Portal Berita Ekonomi Sabtu, 01 Oktober 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5364.804 Change: -67.153 Stock: 538
  • Agriculture Today: 1793.358 Change: -0.566 Stock: 21
  • Mining Today: 1158.594 Change: -28.037 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 512.808 Change: -11.547 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1368.732 Change: -58.675 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2459.164 Change: -50.419 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 565.086 Change: -5.105 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1131.971 Change: -0.183 Stock: 56
  • Finance Today: 803.852 Change: -3.696 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 852.405 Change: -3.354 Stock: 120

Pasukan Suriah Mulai Ofensif dan Unjuk Gigi (4)

Foto Berita Pasukan Suriah Mulai Ofensif dan Unjuk Gigi (4)

WE.CO.ID – Konflik Suriah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya. Pasukan pemerintah makin ofensif dan unjuk gigi.

Setelah menempuh jalur defensif selama beberapa bulan dalam menghadapi kelompok pemberontak, pemerintah Suriah mulai menempuh langkah ofensif.

Presiden Assad mengerahkan pasukannya untuk menggempur gerilyawan pemberontak dan menguasai kembali kontrol di sejumlah wilayah strategis yang diduduki kelompok pemberontak. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pasukan tentara regulernya tetapi juga banyak menyandarkan pada dukungan kelompok gerilyawan pro-pemerintah, terutama kelompok Hezbollah. 

Sokongan pasukan Hezbollah dukungan Iran dan pengiriman pasokan senjata sistem pertahanan antiserangan udara peluru kendali (rudal) S-300 dari Rusia membuat pemerintah makin percaya diri menghadapi rongrongan kelompok pemberontak.

Fokus penumpasan kelompok pemberontak terutama diarahkan ke kawasan strategis di seputar Ibu Kota Damaskus, seperti Daraya di selatan dan Gouta di utara. Hal itu sekaligus untuk mengamankan Bandar Udara Damaskus sebagai jembatan udara penghubung Suriah-Iran.

Pekan lalu, pasukan pemerintah menguasai kembali kota Qusayr di Provinsi Homs yang berbatasan dengan Libanon. Kota berpenduduk 50.000 orang itu sebelumnya dalam pengepungan selama dua pekan lebih. Kelompok oposisi menuding rezim Presiden Assad bertanggung jawab atas pembunuhan massal sekitar 200 warga di wilayah tersebut.

Kelompok pemberontak mengakui penaklukan kembali kota strategis Qusayr itu oleh pasukan pemerintah dengan dukungan gerilyawan Hezbollah. Namun, mereka menegaskan bahwa perang belum usai. Mereka menyatakan penaklukan itu bukan berarti terhentinya perlawanan mereka terhadap rezim al-Assad.

Hal lain yang membuat Suriah menjadi kawasan konflik yang sangat berbahaya ialah adanya dugaan penggunaan senjata kimia, terutama gas sarin yang merusak atau bahkan melumpuhkan syaraf. Eropa, PBB, dan AS menengarai penggunaan senjata kimia secara terbatas terjadi di kawasan Daraya dan di dekat Aleppo.

Pekan lalu, Prancis dan PBB menyatakan mereka memiliki bukti pasukan Suriah menggunakan gas sarin. Menurut Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, bukti itu mereka dapatkan dari tes laboratorium terhadap sampel darah dan urin yang mereka dapatkan dari kawasan di wilayah Suriah. Adapun tes laboratorium itu dilakukan di Prancis. Meski demikian, AS tampak berhati-hati dalam menyikapi temuan dugaan penggunaan gas sarin tersebut.

Faktor yang juga tidak kalah membuat konflik Suriah berbahaya ialah kekisruhan dan kekerasan bersenjata untuk memperebutkan kekuasaan itu melibatkan para pemain dan boneka-boneka mereka. Siapakah mereka?

Suriah dikelilingi oleh negara-negara tetangga yang mempengaruhi hasil akhir penyelesaian perang saudara di sana yang lebih dari sekadar konflik domestik itu. Para tetangganya, termasuk negara yang letaknya lebih jauh seperti Qatar dan Arab Saudi, masing-masing punya faksi yang mereka dukung, termasuk dukungan terhadap “pemerintahan dalam penantian” kelompok-kelompok pemberontak. 

Kelompok minoritas Suni Irak yang berkonfrontasi dengan pemerintah yang didominasi kelompok Syiah tentu mendambakan pemerintahan Suriah yang dikuasai kelompok Suni yang kini banyak melawan pemerintahan. Suku-suku kaum Suni di Provinsi Anbar dan Ramadi memiliki hubungan sejarah panjang dengan kelompok Suni Suraih di perbatasan. Pemerintahan Suriah yang didominasi Suni diharapkan dapat mengimbangi pemerintah Irak yang dikuasai kaum Syiah.

Dalam lebih dari setahun terakhir, dilaporkan adanya pasokan senjata di lintas perbatasan Irak untuk kelompok gerilyawan Suriah anti-pemerintah. Pasokan itu berasal dari kelompok jihad Irak yang disebut-sebut terjalin kerja sama dengan gerilyawan Suriah yang mayoritas dari kelompok Suni.

Sementara itu, kekerasan yang makin intens di Irak berisiko menyeret Negeri 1001 Malam yang telah porak poranda pasca-gempuran pasukan sekutu pimpinan AS itu ke perang saudara baru. Hal itu bukan hanya akan berdampak buruk bagi investasi di seantero negeri itu melainkan juga memperuncing konflik geopolitik antara Iran dan negara-negara mornarki di Teluk.

Turki juga terseret dalam konflik Suriah sebagai dampak dari membanjirnya pengungsi ke wilayahnya. Komisi Tinggi Perserikatan bangsa Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) mencatat sekitar 322.000 warga Suriah mengungsi ke wilayah Turki dan 100.000 lainnya siap menyeberang ke sana.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan pun mulai menaikkan tensi pernyataannya terhadap pemerintah Suriah belakangan ini. Dia tidak hanya melancarkan kritik terhadap Israel atas serangan militernya terhadap Suriah tetapi juga terhadap pemerintahan Presiden Assad.

"Anda, Bashar Assad, akan membayar untuk ini. Anda akan bayar mahal, sangat mahal karena Anda mempertontonkan keberanian terhadap yang lainnya, terhadap bayi-bayi yang mengedot,” kata Erdogan sebagaimana dikutip CNN.

Yordania tentu lebih gemas lagi ketimbang Turki. Mereka harus mengatasi 450.000 pengungsi asal Suriah yang mulai frustasi dan gelisah di kamp-kamp pengungsian. Jumlah tersebut setara dengan 7% penduduk Yordania.  Di Libanon, jumlah pengungsi Suriah mencapai 455.000. Secara keseluruhan, menurut catatan UNHCR, konflik Suriah telah melahirkan tambahan sekitar 500.000 pengungsi hanya dalam tempo dua bulan.

Libanon yang juga terlilit masalah sektarian seperti halnya Suriah tentu terlalu sibuk untuk melibatkan diri dalam konflik Suriah. Namun, mau tidak mau, Libanon berpotensi terseret dalam konflik di negara tetangganya itu. Beberapa  tokoh kaum Salaf Libanon telah menyatakan jihad melawan rezim Assad sebagai respons terhadap meningkatnya keterlibatan Hezbollah di Suriah. Sheikh Ahmed Assir, misalnya, menyerukan warga Suni di kota Sidon untuk membentuk brigade jihad guna membantu kelompok anti-pemerintah Suriah di kota Qusayr. (HABIS)

nurcholish@wartaekonomi.com

Penulis/Editor: Nurcholish MA Basyari

Executive Brief

  • Energi - Kementerian ESDM memutuskan agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar pada periode Oktober tak mengalami perubahan.

  • Pajak - Menkeu Sri Mulyani Indrawati akan fokus untuk mendorong keterlibatan UMKM agar lebih tertarik mengikuti program amnesti pajak pada periode kedua.

  • PNIN - PT Bank Panin Tbk. Branch Bali terus melakukan sosialisasi kepada nasabah setelah ditunjuk kembali sebagai agen penjual obligasi ritel Indonesia atau ORI013.

  • Pajak - Pemprov Jatim ingin menggejot pertumbuhan di sektor UMKM, infrastruktur serta pariwisata dari hasil kinerja program tax amnesty.

  • Perbankan - Bank syariah diproyeksikan butuh waktu antara 3 tahun hingga 5 tahun untuk bisa mencapai besaran aset 10% terhadap aset perusahaan induk.

  • Energi - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan evaluasi administrasi dan teknis untuk lelang pembangkit listrik tenaga uap dan gas (PLTGU) Jawa I.

  • Golkar - Kader muda Golkar pertanyakan kembali keputusan Golkar untuk memilih kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • Tax Amnesty - Akhir Periode I Tax Amnesty, Uang Tebusan mencapai Rp 97,2 triliun atau 58.9 % dari target Rp 165 Triliun.

  • Ahok - Roy Suryo mengkritik Ahok hanya menjalankan program yang ada tanpa terlihat visi yang jelas.

  • Golkar - Kader muda Golkar mempertanyakan komitmen Golkar untuk mendorong kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • Ritel - Aprindo memberhentikan program kantong plastik berbayar yang dijalankan toko ritel modern di seluruh Indonesia, terhitung 1 Oktober 2016.

  • Infrastruktur - Kementerian PUPR menggunakan pinjaman luar negeri hingga US$ 2 miliar untuk pembangunan jalan nasional hingga 2019.

  • New York - The Dow Jones Industrial Average rose 164.70 points (0.91 per cent) to 18,308.15 on Friday (30/9).

  • New York - The broad-based S&P 500 jumped 17.14 points (0.80 per cent) to 2,168.27 on Friday (30/9).

  • New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index advanced 42.85 points (0.81 per cent) to 5,312.00 on Friday (30/9).

  • London - North Sea Brent fell 18 cents to settle at US$49.06 on the Intercontinental Exchange on Friday (30/9).

  • New York - A barrel of West Texas Intermediate for November delivery gained 41 cents to close at US$48.24 on Friday (30/9).

  • Kurs Rupiah - Hari ini (30/9) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp12.998 dibandingkan  kemarin Rp 12.952.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (30/9) Rp549.000 per gram.

  • Inggris - Rashford dicoret dari timnas U-21 Inggris, Rashford dikabarkan akan dipromosikan ke tim senior.

  • New Jersey - Satu orang meninggal dan 108 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kereta di New Jersey, Amerika.

  • SHARP - Sharp akan menginvestasikan dana sebesar 57.4 Milliar Yen untuk teknologi OLED.

  • Panama Papers - Terkuaknya Panama Papers membuat turunnya Perusahaan baru di Panama sebesar 20%.

  • Bulgaria - Bulgaria melarang pemakain Burka di tempat umum, denda sebesar Rp 1.4 Juta bagi yang melanggar.

  • Ahok - Ahok melarang penayangan iklan melalui Video Tron buntut dari tayangan tidak senonoh melalui Video Tron di daerah Antasari.

  • Ahok Djarot - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi resmi ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan Ahok-Djarot.

  • GIAA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memeroleh fasilitas kredit dari Bank BRI (BBRI) senilai US$50 juta.

  • BINAA - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) berencana melakukan penambahan modal melalui  rights issue dengan menerbitkan 2,93 miliar saham baru.

  • JTPE - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.(JTPE) melakukan penambahan setoran modal anak usaha senilai Rp4,25 miliar.

  • EMDE - PT Megapolitan Development Tbk. membeli lima kavling tanah seluas 7.220 m2 seharga Rp57,5 miliar di Cinere dari beberapa pemegang saham.

  • CTRA - PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) membukukan pendapatan sebanyak Rp2,87 triliun dalam enam bulan pertama 2016.

  • PTPP - PT PP Properti Tbk. menyiapkan investasi sebesar Rp500 miliar untuk membangun tiga menara apartemen di Semarang.

  • Obligasi - Pefindo menerima mandat untuk memeringkat penerbitan obligasi, sukuk dan medium term notes (MTN) senilai Rp11,39 triliun pada akhir kuartal tahun ini.

  • MNCN - RUPSLB PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) mengangkat David Fernando Audy sebagai direktur utama perseroan.

  • MEDC - Setelah menderita kerugian pada paruh pertama tahun lalu,  PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) kini berhasil meraup untung.

  • Manufaktur - Pelaku industri kelapa sawit akan membangun industri pengolah limbah spent bleaching earth untuk menjadi minyak kembali dengan kandungan nilai tinggi.

  • WSKT - Korporasi konstruksi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menargetkan dapat menambah ekuitas sebesar Rp10 triliun pada akhir 2016.

  • BTPN - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) masuk ke dalam daftar 50 perusahaan yang mengubah dunia Fortune Change the World 2016, melalui produk BTPN Wow!.

  • Herawati Diah - Telah berpulang ke Rahmatullah, ibu Herawati Diah, pagi ini (30/9) pukul 4:20 di RS Medistra. Ibu Herawati Diah merupakan wartawati paling senior dengan usia 99 tahun dan penerima Bintang Mahaputra.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BTEK 940 1,175 235 25.00
2 CANI 280 350 70 25.00
3 KPIG 1,240 1,550 310 25.00
4 SRAJ 348 430 82 23.56
5 AMAG 326 400 74 22.70
6 PLAS 900 1,100 200 22.22
7 BRAM 6,200 7,400 1,200 19.35
8 AIMS 228 268 40 17.54
9 DYAN 55 64 9 16.36
10 INAF 2,150 2,490 340 15.81
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,200 1,080 -120 -10.00
2 BCIP 650 585 -65 -10.00
3 DSSA 7,100 6,400 -700 -9.86
4 OKAS 92 83 -9 -9.78
5 IGAR 496 448 -48 -9.68
6 SKBM 690 625 -65 -9.42
7 ARTI 75 68 -7 -9.33
8 GEMS 1,560 1,420 -140 -8.97
9 KARW 312 284 -28 -8.97
10 LMPI 168 153 -15 -8.93
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 1,260 1,330 70 5.56
2 PGAS 2,850 2,870 20 0.70
3 ASII 8,675 8,250 -425 -4.90
4 TLKM 4,290 4,310 20 0.47
5 ELSA 472 456 -16 -3.39
6 SRIL 220 208 -12 -5.45
7 BMRI 11,425 11,200 -225 -1.97
8 ANTM 830 820 -10 -1.20
9 MYRX 145 140 -5 -3.45
10 LPKR 1,005 990 -15 -1.49
No Code Freq Value
1 MS 11,973 1,064,184,591,900
2 KZ 12,573 924,592,835,100
3 MU 1,032 878,390,661,000
4 YU 20,153 864,486,860,820
5 ML 28,193 842,425,469,900
6 ZP 18,117 728,402,775,952
7 YP 51,396 702,330,909,300
8 CS 14,271 695,625,822,700
9 CC 37,331 685,102,454,400
10 RB 59 683,621,405,135