Market Indices

BI Rate Naik, Suku Bunga Belum Tentu

Oleh Cipto - Rubrik Perbankan

11 Juni 2013 07:29:00 WIB

WE.CO.ID - Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) menilai jika Bank Indonesia merespon dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI rate), belum tentu perbankan juga akan menaikkan suku bunga kreditnya.

"Belum tentu (suku bunga dinaikkan). Pada dasarnya komponen suku bunga kredit itu bermacam-macam," kata Ketua Perbanas Sigit Pramono di sela konferensi pers Jazz Gunung 2013 di Jakarta, Senin (11/6/2013).

Menurutnya, suku bunga kredit umumnya akan naik jika "cost of fund" (cof) naik, namun tidak serta merta semua bank akan memberlakukan kenaikan suku bunga kredit tersebut.

"Apalagi LDR (loan to deposit ratio), belum tentu. Itu kan untuk persaingan. Daripada kehilangan nasabah bagus, mereka akan merespon dengan mengurangi marjin," ujarnya.

Sigit menuturkan, naik turunnya suku bunga acuan lebih didasarkan kepada ekspektasi inflasi.

"Kalau inflasi naik menimbulkan peningkatan suku bunga, tapi tak serta merta bank menaikkan suku bunga kredit," tutur Sigit.

Perbankan dinilai akan lebih rela untuk mengorbankan marjin keuntungan sehingga tidak banyak berdampak pada nasabah.

"Kalau persaingan tinggi misalnya untuk KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), mereka pasti memilih mengorbankan marjin sehingga beban pada nasabah tak akan banyak berbeda," ujar Sigit.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan akan menerapkan bauran kebijakan untuk merespon dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk juga suku bunga acuan.

BI sendiri akan senantiasa mengikuti, menjaga serta merespon dalam bentuk bauran kebijakan terkait hasil keputusan APBN-P 2013 dan kaitannya dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Bauran kebijakan tersebut yakni makroprudensial, bunga dan likuiditas, termasuk juga BI rate dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI).

Namun Agus tidak spesifik menyatakan akan menaikkan BI rate atau tidak jika harga BBM bersubsidi naik. Ia hanya menekankan bahwa bauran kebijakan itu akan dilakukan seandainya benar-benar diperlukan. (Ant)

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Recomended Reading

Executive Brief

BRI raup laba bersih sebesar  Rp 5,9 triliun pada kuartal I tahun 2014.

Bank Permata catat laba bersih sebesar Rp 1,73 triliun pada tahun 2013.

LPS: 18 calon investor berminat beli saham Bank Mutiara.

Akuisisi BTN ditunda hingga berakhirnya masa Kabinet Indonesia Bersatu II.

Real Madrid kalahkan Bayern Munchen dengan skor 1-0, Kamis (24/4).

PSG akan sambangi Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

MU tunjuk Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.

Jahja Setiaatmaja: Tidak ada piutang macet di BCA.

XL Axiata bagikan dividen sebesar Rp 64 per saham.

Kimia Farma bangun pabrik garam farmasi di Jatim.

OPEC beri bantuan US$ 50 juta kepada Kuba terkait infrastruktur dan pertanian.

Forrester Research tempatkan SAS sebagai pemimpin solusi ritel.

Pos Indonesia hadirkan layanan Cargopos Haji dan Umrah.

MU pecat pelatih David Moyes pada Selasa (22/4).

Dahlan: Jika akuisisi BTN ke Mandiri batal, bank asing yang diuntungkan.

Pertamina perkirakan impor elpiji pada 2014 sebesar 3,6 juta ton.

Suryadharma Ali: Mukernas III di Bogor Illegal. Saya tidak akan hadir!

Risma bantah akan dampingi Prabowo pada Pilpres Juli mendatang.

KSPI akan tuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen saat "May Day".

Pendaftaran SBMPTN dibuka pada 12 Mei-6 Juni 2014.

Entertainment & Life Style

22 April 2014 - Entertainment & Life Style

Telkomsel Gelar Digi Expo

22 April 2014 - Olahraga

MU Pecat David Moyes