ikan.

Untuk mendapatkan FGS, lanjut Alimuddin, ia memilih metode "recombinant growth hormone (rGH)" karena mampu memberikan perbaikan genetik sebesar 200 persen.

Menurutnya, mekanisme kerja FGS secara langsung mampu menginduksi diferensiasi sel-sel prekursor terkait fungsi fisiologi (metabolisme lemak, karbohidrat, suplai nitrogen pada organisme masa pertumbuhan, dll.).

"Dan hasil secara tidak langsung adalah mampu meningkatkan produksi IGF-I pada sel-sel yang berdiferensiasi & IGF-I di hati," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa menurut literatur, setelah diaplikasikan pada beberapa ikan metode ini memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Dijelaskannya pada ikan kakap hitam pertumbuhannya meningkat 60 persen, ikan flounder meningkat 24 persen, ikan mas koki meningkat 43 persen, ikan nila meningkat 171 persen, dan udang vaname meningkat 42,2 persen.

Vektor ekspresi FGS menggunakan gen dari ikan (ikan mas, ikan gurame atau ikan kerapu) dimasukkan ke bakteri Escherichia coli yang umum dipakai oleh orang molekuler.

"Nah bakteri inilah yang memproduksi FGS. FGS dapat disimpan dalam bentuk larutan (penyimpanan di freezer) dan tepung (penyimpanan di kulkas)," ujarnya.

Ia mengatakan aplikasi FGS pada ikan terbagi dalam tiga cara. Pertama larva ikan direndam dalam air mengandung FGS dengan dosis 0,03-30 mg/L selama 1-2 jam, dan kedua FGS bisa ditambahkan pada pakan dengan dosis 0,5-30 mg/kg dengan tiga atau empat kali pemberian. Atau dengan menggabungkan kedua cara di atas dengan merendam larva dan menambahkan FGS pada pakannya.

FGS dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga lima kali lipat dan menurunkan biaya produksi ikan. Setelah diberi FGS terjadi pertumbuhan sebesar 75 persrn pada ikan gurame dan ikan sidat 2,5 kali lebih tinggi dari ikan sidat yang tidak diberi FGS.

Menurut Alimuddin, dari sisi keamanan pangan, metode ini sangat aman berdasarkan berbagai parameter yang sudah diuji.

"Ini selalu dipertanyakan apakah sama dengan yang digunakan pada ayam dulu (memacu pertumbuhan ayam dengan mengunakan steroid). FGS merupakan peptida biasa," katanya.

Dijelaskannya FGS merupakan peptisida biasa, jika direndam selama satu jam, setelah itu dibiarkan maka kemampuannya sudah turun setelah 2-3 bulan.

Ada studi yang mengatakan setelah 90 menit sudah tidak terdeteksi di dalam usus ikan. FGS terdegradasi di dalam saluran pencernaan tikus uji dan terabsorbsi di dalam saluran pencernaan dan sistem peredaran darah ikan dan tikus uji.

"Sehingga ikan dengan penambahan FGS aman dikonsumsi manusia," katanya menegaskan. (Ant)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto:Ist.

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Executive Brief

  • Finansial - OJK menegaskan bakal menindak tegas pelaku industri pembiayaan yang 'nakal' memberikan komisi melampaui batas ketentuan kepada diler dalam kerja sama pembiayaan.

  • Finansial - OJK berharap pelaku industri pembiayaan bisa keluar dari zona nyaman dengan memaksimalkan sejumlah lini bisnis lain di luar otomotif dan alat berat pada 2017.

  • Industri - Permasalahan tata niaga industri tekstil dan produk tekstil tidak sebatas soal impor ilegal, Kebocoran terbesar justru lewat eksploitasi aturan.

  • Asuransi - PT Prudential Life Assurance meresmikan kerjasama kemitraan dengan PT Bank Mestika Dharma Tbk. untuk memasarkan produk asuransi jiwa yaitu PRUlink Sejahtera.

  • Industri - Perubahan aturan soal distribusi gula rafinasi membuat industri kecil dan menengah kesulitan mendapatkan pasokan.

  • Pembiayaan - FIF Spektra sebagai brand khusus pembiayaan multiguna dibawah naungan FIF Group menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan Rp4 triliun pada 2017.
  • BDMN - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. menargetkan bisa menembus angka satu juta nasabah kartu kredit tahun depan.

  • Energi - Kontrak baru Blok Offshore North West Java (ONWJ) diharapkan bisa rampung sebelum Januari 2017 yakni ketika kontrak berakhir.

  • Manchester - Pep Guardiola mengaku beruntung tidak bertemu mantan klubnya Muenchen di fase 16 Liga Champions setelah City dan Muenchen menjadi Runner up di fase grup.

  • BVIC - PT Andalan Finance Indonesia menerima kucuran pendanaan Rp100 miliar dari PT Bank Victoria International Tbk.  untuk modal kerja pembiayaan di tahun depan.

  • Tenaga kerja - Wapres JK menekankan pentingnya penciptaan lapangan pekerjaan yang layak demi menaikkan taraf kesejahteraan para pekerja, buruh dan juga para pengusaha.

  • Asuransi - Kementerian Perhubungan menyatakan bakal mewajibkan proteksi tanggung jawab kepada pihak ketiga atau third party liabilities pada produk asuransi kendaraan bermotor.

  • Industri - Kalangan wakil rakyat khususnya DPD meminta pemerintah mengupayakan peningkatan kualitas garam lokal sehingga bisa menggantikan importasi garam yang telah dibuka.

  • Ekonomi - Potensi kenaikan harga minyak dunia pascapemangkasan produksi oleh OPEC justru akan memberikan dampak positif bagi volume fiskal tahun depan.

  • Penerbangan - Batik Air berencana membuka layanan penerbangan ke tujuh kota di luar negeri pada semester I/2017 sebagai bagian dari upaya maskapai menyasar pasar regional.

  • Perbankan - Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) memperkirakan rasio pembiayaan bermasalah pada penghujung tahun ini bisa susut hingga di bawah 4%.

  • BBNI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bakal mendongkrak porsi kredit usaha rakyat ke sektor pertanian menjadi 20% pada tahun depan.

  • Singapura - Singapura dan Jepang tertarik untuk mendorong perjanjian perdagangan multilateral seperti Trans-Pacific Partnership (TPP).

  • Barcelona - Messi membutuhkan 2 gol lagi untuk menyamai rekor Cristiano Ronaldo yang mencetak 11 gol di fase Grup Liga Champions.

  • New York - Donald Trump mengungkapkan Perusahaan Jepang Softbank akan berinvestasi senilai US$ 50 Miliar di Amerika Serikat.

  • Mastercard - Mastercard akan membeli kembali saham kelas A senilai US $ 4 Miliar dan menaikkan dividen kuartalan.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (7/12) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp13.336 dibandingkan  kemarin Rp 13.405.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (7/12) Rp502.000 per gram.

  • Kurs Rupiah - Sore ini (7/12) Rupiah ditutup menguat 37,00 poin (0,28%) ke Rp13.333,00 per dolar AS dibanding sore kemarin di Rp13.370,00 (Data Bloomberg).

  • Kurs Rupiah - Sore ini (7/12) Rupiah ditutup menguat 109,39 poin (0.76%) ke Rp14.405,84 per Euro dibanding sore kemarin di Rp14.405,84 (Data Bloomberg).

  • AFF Cup 2016 - Vietnam 2 - 2 Indonesia

  • Vietnam - Tahan imbang Vietnam, Indonesia lolos ke final AFF Cup 2016.

  • Finansial - OJK memberikan waktu enam bulan kepada 43 perusahaan pembiayaan untuk memperbaiki rasio kredit bermasalahnya secara signifikan.

  • Energi - Kemenpar bekerjasama dengan PT Pertamina GE untuk mendukung pengembangan kawasan desa wisata geothermal di daerah operasi produksi energi panas bumi.

  • NIRO - Emiten spesialis pusat perbelanjaan PT Nirvana Development Tbk. telah memulai operasional mall baru Citimall Baturaja di Baturaja, Sumatera Selatan.

  • SSIA - PT Surya Semesta Internusa Tbk. telah menambah cadangan lahan di Subang seluas 486 hektare per September 2016.

  • Obligasi - Lembaga pemeringkat Moody's Investor Service menegaskan peringkat surat utang  Eximbank di Baa3 dengan prospek stabil.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BJBR 2,250 2,700 450 20.00
2 BCIP 260 310 50 19.23
3 SMRU 238 282 44 18.49
4 CANI 1,240 1,440 200 16.13
5 BLTZ 5,700 6,500 800 14.04
6 MLPL 344 388 44 12.79
7 DSNG 565 620 55 9.73
8 PGLI 66 72 6 9.09
9 RAJA 184 200 16 8.70
10 GJTL 1,095 1,190 95 8.68
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 7,000 6,300 -700 -10.00
2 NISP 1,700 1,530 -170 -10.00
3 ITMA 2,030 1,830 -200 -9.85
4 INCF 560 505 -55 -9.82
5 HDFA 274 248 -26 -9.49
6 WICO 64 58 -6 -9.38
7 BIKA 650 590 -60 -9.23
8 DPUM 690 630 -60 -8.70
9 BSWD 2,900 2,650 -250 -8.62
10 INDR 1,050 960 -90 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 BJBR 2,250 2,700 450 20.00
2 BABP 72 71 -1 -1.39
3 PBRX 450 448 -2 -0.44
4 GJTL 1,095 1,190 95 8.68
5 TLKM 3,910 3,850 -60 -1.53
6 MLPL 344 388 44 12.79
7 LPPF 14,700 15,200 500 3.40
8 AKKU 112 115 3 2.68
9 BJTM 565 595 30 5.31
10 ADRO 1,730 1,710 -20 -1.16
No Code Freq Value
1 LG 10,163 2,293,938,536,300
2 YP 61,377 738,312,851,040
3 PD 39,877 697,294,181,800
4 CS 21,547 659,724,642,300
5 CG 14,778 575,367,327,150
6 YU 16,030 540,787,326,780
7 CC 39,230 490,187,949,132
8 DB 21,920 453,221,336,248
9 RX 13,300 401,465,066,290
10 KZ 13,028 394,747,954,400