Portal Berita Ekonomi Jum'at, 09 Desember 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5303.734 Change: 38.366 Stock: 539
  • Agriculture Today: 1867.866 Change: -7.633 Stock: 21
  • Mining Today: 1412.725 Change: -20.327 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 546.429 Change: 4.879 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1306.578 Change: 5.198 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2416.040 Change: 24.184 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 539.502 Change: 8.435 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1060.826 Change: 16.904 Stock: 56
  • Finance Today: 783.551 Change: 4.996 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 850.411 Change: 0.476 Stock: 121

Suriah Dalam Bahaya Adu Senjata Kekuatan Dunia

Foto Berita Suriah Dalam Bahaya Adu Senjata Kekuatan Dunia

WE.CO.ID – Suriah yang terus dirundung konflik internal terancam makin runyam. Uni Eropa (EU), Israel, dan Rusia tengah menyeret negara di Timur Tengah itu menjadi medan konflik bersenjata internasional.

Kekhawatiran atas kondisi seperti itu bukannya tanpa alasan setelah melihat gerakan-gerakan yang dilakukan EU dan Rusia dalam beberapa hari belakangan ini. Akhir pekan lalu, para menteri luar negeri EU berkumpul membahas pencabutan embargo senjata terhadap Suriah. Meski tidak mufakat bulat, EU toh akhirnya sepakat memutuskan mencabut embargo senjata yang telah diterapkan sejak Mei 2011 itu.

EU memang tampak sangat berhati-hati dalam mengelurakan keputusan tersebut. Dalam pernyataan seusai pertemuan para menlu EU itu, disebutkan bahwa mereka sepakat untuk tidak melanjutkannya hingga tahap pengiriman senjata. Mereka pun akan meninjau ulang keputusan tersebut sebelum 1 Agustus mendatang. 

Awal pekan ini (Senin, 27/5/2013), EU menyatakan anggotanya dapat mengambil kebijakan sendiri terkait dengan pengiriman senjata ke Suriah. Langkah EU tersebut membuka pintu akses persenjataan bagi para pemberontak Suriah yang sejak dua tahun lalu terus melancarkan perlawanan untuk menumbangkan Presiden Bashar al-Assad. Barat dan Amerika Serikat bersama sekutu mereka, yakni Israel, selama ini dikenal sebagai pihak yang pro-kelompok pemberontak yang ingin menumbangkan Presiden Assad.

Rusia yang dikenal sebagai pendukung Presiden Assad seperti tidak mau ketinggalan langkah. Negara bekas Uni Soviet yang pada era Perang Dingin memimpin blok Timur dalam perlombaan senjata melawan blok Barat pimpinan AS itu menyiapkan peluru kendali (rudal) antiserangan udara S-300. Rusia menyatakan akan mengirimkan sistem persenjataan mobil yang keandalannya disejajarkan dengan Rudal Patriot AS yang dikerahkan pasukan sekutu di Irak dan kini dipergunakan NATO untuk mengamankan Turki dari ancaman serangan Suriah itu.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov sebagaimana dikutip BBC, Rabu (29/5/2013) mengatakan peluru kendali S-300 itu sebagai faktor pengimbang yang dapat menjadi penghalang pihak-pihak asing yang ingin memasuki konflik Suriah.

Rusia menganggap keputusan EU tersebut merusak rencana konferensi perdamaian internasional bagi Suriah yang digagas Moskow bersama AS. Konferensi perdamaian itu rencananya akan digelar bulan depan.

Ryabkov memang mengatakan kontrak pembelian rudal S-300 dengan Suriah telah ditandatangani beberapa tahun silam. Namun, pernyataan Ryabkov yang dikeluarkan beberapa hari setelah pencabutan embargo terhadap Suriah itu bisa diterjemahkan sebagai reaksi kemarahan Rusia atas keputusan EU itu. Momentum pengumuman rencana pengiriman senjata canggih itu memunculkan pertanyaan: kenapa baru sekarang dilakukan kalau memang kontraknya telah lama diteken?

Rusia sebelumnya juga enggan secara spesifik menyebutkan nama sistem persenjataan canggih yang akan mereka pasok ke Suriah. Penyebutan nama senjata canggih itu (S-300) dalam pernyataan  terbaru Rusia itu dipandang sebagai sinyal terjadinya eskalasi ketegangan dalam konflik Suriah.

Beberapa pengamat militer melihat pernyataan terbaru Rusia mengenai penjualan senjata itu sebagai “pengubah permainan” dalam mengatasi krisis Suriah.

"Hal itu secara samar memastikan perundingan (perdamaian) AS-Rusia tidak akan berarti sekaligus mengirimkan sinyal peringatan yang sama dengan pengiriman senjata ke Iran. Langkah itu juga dapat menyeret Israel ke dalam perang Suriah,” kata Anthony Cordesman dari Centre for Strategic and International Studies sebagaimana dikutip BBC.

Dilaporkan, Rusia selama ini menahan pengiriman senjata ke Suriah sebagai kompensasi atas komitmen Israel untuk tidak melancarkan serangan udara lagi terhadap Suriah.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan Rusal S-300 itu masih belum meninggalkan Rusia. “Saya berharap senjata-senjata itu tidak akan meninggalkan Rusia dan jika, semoga Tuhan mencegahnya, senata itu sampai (juga) ke Suriah, kami tahu apa yang harus dilakukan,” katanya dengan nada mengancam.

Inggris dan Prancis sebagai kekuatan utama EU menyatakan mereka berupaya menekan pemerintah Suriah di Damaskus untuk menempuh penyelesaian politik atas perang saudara yang berkecamuk sejak dua tahun lalu itu. Kedua negara tersebut memiliki kapabilitas memasok senjata kepada pihak yang mereka sebut kelompok pemberontakk moderat Suriah.

Para aktivis dari kelompok oposisi mengklaim mereka mencatat lebih dari 200 orang tewas dalam pembantaian massal yang diduga dilakukan oleh pasukan pendukung Presiden Assad pada awal bulan ini.

Sementara itu, di dalam negeri, kelompok oposisi Suriah menyambut baik pencabutan embargo oleh EU itu. “Pencabutan embargo senjata itu sebagai langkah menuju ke arah yang benar,” George Jabboure Netto, juru bicara Dewan Nasional Suriah yang beroposisi.

Kelompok pembangkang lainnya, Koalisi Nasional Suriah, juga memuji langkah EU meski mereka menyesalkannya karena ”agak terlambat”. 

Hingga tenggat tidak resmi pada perundingan di Istambul, Turki, Selasa (28/5/2013), kelompok oposisi Suriah belum menyatakan apakah mereka akan menghadiri konferensi perdamaian yang diprakarsai AS dan Rusia itu bulan depan.

nurcholish@wartaekonomi.com

Foto: BBC News

Penulis: http://wartaekonomi.co.id/penulis.html,

Editor: Nurcholish MA Basyari

Executive Brief

  • New York - The Dow Jones Industrial Average rose 65.19 points (0.33 per cent) to 19,614.81, its fourth straight record on Thursday (8/12).

  • New York - The broad-based S&P 500 gained 4.84 points (0.22 per cent) to 2,246.19 on Thursday (8/12).

  • New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index advanced 23.59 points (0.44 per cent) to 5,417.36 on Thursday (8/12).

  • London - North Sea Brent crude was up 94 cents, or 1.8 percent, at $53.94 a barrel by 2:35 p.m. ET (1935 GMT) on Thursday (8/12).

  • New York - U.S. light crude was up $1.07, or 2.2 percent, at $50.84 a barrel on Thursday (8/12).

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (8/12) Rp502.000 per gram.

  • Singapura - Palang Merah Singapura akan menyumbang S$50 Ribu untuk korban bencana gempa di Aceh.

  • Swedia - Ericcson akan mengurangi jumlah pegawai di Swedia dalam rangka restrukturisasi perusahaan.

  • London - Pemimpin FinTech di Inggris menyatakan kekhawatiran bahwa Asia tech-hub seperti Singapura bisa menimbulkan risiko lebih besar untuk London daripada suara Brexit.

  • Meksiko - Pemimpin bisnis Meksiko dan AS akan berbagi informasi tentang integrasi ekonomi lintas batas.

  • Huawei - Huawei akhirnya merilis P9 di Indonesia setelah beberapa waktu lalu sempat tertunda.

  • Aceh - Pemerintah akan memberikan santunan Rp15 Juta kepada korban meninggal gempa Aceh.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BRAM 6,300 7,500 1,200 19.05
2 BMAS 342 400 58 16.96
3 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
4 CANI 1,440 1,650 210 14.58
5 ERTX 166 187 21 12.65
6 KBLM 358 400 42 11.73
7 PADI 294 328 34 11.56
8 NOBU 510 565 55 10.78
9 DSNG 620 680 60 9.68
10 DPUM 630 690 60 9.52
No Code Prev Close Change %
1 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
2 ITMA 1,830 1,650 -180 -9.84
3 PGLI 72 65 -7 -9.72
4 PEGE 196 177 -19 -9.69
5 BCIP 310 280 -30 -9.68
6 CTTH 94 85 -9 -9.57
7 PDES 356 322 -34 -9.55
8 WICO 58 53 -5 -8.62
9 MKNT 468 428 -40 -8.55
10 POLY 65 60 -5 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 448 446 -2 -0.45
2 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
3 WSBP 570 590 20 3.51
4 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
5 KOBX 102 105 3 2.94
6 LPPF 15,200 15,700 500 3.29
7 TLKM 3,850 3,940 90 2.34
8 BEKS 59 60 1 1.69
9 MLPL 388 370 -18 -4.64
10 BMRI 10,700 10,950 250 2.34
No Code Freq Value
1 LG 10,625 2,874,001,669,513
2 YP 59,832 690,301,934,681
3 CS 23,553 635,898,614,600
4 II 109 600,477,065,800
5 DB 22,347 549,488,016,366
6 NI 21,313 538,802,188,700
7 CG 15,117 534,404,108,200
8 RX 12,229 506,745,616,580
9 AK 24,325 491,376,925,220
10 YU 20,137 469,000,318,200