Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Antraks - YLKI minta pemerintah cepat tangani dugaan kasus virus antraks di Kabupaten Kulon Progo.
  • Bulog - Bulog Cianjur pasok kebutuhan pokok untuk progam e-warong Kota Sukabumi.
  • Anthraks - Wakil Ketua Komisi IX DPR Partaonan Daulay minta pemerintah serius sikap dugaan virus anthraks di Kulon Progo.
  • Vietnam - Kepolisian Vietnam tahan seorang warga karena sebar informasi yang diduga berisi propaganda antipemerintah.
  • Australia Open - Federer melaju ke perempat final Australia Open usai menang atas Nishikori 6-7 (4), 6-4, 6-1, 4-6, dan 6-3.
  • Rod Laver -  Juara bertahan Australia Open Angelique Kerber harus tersingkir di babak keempat usai kalah 2-6 dan 3-6 dari petenis AS Coco Vandeweghe
  • Agrikultur - Nelayan cantrang masih menunggu kepastian untuk tetap dapat melaut sembari mengurus peralihan alat penangkap ikan.

Peternak Ayam Lingnan Bersedia Ganti Label

Foto Berita Peternak Ayam Lingnan Bersedia Ganti Label

WE.CO.ID - PT Barstow Indosukses selaku produsen ayam Lingnan menyatakan bersedia untuk tidak menggunakan label ayam kampung pada kemasannya, menyusul larangan yang diberikan oleh Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian.

"Saya sudah mendengar penjelasan dari Kementerian Pertanian, tidak ingin ribut antar peternak, saya memutuskan sesuai anjuran. Kita hanya akan gunakan nama Ayam Lingnan," kata Wirawan Darman Siw, pemilik peternak Ayam Lingnan, di Desa Pasir Muncang, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Wirawan mengatakan, ia tidak menggunakan label ayam kampung di kemasan dagangnya. Ia hanya menuliskan ayam ras, untuk mengkategorikan ayam yang ia jual bukan ayam petelor (buras).

Ia mengaku tidak mengerti tentang kriteria ayam kampung dengan ayam lokal. Setelah ia mendapatkan penjelasan dari Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian, ia baru mengetahui perbedaan tersebut.

Wirawan menyebutkan, ia mendapatkan bibit ayam tersebut pada tahun 2000 dari Kementerian Pertanian. Dari bibit tersebut ia mengembangkan usaha peternakan ayam hingga akhirnya sudah berjalan 13 tahun lamanya.

Ayam yang diproduksi dari peternaknya dipasok sejumlah super market di wilayah Jabodetabek hingga Bandung.

Peternak ayam Lingnan milik Wirawan ini berdiri diatas lahan seluas 1,3 hektar memiliki 31 kandang dimana 21 kandang digunakan untuk pembesaran.

Peternak ayam Lingnan ini memiliki jumlah indukan 1.500 ekor. Kapasitas produksi ke gerai modren selama dua hari sekolah yakni 500 hingga 700 ekor. Dalam sebulan ada 17 kali pemotongan, jumlah ini meningkat bila menghadapi hari besar keagamaan.

"Ayam yang kita jual dalam kondisi mati, dipasok untuk super market di Jabodetabek," katanya.

Pemberian nama ayam Lingnan, lanjut Wirawan berawal saat konsumennya menanyakan jenis ayam yang ia jual karena memiliki daging yang empuk dan enak.

"Waktu konsumen nanya nama ayamnya, spontan saja saya jawab ayam Lingnan. Saya memang sudah memakai label merk ayam Lingnan, tapi tidak ada label ayam kampung," katanya.

Menanggapi protes dari Himpunan Pengusaha Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Wirawan menyatakan siap untuk tidak menggunakan label ayam kampung.

Ia mengatakan, akan mengubah sekmen pasar ayam Lingnan menjadi ayam organik sehingga memiliki pasar sendiri dan tidak menggangu penjualan ayam kampung.

Terkait harga, lanjut Wirawan, pihaknya tetap mempertahankan harga jual yang sudah ada, yakni dari peternakan dijual Rp40.000 per ekor.

"Dari segi harga tetap, tapi dari segi kualitas akan kita kembangkan. Konsep kita ayam organik karena bebas dari antibiotik," katanya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian melakukan pengecekan bibit ayam yang dijual oleh PT Barstow Indosukses untuk mengklarifikasi protes yang dilayangkan oleh Himpuli.

Dari hasil pengecekan tersebut, ayam Lingnan yang diproduksi perusahaan peternakan tersebut bukanlah ayam kampung, tapi percampuran ayam luar yang sudah menetap lebih dari lima generasi di Indonesia sehingga dikategorikan sebagai ayam lokal.

Sementara itu, Himpuli memprotes penggunaan label ayam kampung pada produk ayam Lingnan karena dinilai merugikan peternak lokal dan membohongi masyarakat sebagai konsumen. (Ant)

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist.

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5254.311 -44.637 539
2 Agriculture 1894.581 -24.228 21
3 Mining 1381.906 -15.398 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.376 -3.276 66
5 Miscellanous Industry 1329.269 -22.152 42
6 Consumer Goods 2332.767 -12.449 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.596 -1.551 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.623 -27.356 56
9 Finance 800.382 -5.744 89
10 Trade & Service 857.727 3.453 122
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 PLIN 3,640 4,550 910 25.00
3 NAGA 175 218 43 24.57
4 SKLT 795 925 130 16.35
5 PTSN 66 76 10 15.15
6 WOMF 197 226 29 14.72
7 BRMS 78 89 11 14.10
8 NIKL 3,010 3,400 390 12.96
9 UNSP 50 56 6 12.00
10 IKAI 82 90 8 9.76
No Code Prev Close Change %
1 INCF 480 390 -90 -18.75
2 UNIC 2,720 2,230 -490 -18.01
3 WAPO 67 57 -10 -14.93
4 TBMS 785 680 -105 -13.38
5 ARTA 282 246 -36 -12.77
6 PGLI 61 54 -7 -11.48
7 AHAP 196 174 -22 -11.22
8 POLY 75 67 -8 -10.67
9 PLAS 228 206 -22 -9.65
10 MGNA 121 110 -11 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 UNSP 50 56 6 12.00
3 BRMS 78 89 11 14.10
4 ENRG 50 50 0 0.00
5 TLKM 3,970 3,830 -140 -3.53
6 SRIL 252 250 -2 -0.79
7 PBRX 440 442 2 0.45
8 ADRO 1,730 1,730 0 0.00
9 KREN 438 446 8 1.83
10 BHIT 136 142 6 4.41