Market Indices

Menko Kesra: Tidak Ada Tujuan Politis BLSM

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

04 Juni 2013 12:29:00 WIB

WE.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menegaskan bahwa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tidak bertujuan politis bagi partai politik tertentu.

"Tidak ada tujuan politis untuk partai tertentu, tetapi untuk mencegah penurunan daya beli masyarakat," kata Agung Laksono usai pelepasan Kapal Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) di Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Agung menjelaskan bahwa BLSM merupakan kompensasi yang dilakukan oleh Pemerintah seiring dengan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Akibat pengurangan subsidi tersebut, menurut dia, akan terjadi kenaikan harga BBM sehingga menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin terhadap naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

"Saat ini, BLSM masih dibicarakan di DPR," lanjut Agung.

Pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM bersubsidi pada bulan Juni 2013, yakni harga premium naik menjadi Rp6.500 per liter dan solar Rp5.500 per liter.

Sebagai kompensasi, Pemerintah memberikan BLSM sebesar Rp150.000 per bulan kepada 15,5 juta rumah tangga sangat miskin selama enam bulan untuk mengatasi dampak inflasi akibat kenaikan BBM.

Mensos mengatakan bahwa Pemerintah menganggarkan Rp14 triliun untuk kompensasi. Selain kompensasi, pemerintah juga memberi tambahan raskin dengan anggaran sekitar Rp4 triliun serta tambahan anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp720 miliar. (Ant)

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Berita Terkini

Senin, 21/04/2014 02:00 WIB

PLN: Jawa-Bali Terancam Defisit Listrik

Senin, 21/04/2014 01:00 WIB

Telkomsel Uji Coba "LTE" Di Lima Kota

Minggu, 20/04/2014 23:01 WIB

Sejumlah Negara Ikuti Pameran "Printpack Expo 2014"

Minggu, 20/04/2014 22:01 WIB

Pertamina Tambah Dua Kapal Tanker Buatan Domestik

Minggu, 20/04/2014 21:00 WIB

PLN Kekurangan 22 Kargo LNG Pada 2015

Executive Brief

BEI beri sanksi terhadap 49 emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan audit 2013.

OJK belum punya aturan tentang financial planner.

BI: Neraca Pembayaran Triwulan I diprediksi surplus USD2 miliar.

Pelindo II tunjuk Mitsui untuk operasikan terminal kontainer 1 (CT1).

Kemenparekraf anggarkan dana Rp 30 miliar buat promosi pariwisata Indonesia.

Kusumaningtuti: Perlindungan konsumen lembaga keuangan masih rendah.

Pendaftaran SBMPTN dibuka pada 12 Mei-6 Juni 2014.

Adi Sarana Armada catat laba bersih Rp 92,01 miliar pada 2013.

Indonesian Paradise Property bukukan laba Rp 26,25 miliar pada tahun 2013.

Pemprov DKI: Kerugian akibat macet Rp17,2 triliun per tahun.

Tahun 2030 Pemprov DKI targetkan 60% penduduknya menggunakan transportasi umum,

Posisi utang luar negeri Indonesia per Februari 2014 adalah USD272,1 miliar.

Pelindo II dan Mitsui tanda tangani share holder agreement untuk New Tanjung Priok.

Jalur KRL Commuter layang melingkar atau loop line yang akan dibangun di Jakarta membutuhkan investasi Rp10 Triliun.

Organda: Subsidi BBM tak bisa ditekan selama angkutan umum tidak diperbaiki.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan KA Kemenhub:  Pemerintah berencana membangun jalur KRL Commuter layang melingkar atau loop line di Jakarta.

Tahun ini anggaran subsidi BBM mencapai Rp 210,7 triliun dengan kuota 48 juta kiloliter.

Libur panjang, wisatawan serbu kota Bandung.

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.