Market Indices

Pabrik Bioetanol PTPN X Beroperasi Oktober 2013

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

07 Mei 2013 17:31:00 WIB

WE.CO.ID - Pabrik bioetanol yang dibangun PT Perkebunan Nusantara X (Persero) secara terintegrasi dengan Pabrik Gula Gempolkrep di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, rencananya mulai beroperasi pada akhir Oktober 2013.

Direktur Utama PTPN X (Persero) Subiyono kepada wartawan di Mojokerto, Selasa (7/5/2013), mengemukakan saat ini pengerjaan pabrik bioetanol yang sudah memasuki tahap akhir terus dikebut penyelesaiannya dan seluruh mesin produksi dijadwalkan sudah terpasang pada 26 Mei 2013.

"Setelah itu dilakukan tahap 'commissioning'. Penyerahan pabrik dari TSK dan Sapporo Engineering Jepang yang merupakan 'entrusted party' dijadwalkan 13 September 2013, selanjutnya pabrik bioetanol akan diterminasi pada 29 Oktober 2013 untuk demonstrasi produksi," paparnya.

Ditemui usai syukuran buka giling Pabrik Gula Gempolkrep, Subiyono mengatakan bahwa sebagian besar komponen pabrik menggunakan bahan baku lokal, kecuali bahan pelat tangki yang harus didatangkan dari Jepang.

Pabrik bioetanol yang dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare itu, merupakan kerja sama PTPN X dengan "The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO)" Jepang.

Subiyono menjelaskan bahwa total investasi pabrik bioetanol mencapai Rp467,79 miliar dengan skema pendanaan terdiri dari hibah NEDO Jepang Rp154 miliar dan sisanya Rp313,79 miliar dari kas internal PTPN X.

"Kapasitas produksinya sekitar 33.000 kiloliter per tahun dan bioetanol yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian hingga 99,5 persen. Bahan baku tetes (molasses) akan dipasok dari pabrik gula sendiri," tambahnya didampingi sejumlah direksi PTPN X.

Menurut ia, potensi pendapatan yang bisa diraih PTPN X dari pengoperasi pabrik bioetanol tersebut mencapai Rp425 miliar per tahun dan beberapa pihak telah menjajaki kerja sama pembelian produk bioetanol tersebut.

Subiyono menambahkan produk bioetanol merupakan jawaban bagi ketahanan energi Indonesia di tengah semakin mahal dan terbatasnya ketersediaan energi berbasis fosil.

Ia mencontohkan Brazil sebagai salah satu produsen gula terbesar di dunia telah mampu mendorong penggunaan bioetanol berbasis tebu sebagai salah satu sumber energi.

"Sekarang ini, sekitar 18 persen kebutuhan energi di Brazil dipasok dari bahan bakar nabati berbasis tebu. Prospek pasar bioetanol ke depan sangat cerah," tutur Subiyono.

Selain pabrik bioetanol, lanjut Subiyono, PTPN X juga mengembangkan program "co-generation" dengan memproduksi energi listrik dari bahan baku limbah pabrik gula. Program ini juga bagian dari integrasi bisnis tebu.

Mulai tahun 2013, BUMN perkebunan dengan bisnis utama gula ini akan mengaplikasikan sistem klasterisasi pabrik gula, sehingga bisa menghasilkan gerak yang saling mendukung dalam optimalisasi hasil serta meningkatkan efisiensi.

Ada tiga klaster di PTPN X, yakni klaster Delta terdiri dari pabrik gula di wilayah Sidoarjo dengan PG Kremboong sebagai pusat pengembangan energi listrik, didukung PG Watoetoelis dan Toelangan.

Selanjutnya klaster Jombang, terdiri dari PG Tjoekir, PG Lestasi dan PG Djombang Baru sebagai sentranya. Terakhir klaster Kediri berisi PG Ngadiredjo, PG Modjopanggoong, PG Meritjan, dan PG Pesantren Baru menjadi pusat pengembangan "co-generation" dan bioetanol. (ANt)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: kickdahlan.wordpress.com

Kabar EkBis

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

02 September 2014 - Agrikultur

BPS: Petani Bali Kreatif Olah Hasil Panen

Kabar Indonesia

02 September 2014 - Politik

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 21:22 WIB

BI: Penjualan Rumah pada Triwulan II Turun

Selasa, 02/09/2014 18:09 WIB

OJK: Pemberian Kredit Harus Perhatikan Aspek Lingkungan Hidup

Selasa, 02/09/2014 17:04 WIB

Aviliani Harapkan Pemerintahan Jokowi-JK Galakkan Padat Karya

Selasa, 02/09/2014 10:13 WIB

BI: Penggunaan Transaksi Non-Tunai Masih Rendah

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton