Portal Berita Ekonomi Jum'at, 09 Desember 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5303.734 Change: 38.366 Stock: 539
  • Agriculture Today: 1867.866 Change: -7.633 Stock: 21
  • Mining Today: 1412.725 Change: -20.327 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 546.429 Change: 4.879 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1306.578 Change: 5.198 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2416.040 Change: 24.184 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 539.502 Change: 8.435 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1060.826 Change: 16.904 Stock: 56
  • Finance Today: 783.551 Change: 4.996 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 850.411 Change: 0.476 Stock: 121

Pasukan Suriah Mulai Ofensif dan Unjuk Gigi (4)

Foto Berita Pasukan Suriah Mulai Ofensif dan Unjuk Gigi (4)

WE.CO.ID – Konflik Suriah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya. Pasukan pemerintah makin ofensif dan unjuk gigi.

Setelah menempuh jalur defensif selama beberapa bulan dalam menghadapi kelompok pemberontak, pemerintah Suriah mulai menempuh langkah ofensif.

Presiden Assad mengerahkan pasukannya untuk menggempur gerilyawan pemberontak dan menguasai kembali kontrol di sejumlah wilayah strategis yang diduduki kelompok pemberontak. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pasukan tentara regulernya tetapi juga banyak menyandarkan pada dukungan kelompok gerilyawan pro-pemerintah, terutama kelompok Hezbollah. 

Sokongan pasukan Hezbollah dukungan Iran dan pengiriman pasokan senjata sistem pertahanan antiserangan udara peluru kendali (rudal) S-300 dari Rusia membuat pemerintah makin percaya diri menghadapi rongrongan kelompok pemberontak.

Fokus penumpasan kelompok pemberontak terutama diarahkan ke kawasan strategis di seputar Ibu Kota Damaskus, seperti Daraya di selatan dan Gouta di utara. Hal itu sekaligus untuk mengamankan Bandar Udara Damaskus sebagai jembatan udara penghubung Suriah-Iran.

Pekan lalu, pasukan pemerintah menguasai kembali kota Qusayr di Provinsi Homs yang berbatasan dengan Libanon. Kota berpenduduk 50.000 orang itu sebelumnya dalam pengepungan selama dua pekan lebih. Kelompok oposisi menuding rezim Presiden Assad bertanggung jawab atas pembunuhan massal sekitar 200 warga di wilayah tersebut.

Kelompok pemberontak mengakui penaklukan kembali kota strategis Qusayr itu oleh pasukan pemerintah dengan dukungan gerilyawan Hezbollah. Namun, mereka menegaskan bahwa perang belum usai. Mereka menyatakan penaklukan itu bukan berarti terhentinya perlawanan mereka terhadap rezim al-Assad.

Hal lain yang membuat Suriah menjadi kawasan konflik yang sangat berbahaya ialah adanya dugaan penggunaan senjata kimia, terutama gas sarin yang merusak atau bahkan melumpuhkan syaraf. Eropa, PBB, dan AS menengarai penggunaan senjata kimia secara terbatas terjadi di kawasan Daraya dan di dekat Aleppo.

Pekan lalu, Prancis dan PBB menyatakan mereka memiliki bukti pasukan Suriah menggunakan gas sarin. Menurut Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, bukti itu mereka dapatkan dari tes laboratorium terhadap sampel darah dan urin yang mereka dapatkan dari kawasan di wilayah Suriah. Adapun tes laboratorium itu dilakukan di Prancis. Meski demikian, AS tampak berhati-hati dalam menyikapi temuan dugaan penggunaan gas sarin tersebut.

Faktor yang juga tidak kalah membuat konflik Suriah berbahaya ialah kekisruhan dan kekerasan bersenjata untuk memperebutkan kekuasaan itu melibatkan para pemain dan boneka-boneka mereka. Siapakah mereka?

Suriah dikelilingi oleh negara-negara tetangga yang mempengaruhi hasil akhir penyelesaian perang saudara di sana yang lebih dari sekadar konflik domestik itu. Para tetangganya, termasuk negara yang letaknya lebih jauh seperti Qatar dan Arab Saudi, masing-masing punya faksi yang mereka dukung, termasuk dukungan terhadap “pemerintahan dalam penantian” kelompok-kelompok pemberontak. 

Kelompok minoritas Suni Irak yang berkonfrontasi dengan pemerintah yang didominasi kelompok Syiah tentu mendambakan pemerintahan Suriah yang dikuasai kelompok Suni yang kini banyak melawan pemerintahan. Suku-suku kaum Suni di Provinsi Anbar dan Ramadi memiliki hubungan sejarah panjang dengan kelompok Suni Suraih di perbatasan. Pemerintahan Suriah yang didominasi Suni diharapkan dapat mengimbangi pemerintah Irak yang dikuasai kaum Syiah.

Dalam lebih dari setahun terakhir, dilaporkan adanya pasokan senjata di lintas perbatasan Irak untuk kelompok gerilyawan Suriah anti-pemerintah. Pasokan itu berasal dari kelompok jihad Irak yang disebut-sebut terjalin kerja sama dengan gerilyawan Suriah yang mayoritas dari kelompok Suni.

Sementara itu, kekerasan yang makin intens di Irak berisiko menyeret Negeri 1001 Malam yang telah porak poranda pasca-gempuran pasukan sekutu pimpinan AS itu ke perang saudara baru. Hal itu bukan hanya akan berdampak buruk bagi investasi di seantero negeri itu melainkan juga memperuncing konflik geopolitik antara Iran dan negara-negara mornarki di Teluk.

Turki juga terseret dalam konflik Suriah sebagai dampak dari membanjirnya pengungsi ke wilayahnya. Komisi Tinggi Perserikatan bangsa Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) mencatat sekitar 322.000 warga Suriah mengungsi ke wilayah Turki dan 100.000 lainnya siap menyeberang ke sana.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pun mulai menaikkan tensi pernyataannya terhadap pemerintah Suriah belakangan ini. Dia tidak hanya melancarkan kritik terhadap Israel atas serangan militernya terhadap Suriah tetapi juga terhadap pemerintahan Presiden Assad.

"Anda, Bashar Assad, akan membayar untuk ini. Anda akan bayar mahal, sangat mahal karena Anda mempertontonkan keberanian terhadap yang lainnya, terhadap bayi-bayi yang mengedot,” kata Erdogan sebagaimana dikutip CNN.

Yordania tentu lebih gemas lagi ketimbang Turki. Mereka harus mengatasi 450.000 pengungsi asal Suriah yang mulai frustasi dan gelisah di kamp-kamp pengungsian. Jumlah tersebut setara dengan 7% penduduk Yordania.  Di Libanon, jumlah pengungsi Suriah mencapai 455.000. Secara keseluruhan, menurut catatan UNHCR, konflik Suriah telah melahirkan tambahan sekitar 500.000 pengungsi hanya dalam tempo dua bulan.

Libanon yang juga terlilit masalah sektarian seperti halnya Suriah tentu terlalu sibuk untuk melibatkan diri dalam konflik Suriah. Namun, mau tidak mau, Libanon berpotensi terseret dalam konflik di negara tetangganya itu. Beberapa  tokoh kaum Salaf Libanon telah menyatakan jihad melawan rezim Assad sebagai respons terhadap meningkatnya keterlibatan Hezbollah di Suriah. Sheikh Ahmed Assir, misalnya, menyerukan warga Suni di kota Sidon untuk membentuk brigade jihad guna membantu kelompok anti-pemerintah Suriah di kota Qusayr. (HABIS)

nurcholish@wartaekonomi.com

Penulis: http://wartaekonomi.co.id/penulis.html,

Editor: Nurcholish MA Basyari

Executive Brief

  • New York - The Dow Jones Industrial Average rose 65.19 points (0.33 per cent) to 19,614.81, its fourth straight record on Thursday (8/12).

  • New York - The broad-based S&P 500 gained 4.84 points (0.22 per cent) to 2,246.19 on Thursday (8/12).

  • New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index advanced 23.59 points (0.44 per cent) to 5,417.36 on Thursday (8/12).

  • London - North Sea Brent crude was up 94 cents, or 1.8 percent, at $53.94 a barrel by 2:35 p.m. ET (1935 GMT) on Thursday (8/12).

  • New York - U.S. light crude was up $1.07, or 2.2 percent, at $50.84 a barrel on Thursday (8/12).

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (8/12) Rp502.000 per gram.

  • Singapura - Palang Merah Singapura akan menyumbang S$50 Ribu untuk korban bencana gempa di Aceh.

  • Swedia - Ericcson akan mengurangi jumlah pegawai di Swedia dalam rangka restrukturisasi perusahaan.

  • London - Pemimpin FinTech di Inggris menyatakan kekhawatiran bahwa Asia tech-hub seperti Singapura bisa menimbulkan risiko lebih besar untuk London daripada suara Brexit.

  • Meksiko - Pemimpin bisnis Meksiko dan AS akan berbagi informasi tentang integrasi ekonomi lintas batas.

  • Huawei - Huawei akhirnya merilis P9 di Indonesia setelah beberapa waktu lalu sempat tertunda.

  • Aceh - Pemerintah akan memberikan santunan Rp15 Juta kepada korban meninggal gempa Aceh.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BRAM 6,300 7,500 1,200 19.05
2 BMAS 342 400 58 16.96
3 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
4 CANI 1,440 1,650 210 14.58
5 ERTX 166 187 21 12.65
6 KBLM 358 400 42 11.73
7 PADI 294 328 34 11.56
8 NOBU 510 565 55 10.78
9 DSNG 620 680 60 9.68
10 DPUM 630 690 60 9.52
No Code Prev Close Change %
1 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
2 ITMA 1,830 1,650 -180 -9.84
3 PGLI 72 65 -7 -9.72
4 PEGE 196 177 -19 -9.69
5 BCIP 310 280 -30 -9.68
6 CTTH 94 85 -9 -9.57
7 PDES 356 322 -34 -9.55
8 WICO 58 53 -5 -8.62
9 MKNT 468 428 -40 -8.55
10 POLY 65 60 -5 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 448 446 -2 -0.45
2 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
3 WSBP 570 590 20 3.51
4 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
5 KOBX 102 105 3 2.94
6 LPPF 15,200 15,700 500 3.29
7 TLKM 3,850 3,940 90 2.34
8 BEKS 59 60 1 1.69
9 MLPL 388 370 -18 -4.64
10 BMRI 10,700 10,950 250 2.34
No Code Freq Value
1 LG 10,625 2,874,001,669,513
2 YP 59,832 690,301,934,681
3 CS 23,553 635,898,614,600
4 II 109 600,477,065,800
5 DB 22,347 549,488,016,366
6 NI 21,313 538,802,188,700
7 CG 15,117 534,404,108,200
8 RX 12,229 506,745,616,580
9 AK 24,325 491,376,925,220
10 YU 20,137 469,000,318,200