Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 September 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5352.139 Change: -36.769 Stock: 536
  • Agriculture Today: 1807.715 Change: 2.941 Stock: 21
  • Mining Today: 1132.836 Change: -14.463 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 513.302 Change: -1.943 Stock: 65
  • Miscellanous Industry Today: 1387.231 Change: -26.794 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2482.958 Change: -30.880 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 559.890 Change: -6.702 Stock: 62
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1117.052 Change: 4.590 Stock: 56
  • Finance Today: 798.311 Change: -1.306 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 846.902 Change: -8.405 Stock: 120

IPB Ciptakan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan

Foto Berita IPB Ciptakan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan

WE.CO.ID - Peneliti dari Institut Pertanian Bogor Dr Alimuddin menghasilkan inovasi "Fishgrow Stimulant" (FGS) atau hormon pertumbuhan ikan yang bisa meningkatkan lanjut pertumbuhan ikan hingga 2-3 kali lipat.

"Kami mengembangkan suatu bahan yang bisa memacu pertumbuhan ikan dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi melalui bakteri," kata Dr Alimuddin, pengajar dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, dalam siaran persnya, Selasa (7/5/2013).

Alimuddin menjelaskan, latar belakang ia menghasilkan inovasi tersebut karena melihat latar belakang Indonesia yang memiliki berbagai jenis ikan yang harganya mahal tapi pertumbuhannya lambat.

Dicontohkannya ikan sidat, ikan gurame atau ikan kerapu. Untuk ikan gurame saja harus menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan ikan yang siap jual.

"Saat FGS diberikan pada ikan gurame, ikan sidat dan ikan nila ternyata hasilnya bagus," ujarnya.

Dijelaskannya tingkat produksi budidaya ikan konsumsi ditentukan oleh laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan.

Namun, laju pertumbuhan akan menentukan lama waktu pemeliharaan mencapai ukuran konsumsi atau dapat dijual.

Metode untuk meningkatkan laju pertumbuhan yang ada saat ini masih belum mudah diaplikasikan dengan cepat oleh pembudidaya ikan.

Untuk mendapatkan FGS, lanjut Alimuddin, ia memilih metode "recombinant growth hormone (rGH)" karena mampu memberikan perbaikan genetik sebesar 200 persen.

Menurutnya, mekanisme kerja FGS secara langsung mampu menginduksi diferensiasi sel-sel prekursor terkait fungsi fisiologi (metabolisme lemak, karbohidrat, suplai nitrogen pada organisme masa pertumbuhan, dll.).

"Dan hasil secara tidak langsung adalah mampu meningkatkan produksi IGF-I pada sel-sel yang berdiferensiasi & IGF-I di hati," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa menurut literatur, setelah diaplikasikan pada beberapa ikan metode ini memberikan hasil yang sangat memuaskan.

Dijelaskannya pada ikan kakap hitam pertumbuhannya meningkat 60 persen, ikan flounder meningkat 24 persen, ikan mas koki meningkat 43 persen, ikan nila meningkat 171 persen, dan udang vaname meningkat 42,2 persen.

Vektor ekspresi FGS menggunakan gen dari ikan (ikan mas, ikan gurame atau ikan kerapu) dimasukkan ke bakteri Escherichia coli yang umum dipakai oleh orang molekuler.

"Nah bakteri inilah yang memproduksi FGS. FGS dapat disimpan dalam bentuk larutan (penyimpanan di freezer) dan tepung (penyimpanan di kulkas)," ujarnya.

Ia mengatakan aplikasi FGS pada ikan terbagi dalam tiga cara. Pertama larva ikan direndam dalam air mengandung FGS dengan dosis 0,03-30 mg/L selama 1-2 jam, dan kedua FGS bisa ditambahkan pada pakan dengan dosis 0,5-30 mg/kg dengan tiga atau empat kali pemberian. Atau dengan menggabungkan kedua cara di atas dengan merendam larva dan menambahkan FGS pada pakannya.

FGS dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga lima kali lipat dan menurunkan biaya produksi ikan. Setelah diberi FGS terjadi pertumbuhan sebesar 75 persrn pada ikan gurame dan ikan sidat 2,5 kali lebih tinggi dari ikan sidat yang tidak diberi FGS.

Menurut Alimuddin, dari sisi keamanan pangan, metode ini sangat aman berdasarkan berbagai parameter yang sudah diuji.

"Ini selalu dipertanyakan apakah sama dengan yang digunakan pada ayam dulu (memacu pertumbuhan ayam dengan mengunakan steroid). FGS merupakan peptida biasa," katanya.

Dijelaskannya FGS merupakan peptisida biasa, jika direndam selama satu jam, setelah itu dibiarkan maka kemampuannya sudah turun setelah 2-3 bulan.

Ada studi yang mengatakan setelah 90 menit sudah tidak terdeteksi di dalam usus ikan. FGS terdegradasi di dalam saluran pencernaan tikus uji dan terabsorbsi di dalam saluran pencernaan dan sistem peredaran darah ikan dan tikus uji.

"Sehingga ikan dengan penambahan FGS aman dikonsumsi manusia," katanya menegaskan. (Ant)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto:Ist.

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Executive Brief

  • St. Petersburg Open - Alexander Zverev meraih gelar pertamanya usai mengalahkan Stan Wawrinka 6-2, 3-6, 7-5.

  • Kroasia - Kroasia memanggil kembali pemain veteran Ivo Karlovic untuk partai final Piala Davis melawan Argentina.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (27/9) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp13.027 dibandingkan  kemarin Rp 13.076.

  • CPO - Pembukaan harga pagi ini (27/9) CPO Kontrak Okt. 2016, turun 14 poin pada harga 2.890,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • Filipina - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengatakan negaranya akan bekerja sama dengan banyak pihak terkait penyelesaian masalah narkoba.

  • Galaxy Note 7 - Samsung mengatakan telah melakukan recall sebanyak 60% Galaxy Note 7 di Korea Selatan dan Amerika Serikat.

  • WHO - Badan Kesehatan Dunia(WHO) merilis 90% penduduk dunia mempunyai kualitas udara yang buruk.

  • AFC - AFC menolak untuk mengikuti pemilihan anggota dewan FIFA, akibat FIFA melarang Qatari Saoud Al-Mohannadi untuk mengikuti pemilihan tersebut.

  • Kurs Rupiah - Pagi ini (27/9) Rupiah dibuka menguat 11,00 poin (0.08%) ke Rp13.030 per dolar AS dibanding kemarin di Rp13.041. (Data Bloomberg).

  • Golkar - Ketum Golkar, Setya Novanto menyatakan elektabilitas partainya naik setelah mencalonkan Jokowi untuk Pilpres 2019.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (27/9) Rp554.000 per gram.

  • Kurs Rupiah - Pagi ini (27/9) Rupiah dibuka melemah 9,69 poin (0.07%) ke Rp14.666,38 per Euro dibanding kemarin di Rp 14.656,69 (Data Bloomberg).

  • Tax Amnesty - Jelang tenggat periode I Tax Amnesty(30/9), Kemenkeu merevisi sejumlah aturan untuk memberikan kelonggaran kepada pelaku pajak.

  • Kuota Haji - Pemerintah terus melakukan negosiasi dengan Arab Saudi untuk penambahan kuota haji sebanyak 10ribu.

  • New York - Hari ini(27/9) debat pertama calon Presiden Amerika, Hillary Clinton dan Donald Trump di Universitas Hofstra, New York.

  • Singapura - Duta Besar Singapura untuk China menyatakan kekecewaannya atas berita di surat kabar China, Global Times yang memuat kekeliruan Singapura dalam KTT Non Blok di Venezuela.

  • The Weeknd - The Weeknd merilis single baru berjudul Starboy jelang perilisan album mereka bulan depan.

  • Gunadarma - Mahasiswa Gunadarma berhasil meraih juara dalam CanSat International Competition 2016.

  • Lenovo - Lenovo melakukan PHK terhadap ratusan karyawan dari divisi Ponsel.

  • Bangka - Pemerintah Australia akan memperingi 75 tahun tragedi Perang Dunia II yang akan dilangsungkan di Kota Muntok, Bangka Barat.

  • BRPT - PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) berencana melakukan buyback saham perseroan sebanyak-banyaknya 2% dari seluruh modal ditempatkan.

  • ASGR - PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) berencana membagikan dividen interim kepada para pemegang saham sebesar Rp27 per saham.

  • ELSA - Sepanjang 2016, emiten penyedia jasa energy, PT Elnusa Tbk. (ELSA) berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 9,2%.

  • NOBU - Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjuk PT Bank Nationalnobu Tbk. sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN).

  • ELSA - PT Elnusa Tbk. (ELSA) berhasil membukukan kenaikan laba bersih 9,2% pada paruh pertama tahun ini menjadi Rp144,89 miliar.

  • ADRO - Kenaikan harga batu bara membuat manajemen PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) optimistis kinerja membaik pada tahun ini.

  • Korporasi - Wilmar International Limited., mendirikan usaha patungan Olenex bersama Archer Daniels Midland Company (ADM) untuk memasarkan minyak dan fats di Eropa.

  • BUMI - Emiten pertambangan milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menargetkan produksi batu bara pada tahun ini mencapai 85 juta ton.

  • Infrastruktur - Kementerian PUPR tengah memproses pinjaman dari IDB untuk tahun anggaran 2017 senilai Rp2,96 triliun guna tersambungnya jalur Pantai Selatan-selatan sepanjang 158 km.

  • Obligasi - PT Minna Padi Aset Manajemen meluncurkan dua produk baru jenis reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap.

  • Pajak - Pemerintah tengah menginventarisasi anak perusahaan pelat merah yang akan menerbitkan obligasi sebagai penampung dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak.

  • Agribisnis - Industri pengolahan rumput laut China, mampu mendapatkan rumput laut pada tingkat harga lebih rendah karena membeli pada volume lebih banyak.

  • BUMN - Pemerintah terus melanjutkan kelanjutan rencana holding BUMN dengan tiga sektor yang dinyatakan siap disatukan tahun ini yaitu energi, perbankan, dan tambang.

  • Pajak - Ditjen Pajak memberikan keringanan kepada wajib pajak peserta pengampunan pajak agar lampiran harta dalam SPH bisa ditunda hingga 31 Desember 2016.

  • Ekspor - Kamar Dagang dan Industri Indonesia masih optimistis sektor ekspor dapat bertumbuh 500% pada 2025-2030.

  • Wirausaha - Kementerian Koperasi mengapresiasi kalangan perguruan tinggi mengimplementasikan pendidikan kewirausahaan kepada mahasiswa

  • Kehutanan - Pelaku usaha hak pengusahaan hutan (HPH) menilai konsesi hutan alam tidak perlu dikonversi menjadi hutan tanaman industri (HTI).

  • Komoditas - Harga nikel diprediksi menurun pada kuartal terakhir seiring dengan pulihnya gangguan pasokan dari Filipina sebagai produsen terbesar di dunia.

  • Agribisnis - Perusahaan umum Peirkanan Indonesia akan membangun pabrik pakan dengan nilai investasi Rp165 miliar

  • Properti - Crown group. Perusahaan properti yang berbasis di Australia menargetkan akan memulai pembangunan proyek residensial pertama di Indonesia.

  • Manufaktur - Kemenperin meminta industri elektronika lokal untuk menggunakan teknologi terkini dalam proses produksi agar memacu inovasi dan nilai tambah.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 HDFA 150 199 49 32.67
2 SKBM 680 845 165 24.26
3 BRPT 840 970 130 15.48
4 NAGA 183 208 25 13.66
5 NELY 77 87 10 12.99
6 CMPP 122 136 14 11.48
7 PDES 268 296 28 10.45
8 MREI 4,310 4,700 390 9.05
9 AHAP 170 185 15 8.82
10 LRNA 137 148 11 8.03
No Code Prev Close Change %
1 INRU 360 324 -36 -10.00
2 PLAS 1,260 1,135 -125 -9.92
3 ASBI 432 390 -42 -9.72
4 BCIP 930 840 -90 -9.68
5 TRST 310 280 -30 -9.68
6 MYRXP 63 57 -6 -9.52
7 MYTX 64 58 -6 -9.38
8 MGNA 76 69 -7 -9.21
9 BKDP 77 70 -7 -9.09
10 NISP 1,875 1,725 -150 -8.00
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,690 2,840 150 5.58
2 TLKM 4,230 4,240 10 0.24
3 PWON 680 645 -35 -5.15
4 SRIL 232 220 -12 -5.17
5 SCMA 2,820 2,770 -50 -1.77
6 UNTR 17,925 17,200 -725 -4.04
7 KAEF 2,570 2,610 40 1.56
8 ASII 8,600 8,425 -175 -2.03
9 WSBP 525 515 -10 -1.90
10 SMBR 1,660 1,715 55 3.31
No Code Freq Value
1 EP 3,781 756,580,159,800
2 KZ 9,731 745,623,238,200
3 YU 14,645 692,088,399,000
4 RB 29 666,830,183,500
5 MS 7,116 652,902,196,000
6 DH 4,576 599,888,006,100
7 CG 6,312 594,388,651,392
8 AK 26,146 589,917,883,426
9 LG 7,674 487,379,411,100
10 DB 19,871 384,028,083,200