Market Indices

Peternak Ayam Lingnan Bersedia Ganti Label

Rubrik Agrikultur

28 Juni 2013 07:54:00 WIB

WE.CO.ID - PT Barstow Indosukses selaku produsen ayam Lingnan menyatakan bersedia untuk tidak menggunakan label ayam kampung pada kemasannya, menyusul larangan yang diberikan oleh Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian.

"Saya sudah mendengar penjelasan dari Kementerian Pertanian, tidak ingin ribut antar peternak, saya memutuskan sesuai anjuran. Kita hanya akan gunakan nama Ayam Lingnan," kata Wirawan Darman Siw, pemilik peternak Ayam Lingnan, di Desa Pasir Muncang, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Wirawan mengatakan, ia tidak menggunakan label ayam kampung di kemasan dagangnya. Ia hanya menuliskan ayam ras, untuk mengkategorikan ayam yang ia jual bukan ayam petelor (buras).

Ia mengaku tidak mengerti tentang kriteria ayam kampung dengan ayam lokal. Setelah ia mendapatkan penjelasan dari Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian, ia baru mengetahui perbedaan tersebut.

Wirawan menyebutkan, ia mendapatkan bibit ayam tersebut pada tahun 2000 dari Kementerian Pertanian. Dari bibit tersebut ia mengembangkan usaha peternakan ayam hingga akhirnya sudah berjalan 13 tahun lamanya.

Ayam yang diproduksi dari peternaknya dipasok sejumlah super market di wilayah Jabodetabek hingga Bandung.

Peternak ayam Lingnan milik Wirawan ini berdiri diatas lahan seluas 1,3 hektar memiliki 31 kandang dimana 21 kandang digunakan untuk pembesaran.

Peternak ayam Lingnan ini memiliki jumlah indukan 1.500 ekor. Kapasitas produksi ke gerai modren selama dua hari sekolah yakni 500 hingga 700 ekor. Dalam sebulan ada 17 kali pemotongan, jumlah ini meningkat bila menghadapi hari besar keagamaan.

"Ayam yang kita jual dalam kondisi mati, dipasok untuk super market di Jabodetabek," katanya.

Pemberian nama ayam Lingnan, lanjut Wirawan berawal saat konsumennya menanyakan jenis ayam yang ia jual karena memiliki daging yang empuk dan enak.

"Waktu konsumen nanya nama ayamnya, spontan saja saya jawab ayam Lingnan. Saya memang sudah memakai label merk ayam Lingnan, tapi tidak ada label ayam kampung," katanya.

Menanggapi protes dari Himpunan Pengusaha Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Wirawan menyatakan siap untuk tidak menggunakan label ayam kampung.

Ia mengatakan, akan mengubah sekmen pasar ayam Lingnan menjadi ayam organik sehingga memiliki pasar sendiri dan tidak menggangu penjualan ayam kampung.

Terkait harga, lanjut Wirawan, pihaknya tetap mempertahankan harga jual yang sudah ada, yakni dari peternakan dijual Rp40.000 per ekor.

"Dari segi harga tetap, tapi dari segi kualitas akan kita kembangkan. Konsep kita ayam organik karena bebas dari antibiotik," katanya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian melakukan pengecekan bibit ayam yang dijual oleh PT Barstow Indosukses untuk mengklarifikasi protes yang dilayangkan oleh Himpuli.

Dari hasil pengecekan tersebut, ayam Lingnan yang diproduksi perusahaan peternakan tersebut bukanlah ayam kampung, tapi percampuran ayam luar yang sudah menetap lebih dari lima generasi di Indonesia sehingga dikategorikan sebagai ayam lokal.

Sementara itu, Himpuli memprotes penggunaan label ayam kampung pada produk ayam Lingnan karena dinilai merugikan peternak lokal dan membohongi masyarakat sebagai konsumen. (Ant)

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist.

Editor: Cipto

Recomended Reading

Berita Terkini

Jum'at, 30/01/2015 20:43 WIB

Ketua MA: KPK-Polri Tidak Usah Panas-panasan

Jum'at, 30/01/2015 20:27 WIB

Batik Nasional Mampu Kuasai Pasar Dunia

Jum'at, 30/01/2015 20:19 WIB

Target Produksi Batubara Adaro 58 Juta Ton

Jum'at, 30/01/2015 20:19 WIB

Dukung OJK, Asuransi Astra Luncurkan Asuransi Mikro

Jum'at, 30/01/2015 19:36 WIB

REI Minta Kebijakan Pajak Barang Mewah Dikaji Ulang

Jum'at, 30/01/2015 19:11 WIB

DPR Sebut Kebijakan KKP Hilangkan Pendapatan 8.000 Nelayan

Jum'at, 30/01/2015 18:54 WIB

Komisi XI Minta Perbankan Perbanyak Kredit Mikro

Jum'at, 30/01/2015 18:39 WIB

Jago Main Bola? MU sedang Cari Pemain Indonesia

Kabar EkBis

30 Januari 2015 - Ekonomi Bisnis

APKI Keluhkan Ketersediaan Bahan Baku

30 Januari 2015 - Ekonomi Bisnis

Tiga Menteri Beri Kemudahan Izin UMK

Kabar Indonesia

30 Januari 2015 - Politik

Jokowi Lompat ke Koalisi Merah Putih?

Executive Brief

Indosat dan MNC Investama Teken MoU Bidang Telekomunikasi

Komjen Budi Gunawan Tidak Penuhi Panggilan KPK

Kabareskrim Akan Diperiksa Komnas HAM Hari ini

Info Bursa Saham

Wall Street Menguat

Pasar Saham Tokyo Dibuka Naik

Pasar Saham Australia Ditutup Naik

Pasar Saham Tiongkok Dibuka Naik

Pasar Saham Hong Kong Ditutup Turun

Pasar Saham Utama Eropa Dibuka Naik

IHSG Dibuka Menguat

Pengusaha Tambang Harapkan Pasar Dalam Negeri

Tiga Investor Tiongkok Minati Sektor Listrik

Wall Street Menguat Setelah Dua Hari Turun

Harga Minyak Berbalik Naik Setelah WTI Turun Tajam

Dolar AS Menguat Didukung Data Pekerjaan Positif

Harga Emas Jatuh Setelah Pernyataan The Fed

Kanada berikan pinjaman 200 juta dolar AS kepada Ukraina.

Industri bubur kayu diminta terus tingkatkan tata kelola hutan.

Mikhail Gorbachev peringatkan Eropa potensi serangan yang berbahaya dari Rusia.

Gubernur Ahok: UMKM yang gunakan sistem uang elektronik akan lebih hemat.

Dubes Robert Blake: Pebisnis dari AS siap bermitra dengan pengusaha Batam.

Menteri Marwan: Perwakilan dagang Taiwan (TETO) ingin turut bangun desa.

Danamon: Rasio simpanan terhadap pinjaman tahun 2014 sebesar 92,6 persen.

Ganjar Pranowo: Kualitas jaringan internet di setiap jembatan timbang perlu ditingkatkan.

Ganjar Pranowo: Mayoritas angkutan barang di jembatan timbang langgar batas tonase.

Israel bunuh seorang penjaga perdamaian PBB asal Spanyol di Libanon.

BNI akan latih buruh migran tentang kewirausahaan dan edukasi tentang perbankan.

Pemkot Bogor tarik peredaran dua jenis apel asal Amerika Serikat.

English First: Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia peringkat ke-28 dari 63 negara.

Menteri Yuddy keluarkan SE wajibkan eselon III, IV dan V sampaikan laporan kekayaan.

Recommended Reading

Jum'at, 30/01/2015 13:51 WIB

Ekspor UMKM Bisa Jaga Stabilitas Moneter

Jum'at, 30/01/2015 13:16 WIB

Pengacara BG Sesalkan Pertemuan Jokowi-Prabowo

Jum'at, 30/01/2015 11:41 WIB

Jusuf Kalla Minta NU Beri Contoh Islam Berbudaya

Jum'at, 30/01/2015 10:56 WIB

Pengamat Desak Pemerintah Tolak Perpanjangan Kontrak Freeport

Jum'at, 30/01/2015 10:09 WIB

DPR Tagih Janji Pemerintah Soal Tarif Angkutan

Jum'at, 30/01/2015 10:09 WIB

DPR: KPK Jangan Libatkan TNI Terkait Kasus BG

Jum'at, 30/01/2015 03:21 WIB

Pertamina Tingkatkan Kinerja Sektor Hulu

Jum'at, 30/01/2015 02:28 WIB

Budi Gunawan Kecewa dengan Tim Independen

Entertainment

30 Januari 2015 - Olahraga

Persis Sisakan 28 Pemain Pada Uji Coba