Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Agustus 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5417.140 Change: -10.035 Stock: 534
  • Agriculture Today: 1885.661 Change: -26.960 Stock: 21
  • Mining Today: 1178.731 Change: -16.350 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 504.211 Change: -2.325 Stock: 63
  • Miscellanous Industry Today: 1352.540 Change: -31.171 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2497.311 Change: 19.591 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 584.426 Change: -1.080 Stock: 62
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1154.868 Change: -0.031 Stock: 56
  • Finance Today: 798.417 Change: -3.960 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 871.290 Change: 3.143 Stock: 120

Budidaya Laut Peluang Usaha Berprospek Cerah

Foto Berita Budidaya Laut Peluang Usaha Berprospek Cerah

WE.CO.ID - Luas indikatif potensi lahan pengembangan budidaya laut secara nasional mencapai 4,58 juta hektare. Hingga 2011 baru dimanfaatkan untuk usaha budidaya sekitar 169.292 ha atau 3,69 persen.

Banyak jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai jual tinggi, diantaranya ikan Kerapu, Bawal bintang dan Kakap putih merupakan komoditi ekspor yang banyak diminati pasar luar negeri. Komoditas perikanan ini bisa dikembangkan dengan budidaya laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menilai budidaya laut atau "marine culture" saat ini menjadi usaha yang mempunyai prospek cerah. Apalagi pengembangan budidaya laut dinilai masih mempunyai peluang yang sangat besar.

Karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menggenjot produksi perikanan budidaya melalui optimalisasi pemanfaatan potensi budidaya. Salah satunya adalah dengan mendorong percepatan pengembangan kawasan budidaya laut.

Prospek pengembangan budidaya laut khususnya pada area "off shore" atau lepas pantai mempunyai peluang besar sebagai alternatif usaha yang prospektif bagi masyarakat pesisir.

"Karena itu KKP melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya telah melakukan upaya strategis dalam mempercepat pengembangan kawasan budidaya ikan kerapu melalui pengembangan model percontohan atau 'demfarm' budidaya ikan kerapu di 10 kabupaten," katanya.

Usaha budidaya ikan kerapu, menurut dia, menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Ini terlihat pada sentra-sentra produksi benih kerapu yang secara rutin mendapatkan pesanan dalam jumlah yang cukup besar.

"Disamping itu munculnya beberapa perusahaan yang bergerak dalam budidaya ikan kerapu di beberapa daerah menjadi bukti bahwa peluang bisnis kerapu masih sangat prospektif ke depan," katanya seusai menebar 30.000 ekor benih Kerapu bebek, kerapu macan dan kerapu hybrid di lahan budidaya PT. Bofa Marine Lombok Tengah, Kamis (30/5).

Sebagai gambaran tahun 2012 capaian angka produksi, sementara untuk ikan kerapu sebesar 10.200 ton, sedangkan capaian produksi ikan kakap sebesar 6.100 ton.

Menurut Sharif, sentra produksi kerapu masih didominasi oleh 10 Provinsi penghasil utama, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Nangroe Aceh Darussalam, Lampung, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara dan Provinsi Maluku.

"Hal ini sejalan dengan kebijakan KKP dalam mewujudkan capaian industrialisasi perikanan budidaya," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dijadikan model Budidaya kerapu di perairan laut Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah dengan keramba jaring apung menggunakan "High density Polyethilen" (HDPE) dijadikan model untuk seluruh Indonesia.

"Keramba jaring apung (KJA) yang digunakan untuk budidaya kerapu di Lombok Tengah merupakan keramba yang berciri lebih modern. Dengan menggunakan material HDPE ini tujuannya untuk kelestarian lingkungan," katanya seusai acara penebaran 30.000 ekor benih kerapu di perairan Gerupuk, Lombok Tengah, Kamis.

Penggunaan KJA dengan material HDPE ini ramah lingkungan dan tidak ada pencemaran, kalau keramba ini rusak tidak akan mencemari laut dan mampu bertahan hingga 15 tahun.

"Dengan menggunakan bahan ini ikan yang dibudidayakan tidak akan terkena penyakit. Ini merupakan proyek percontohan dan pertama digunakan untuk budidaya laut, jensi material keramba dari bahan HDPE ini akan digunakan di tempat laih di Indonesia," ujarnya.

Budidaya kerapu milik PT Bofa Marine di perairan Gerupuk, Lombok Tegah ini untuk tahap pertama sebanyak 60 lubang dan akan ditambah menjadi 150 lubang.

"Untuk pengembangan budidaya kerapu ini kami mendorong pengusaha dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan usaha ini. Karena itu saya mendorong pengusaha untuk mengelola budidaya kerapu tersebut bekerja sama dengan nelayan," katanya.

Menurut dia, dalam kerja sama itu pengusaha memiliki sistem untuk membayar setiap penambahan ukuran kerapu dengan harga tertentu. Ini dimaksudkan agar para nelayan ikut merasa memiliki, sehingga baik pengusaha maupun nelayan sama-sama mendapat keuntungan.

"Saya mendorong pengembangan budidaya kerapu, karena di sejumlah negara, seperti China dan Jepang kerapu dinilai sebagai salah satu komoditas terbaik. Harga 1 kilogram kerapu bisa mencapai Rp450.000. Harga kerapu ini mirip dengan ikan salmon," kata Sharif.

Menurut dia, alasan memilih NTB sebagai lokasi percontohan budidaya kerapu, antara lain karena kualitas air lautnya baik dan tidak tercemar industri. Selain kerapu cocok untuk abalon, rumput laut dan teripang.

"Kualitas air laut di Lombok ini paling baik, sehingga perkembangbiakan kerapu relatif cepat, sehingga budidaya ini akan terus dikembangkan di daerah ini," katanya.

Produksi ikan kerapu hasail budidaya tersebut sebagian untuk memenuhi eskpor yang cukup besar dari berbagai negara, antara lain China dan Hong Kong.

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan ekspor kerapu ke berbagai negara sebanyak 15.000 ton pada 2013 sehubungan dengan permintaan komoditas tersebut masih relatif cukup tinggi, antara lain, dari China dan Hong Kong.

Menurut Sharif, di Hong Kong masyarakatnya lebih "minded" kerapu dibandingkan dengan Salmon. Tahun 2012 volume ekspor kerapu mencapai 10.200 ton dan ikan kakap 6.100 ton.

"Hingga kini, kita baru bisa memenuhi sekitar 30 persen permintaan ikan kerapu dari berbagai negara, khususnya China dan Hong Kong. Jadi, pemasaran hasil budi daya kerapu kita bisa dijamin tidak ada masalah," katanya.

Sampai saat ini, menurut dia, relatif cukup banyak pengusaha yang mengelola budi daya kerapu, baik di perairan NTB maupun provinsi lainnya di Indonesia.

Sentra produksi kerapu masih didominasi oleh 10 Provinsi penghasil utama, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Nangrooe Aceh Darusalam, Lampung, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Papua Barat, NTB, Maluku Utara, dan Provinsi Maluku.

Penghasil utama ikan kakap putih lain, yakni Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Maluku Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Prospek cerah Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Slamet menilai prospek pengembangan usaha budidaya di perairan laut NTB masih cukup cerah baik budidaya kerapu, kakap putih dan bawal bintang.

Di Provinsi NTB, Ditjen Perikanan Budidaya telah mengalokasikan sebanyak enam klaster atau 96 lubang budidaya dengan padat tebar 325 ekor per lubang, masing-masing tersebar di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan Bima.

Ia mengatakan sejauh ini hasil monitoring terhadap proyek percontohan ikan kerapu pada beberapa kawasan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ini terbukti selama masa pemeliharan 3,5 bulan tingkat kelangsungan hidup atau survival rate (SR) mencapai lebih 90 persen dengan ukuran ikan mencapai 80-100 gr per ekor.

"Tujuan pengembangan proyek percontohan adalah dalam rangka memperkenalkan model penerapan usaha budidaya ikan kerapu yang sesuai teknologi anjuran berbasis klaster. Diharapkan melalui pengelolaan demfarm berbasis kelompok ini masyarakat akan mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan," ujarnya.

Slamet mengatakan, potensi area pengembangan budidaya laut (fin fish) di Provinsi NTB mencapai 2.642,37 ha, pemanfaatan sampai pada 2011 baru mencapai 115,03 ha dengan total produksi ikan kerapu pada 2011 sebanyak 256 ton. Nilai ini mengantarkan NTB dalam jajaran 10 besar Provinsi penghasil ikan kerapu di Indonesia.

Percepatan kawasan budidaya kerapu di NTB, menurut Slamet, juga diarahkan dengan mendorong investasi bagi usaha ini pada kawasan-kawasan potensial.

Dia mengatakan salah satu perusahaan yang telah berinvestasi dalam usaha budidaya ikan kerapu adalah PT Bofa Marine yang berlokasi di Dusun Grupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Pihak perusahaan berkomitmen untuk berinvestasi di budidaya kerapu, karena menilai peluang usaha budidaya laut cukup menjanjikan.

PT Bofa Marine menerapkan teknologi keramba jaring apung (KJA) menggunakan High density Polyethilen (HDPE) "Dengan teknologi ini diharapkan akan memperoleh beberapa kelebihan di antaranya lebih ramah lingkungan," kata Slamet.

Teknologi ini, menurut dia, juga dinilai lebih efektif dalam pengelolaan, mempunyai daya tahan lama terhadap gelombang sehingga dapat lebih produktif dibanding KJA konvensional, dan dari segi penataan tata letak lebih rapi dan fleksibel.

"Tahap awal perusahaan sudah mengembangkan sebanyak 60 lubang dengan ukuran perlubang 4x4x3,5 meter, dengan padat tebar sebanyak 500 ekor per lubang," katanya.

Komoditas ikan kerapu, menurut Slamet, mempunyai harga tinggi. Bayangkan untuk jenis ikan kerapu bebek di tingkat pembudidaya harganya mencapai Rp350.000 per kilogram, sedangkan di tingkat eksportir mencapai Rp500.000 per kg.

Jenis ikan kerapu bebek, katanya, berbeda dengan ikan kerapu macan rata-rata di tingkat pembudidaya harganya Rp120.000 per kg. Untuk itu, dengan masuknya PT Bofa Marine ke NTB, maka akan diikuti para investor lain, sehingga akan semakin mampu mendorong peningkatan produksi ikan kerapu nasional secara signifikan.

Usaha budidaya kerapu membutuhkan investasi besar dan jangka waktu pemeliharaan yang cukup lama, yakni selama delapan hingga 12 bulan). Dengan masuknya investor, diharapkan akan mampu membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar melalui pola segmentasi usaha," katanya.

Menurut Slamet, selain kerapu, ada beberapa jenis ikan yang juga nilai ekonominya tinggi, di antaranya kakap putih dan bawal bintang (Pompano). Saat ini teknologi pembenihan dan pembesarannya telah mampu dikuasai dan mulai berkembang di masyarakat.

Sentra produksi ikan kakap tersebar di 10 Provinsi penghasil utama antara lain Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Maluku Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan budidaya ikan bawal bintang telah mulai berkembang di Batam, Bintan, Lombok, Bali dan beberapa daerah lainnya. Saat ini permintaan ikan bawal bintang untuk memasok kebutuhan restoran sudah meluas.

"Untuk di Lombok saja permintaan rutin selalu datang dari Bali sebagai pasar utama. Walaupun harga bawal bintang tidak semahal kerapu, yaitu berkisar Rp50.000 per kg, namun karena masa pemeliharaan yang tidak terlalu lama, menjadikan komoditas ini cukup diminati oleh masyarakat pembudidaya," kata Slamet.

Perkembangan usaha budidaya di Kabupaten Lombok Tengah termasuk rumput laut nampaknya tidak terlepas dari peran penyuuh perikanan. Jumlah penyuluh perikanan di Lombok Tengah 27 orang pengawai negeri sipil (PNS) dan lima orang Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK).

Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Herman Suherman menilai penyuluh perikanan memiliki peran strategis dalam meningkatan peningkatan produksi dan produktivitas rumput laut.

"Peran strategis para penyuluh itu dalam bentuk alih teknologi budidaya dan pengolahan hasil, fasilitasi akses permodalan dan meningkatkan jaringan kemitraan usaha," katanya.

Alih teknologi penanganan hasil panen rumput laut dari penjemuran sederhana atau langsung di atas pasir diubah menggunakan alat penjemur dari para-para bambu, sehingga mampu meningkatkan nilai higenitas sekalus meningkatkan harga rumput laut.

Dia mengatakan, penyuluh perikanan harus dapat membantu pelaku utama dalam upaya meningkatkan produksi yang diikuti dengan sinergi produksi hulu hilir guna menodorong optimisme pelaku usaha perikanan dalam rangka meningkatkan produksi dan menjaga keberlangsungannya, karena pasar tersedia dengan harga yang stabil.

Penyuluh perikanan, kata Herman, telah memfasilitasi konsumen dengan pihak pabrik pengolahan dan pemasaran serta mendorong kerja sama riset dan pengembangan dengan lembaga-lembaga penghasil teknologi.

"Penyuluh juga harus berperan aktif dalam mendorong program-program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti industrialisasi rumput laut, peningikatan kehidupan nelayan (PKN), Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Minapolitan," kata Herman.

Menurut dia, potensi perikanan di Kabupaten Lombok Tengah yang cukup potensial diantaranya komoditas rumput laut dan lokasi budidaya antara lain berada di Desa Gerupuk dan Awang dengan total areal potensial seluas 475 hektare.

Tingkat pemanfaatan pada 2011 baru mencapai 214,63 ha dengan produksi tahun 2012 untuk Desa Gerupuk sebanyak 14.706,25 ton dan Awang 6.787,50 ton. (Ant)

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist.

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Executive Brief

  • Gini Ratio - Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia (Gini Ratio) menurun sebesar 0.011 poin atau 0. 397 maret 2016 dibandingkan 0.408 pada maret 2015 dan menurun sebesar 0.05 poin dibandingkan 0.402 pada september 2015.

  • Gini Ratio -  Tingkat ketimpangan di daerah perkotaan menurun  0.018 poin atau 0.410 pada maret 2016 dibandingkan 0.428 maret 2015 dan menurun sebesar 0.009 poin dibandingkan 0.419 pada september 2015.

  • Gini Ratio - Tingkat ketimpangan di daerah perdesaan menurun 0.007 poin atau 0.327 pada maret 2016 dibandingkan 0.334 maret 2015 dan menurun sebesar 0.002 poin dibandingkan 0.329 pada september 2015.

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan (24/8)

    17:00 Honduras vs Nikaragua

    17:00 Korea Utara vs Uni Emirat Arab

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan (24/8)

    22:00 Uzbekistan vs Burkina Faso

    23:30 Arab Saudi vs Laos

  • Yamaha - Geser Lorenzo dari peringkat 2 klasemen pembalap, Rossi optimis tentang peluangnya meraih gelar juara dunia Moto GP 2016.

  • Michelin - Jorge Lorenzo memuji kinerja ban baru Michelin di paruh kedua Moto GP, menurutnya ban Michelin sekarang memberikan stabilitas yang baik dibanding ban sebelumnya

  • Toro Rosso - Carlos Sainz memilih bertahan di Toro Rosso dibandingkan pindah ke tim lain, menurutnya dukungan dari Red Bull terhadap timnya memberikan hasil yang impresif.

  • Amerika Serikat - Raih emas Olimpiade Rio Brazil, Tim Basket Amerika Serikat mencetak rekor meraih emas Olimpiade selama tiga tahun berturut-turut.

  • Connecticut Open - Juara 4 kali Connecticut Open, Caroline Wozniacki harus tersingkir di babak pertama setelah kalah dari Jelena Ostapenko 7-5, 6-2.

  • Vlog Fest 2016 - Endank Soekamti film bertajuk Vlog Fest 2016 The Movie. Film ini diklaim oleh mereka sendiri sebagai film pertama di dunia yang menggunakan kamera 360/derajat.

  • Setan Jawa - Garin Nugroho membuat film bisu hitam putih dengan judul "Setan Jawa". Setan Jawa yang merupakan kombinasi genre film horor dengan iringan tari kontemporer Jawa dengan orkestra musik gamelan.

  • Fast Furius 8 - Proses syuting Fast Furious 8 rampung, film tersebut direncanakan akan rilis pada April 2017.

  • Honda - Honda berencana mengupgrade mesin mobil Formula 1 musim 2016, sebelum fokus di pengembangan mobil 2017.

  • Mercedes - Lewis Hamilton dikabarkan akan mengganti mesin di GP Italia walaupun akan berdampak terkena hukuman penalti.

  • Renault - Managing director Renault F1 Cyril Abiteboul mengatakan Renault masih memiliki jalan panjang untuk mencapai kesuksesan seperti masa keemasan Renault bersama Fernando Alonso.

  • Seoul - South Korean tech giant Samsung Electronics Co Ltd said on Tuesday (23/8) it will start selling its third smartphone powered by the company's own Tizen mobile operating system in India next week.

  • Hong Kong - Anbang Insurance Group Co, which owns New York's Waldorf Astoria hotel, plans to list its life insurance business in Hong Kong bourse.

  • Hasil Pertandingan Kualifikasi Champions League (24/8)

    Hapoel Beer Sheva 2 - 0 Celtic

    Legia Warszawa 1 - 1 Dundalk

    Monaco 1 - 0 Villarreal

    Roma 0 - 3 FC Porto

    Viktoria Plzen 2 - 2 Ludogorets Razgrad

  • Hasil Pertandingan Persahabatan Antar-klub (23/8)

    Hallescher FC 0 - 3 Borussia Dortmund

  • Hasil Pertandingan Persahabatan Antar-klub (24/8)

    Compostela 1 - 5 Deportivo La Coruna

  • New York - On Tuesday (23/8), the Dow Jones Industrial Average was up 17.88 points (0.10 per cent) at 18,547.30.

  • Jadwal Pertandingan Kualifikasi Champions League (25/8)

    01:45 APOEL Nicosia vs FC Koebenhavn

    01:45 Borussia Moenchengladbach vs Young Boys

    01:45 FC Rostov vs Ajax

    01:45 Manchester City vs Steaua Bucuresti

    01:45 Salzburg vsDinamo Zagreb

  • New York - The broader S&P 500 added 4.26 points (0.20 per cent) at 2,186.90 on Tuesday (23/8).

  • New York - The Nasdaq Composite gained 15.47 points (0.30 per cent) at 5,260.08 on Tuesday (23/8).

  • Jadwal Pertandingan Kualifikasi Europa League (25/8)

    23:30 Qarabag FK vs IFK Gothenburg

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan (25/8)

    04:30 Honduras vs Nikaragua

  • New York - The dollar was little-changed against the euro at US$1.1307 on Tuesday (23/8).

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan (25/8)

    23:00 Qatar vs Thailand

  • London - The British pound edged higher on the dollar on Tuesday (23/8).

  • London - Brent North Sea crude for October added 80 cents to US$49.96 a barrel on Tuesday (23/8).

  • New York - On Tuesday (23/8) West Texas Intermediate (WTI) for October delivery ended up 69 cents from Monday at US$48.10 a barrel.

  • Sydney - Australian carrier Qantas on Wed (24/8) reported a net annual profit od Aus$1.42 billion (US$1.08 billion) in the year to Jun 30, increasing 80% from the previous corresponding period.

  • APLN - PT Agung Podomoro Land Tbk. menyatakan telah memperoleh pinjaman baru untuk melunasi obligasi sebesar Rp875 miliar yang akan jatuh tempo pada 25 Agustus 2016.

  • New York - Lamborghini expects to at least double production to 7.000 vehicles a year by 2019 (CEO Stefano Domenicali).

  • APLN - PT Agung Podomoro Land Tbk. berencana melepas dua aset hotel lewat skema dana investasi real estat dengan nilai ditaksir Rp3,2 triliun.

  • TMAS - PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk. (TMAS) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 5,34% pada semester I/2016.

  • AISA - PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk mencatatkan keuntungan hingga Rp50,14 miliar akibat selisih kurs mata uang asing per Juni 2016.

  • DMAS - PT Puradelta Lestari Tbk. memproyeksi tambahan pendapatan sebanyak Rp35 miliar per tahun dari operasional apartemen sewa Le Premier.

  • PTPP - PT PP (Persero) Tbk., mengantongi kontrak baru Rp19,42 triliun sampai pekan ketiga Agustus 2016 atau sebesar 62,56% dari target Rp31 triliun sepanjang tahun.

  • Washington - World Bank chief Jim Yong Kim will seek a second term of office, the global development lender said on Tuesday (23/8) as it announced the start of a selection process for the presidency.

  • BEKS - Menjelang rights issue tahap V, saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS), yang sebelumnya bernama PT Bank Pundi Indonesia Tbk., jeblok.

  • LINK - PT Link Net Tbk. (LINK), unit usaha Grup Lippo, menunjuk Timotius Max Sulaiman sebagai chief financial officer perseroan.

  • AISA - Seusai melunasi utang valuta asing dan menjual saham di perusahaan palm oil, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk berpotensi tumbuh di atas 30% hingga akhir tahun.

  • Plastik - Marjin pendapatan industri plastik meningkat meskipun penjualan diperkirakan hanya tumbuh 3% tertekan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

  • Tangerang - PT Graha Indah Semesta memulai proyek perdana apartemen bernama Cambio Lofts senilai Rp1,5 triliun di Alam Sutera, Tangerang.

  • PTSP - Pemerintah bentuk satuan tugas untuk mengawal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di tingkat pusat dan daerah dengan fokus di 10 provinsi penyumbang investasi terbesar.

  • Kemasan - Federasi Pengemasan Indonesia nilai pasar kemasan di Indonesia mencapai Rp70 triliun dengan potensi pertumbuhan 7% dalam 1–2 tahun ke depan.

  • Perikanan - PNBP dari sektor perikanan tercatat Rp279 miliar hingga Agustus, naik lebih dari 100% dari realisasi periode sama tahun lalu, di tengah moratorium kapal asing.

  • CSR - Le Minerale bersama IDI menggagas kampanye "Gerakan Indonesia Sehat" untuk mengajak masyarakat Indonesia memulai gaya hidup sehat sejak dini.

  • Pangan - Kementan perkirakan ketersediaan beras secara nasional hingga akhir tahun ini akan mengalami surplus atau kelebihan hingga 11,38 juta ton.

  • Migas - PT Pertamina (Persero) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi hingga akhir Juli 2016 rata-rata sebesar 640 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).

  • BMRI - Bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. diketahui menawarkan kupon di kisaran 7,85%—9% untuk tiga seri obligasi yang akan diterbitkan Rp5 triliun.

  • Bank - Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan sepanjang lima tahun terakhir terus menyusut seiring dengan tren pengumpulan dana pihak ketiga yang juga terkikis.

  • MTN - Jumlah medium term notes (MTN) oleh BUMN atau anak usahanya sepanjang Januari-Juli 2016 meningkat 16,25% dibandingkan dengan periode yang sama 2015.

  • Bursa - Pagi ini (24/8) IHSG dibuka naik 10,34 poin (0,19%) ke level 5.406,80

  • Pilgub DKI - Haji Lulung tunggu keputusan PPP untuk mengusung dirinya maju ke bursa pencalonan pemimpin DKI Jakarta.

  • Politik - Wakil Ketua Komisi X Sutan Adil Hendra mengusulkan program pemberdayaan agar pemuda atasi pengangguran.

  • Politik - Jusuf Kalla mengaku prihatin karena Indonesia baru sanggup memenuhi kebutuhan sandang.

  • Migas - Luhut Binsar Panjaitan menekankan pentingnya menjaga produksi migas dalam transisi Blok Mahakam.

  • Pilgub DKI - Zulkifli Hasan berharap PDI-P mau mengusung Risma dalam Pemilihan Gubernur Pilgub DKI Jakarta pada 2017 nanti.

  • Yamaha - Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat dalam ujicoba pasca balapan di GP Ceko.

  • Seoul - Tech giant Samsung Electronics Co Ltd said on Wed (24/8) stronger-than-expected demand for the new Galaxy Note 7 is causing supply constraints globally.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (24/8) Rp558.000 per gram.

  • CPO - Penutupan harga sore ini (24/8) CPO Kontrak Okt. 2016, turun naik poin pada harga 2.679,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • Kurs Rupiah - Pagi ini (24/8) Rupiah dibuka melemah 28,00 poin (0.21%) ke Rp13.250 per dolar AS dibanding kemarin di Rp13.222. (Data Bloomberg).

  • Kurs Rupiah - Hari ini (24/8) kurs rupiah referensi Bank Indonesia melemah di Rp13.252 dibanding kemarin di Rp13.216.

  • Pirelli - Pirelli telah mengkonfirmasi ban untuk Grand Prix Italia, dengan sebagian besar mendukung ban supersoft untuk Monza.

  • Force India - Force India tidak akan melakukan banyak perubahan di sisa musim 2016 dan lebih memilih fokus dalam pengembangan mobil di 2017.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 PICO 185 248 63 34.05
2 NISP 1,700 2,100 400 23.53
3 AKKU 167 198 31 18.56
4 ASSA 185 212 27 14.59
5 PLAS 1,440 1,630 190 13.19
6 PYFA 167 186 19 11.38
7 UNIC 1,360 1,495 135 9.93
8 BKSW 320 350 30 9.38
9 AGRO 324 354 30 9.26
10 PDES 212 230 18 8.49
No Code Prev Close Change %
1 MITI 101 91 -10 -9.90
2 EXCL 3,740 3,370 -370 -9.89
3 BEKS 81 73 -8 -9.88
4 MSKY 965 870 -95 -9.84
5 SUGI 126 114 -12 -9.52
6 PRAS 234 212 -22 -9.40
7 BIKA 700 635 -65 -9.29
8 PTSN 69 63 -6 -8.70
9 NAGA 208 190 -18 -8.65
10 ERTX 210 192 -18 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 4,160 4,220 60 1.44
2 TMPO 182 167 -15 -8.24
3 BEKS 81 73 -8 -9.88
4 BBRI 11,850 11,550 -300 -2.53
5 AGRO 324 354 30 9.26
6 EXCL 3,740 3,370 -370 -9.89
7 ASII 8,300 8,100 -200 -2.41
8 PBRX 418 418 0 0.00
9 NIKL 765 795 30 3.92
10 BSDE 2,210 2,190 -20 -0.90
No Code Freq Value
1 MS 9,249 1,693,495,052,790
2 PD 43,469 1,284,393,650,600
3 CG 20,169 851,546,627,000
4 YU 19,817 672,571,005,600
5 RX 4,779 670,606,513,500
6 DX 12,213 668,181,414,805
7 CS 15,033 579,675,601,200
8 YP 53,527 540,687,654,200
9 AK 22,221 535,593,609,250
10 CC 33,412 514,631,643,300