Market Indices

Mesir Membara: Demo Besar-Besaran Menyambut Setahun Presiden Mursi

Oleh Nur - Rubrik Internasional

30 Juni 2013 11:50:00 WIB

WE.CO.ID – Menyambut setahun pelantikan Presiden Mesir Muhammad Mursi hari ini (Minggu, 30/6/2013), ribuan warga berkumpul di Alun-alun Tahrir di Kairo.

Masa mulai terkonsentrasi berkumpul di Tahrir Square bukan untuk merayakan kemenangan atas tampilnya pengganti Presiden Husni Mubarak yang dilengserkan oleh gerakan massa itu. Kerumunan massa menyemut di alun-alun yang menjadi simbol perlawanan itu untuk kembali menuntut presiden mereka lengser.

Suasana Mesir sudah memanas menjelang akhir pekan ini. Sedikitnya tiga orang tewas, termasuk seorang warga Amerika Serikat, dalam aksi kekerasan menjelang peringatan setahun tampilnya Presiden Mursi itu, Jumat (28/6/2013).

Dua orang, termasuk warga AS bernama Andrew Pochter itu, tewas saat kerusuhan meletus ketika segerombolan massa menyerbu kantor Ikhwanul Muslimin di Iskandariyah (Alexandria). Satu orang lagi korban tewas dan lima lainnya terluka saat terjadi ledakan di Port Said. Korban tewas itu ialah seorang wartawan.  

Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan bagi warganya agar menghindari atatidak bepergian ke  wilayah Mesir.

BBC melaporkan, Inggris juga mendesak warganya “menghindari tempat-tempat terjadinya demonstrasi dan kerumunan massa dalam jumlah besar.” Prancis juga meminta warga mereka membatasi perjalanan ke Mesir kecuali untuk hal-hal yang benar-benar penting.

Bukan hanya negara-negara Eropa dan AS yang mengeluarkan larangan atau peringatan semacam itu. Pemerintah di negara tetangga di Timur Tengah juga mengambil langkah serupa. Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengimbau warga negara kaya minyak itu tidak bepergian ke Mesir kecuali untuk keperluan yang benar-benar sangat mendesak. Peringatan perjalanan (travel warning) itu dikeluarkan karena pertimbangan situasi politik Mesir yang memanas dan tidak menentu serta demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Mursi lengser, hari ini.

Kelompok oposisi Mesir mengatakan lebih dari 22 juta warga telah menandatangani petisi untuk menuntut digelarnya pemilu yang dipercepat. Mereka menyerukan para penandatangan petisi tersebut keluar berduyun-duyun untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka itu, hari ini.

Lapangan Tahrir seperti menjadi basis berkumpulnya para pengunjuk rasa. Di sana berdiri sejumlah tenda dan bendera-bendera berkibaran. Dari Alun-alun Tahrir itulah para demonstran akan bergerak menuju Kantor Presiden Mursi yang mendapat dukungan dari Ikhwanul Muslimin.

Meski para demonstran anti-Presiden Mursi itu menyatakan akan menggelar aksi mereka dengan damai, tidak ada jaminan unjuk rasa bakal terbebas dari aksi kekerasan.

“Kami akan menggelar aksi secara damai. Namun, mereka (aparat pemerintah atau demonstran pendukung Presiden Mursi) mendatangi kami dengan kekerasan, kami akan melawan untuk mempertahankan diri,” ujar Amr Riad, 26.

Awal pekan ini, Presiden Mursi menawarkan dialog namun ditolak oleh para penentangnya. Mursi tampil sebagai presiden pertama mesir dari kelompok Islam pada 30 Juni 2012 setelah memenangi pemilihan umum yang dinilai berlangsung secara bebas dan adil.Kemenangan Presiden Mursi tersebut disambut sukacita oleh Ikhwanul Muslimin.

Setahun masa pemerintahannya dibayang-bayangi kekerasan politik yang terus berlangsung pascatumbangnya Husni Mubarak dan ekonomi negara itu yang memburuk.

nurcholish@wartaekonomi.com

Foto: BBC

Recomended Reading

Berita Terkini

Sabtu, 01/11/2014 05:00 WIB

SBY Didesak Selamatkan Harian Jurnas

Sabtu, 01/11/2014 04:00 WIB

Suarez Lakukan Debut Kandang Kompetitif Untuk Barca Pekan Ini

Sabtu, 01/11/2014 03:00 WIB

Timnas Indonesia Segera Gunakan Kostum Baru

Sabtu, 01/11/2014 02:00 WIB

Yusril Sarankan Presiden Undang Ketua Partai

Sabtu, 01/11/2014 01:00 WIB

Silva Absen Pada "Derby" Manchester

Jum'at, 31/10/2014 23:19 WIB

Menteri Rini Perintahkan Bulog Revisi Program Terdahulu

Jum'at, 31/10/2014 23:07 WIB

Smartfren Investasikan Dana Rp 5 Triliun untuk LTE 4G

Jum'at, 31/10/2014 22:40 WIB

GrabTaxi, Pendanaan Seri C Meraup US$ 90 Juta

Kabar Indonesia

31 Oktober 2014 - Politik

Presiden Jokowi: Jaga Persatuan di DPR!

31 Oktober 2014 - Daerah

Lagi, FPI Demo Ahok untuk Mundur

31 Oktober 2014 - Daerah

DPRD Sambut Positif Pencopotan Kadis PU

31 Oktober 2014 - Daerah

Ahok Copot Dinas PU DKI

Executive Brief

Ketum PDI-P Megawati tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Plt. Sekjen gantikan Tjahjo Kumolo.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta minta pemerintahan Jokowi fokus pembangunan daerah.

BEI akan kembangkan sistem elektronik untuk pemesanan IPO.

Bank Permata bukukan laba sebesar Rp 5,32 triliun sepanjang kuartal III-2014.

Nigeria akan kerahkan 506 relawan kesehatan ke tiga negara Afrika Barat yang dilanda Ebola.

Friederich Batari minta SBY cari solusi penyelamatan Jurnal Nasional yang akan ditutup, Sabtu (1/11).

Entertainment

31 Oktober 2014 - Entertainment & Life Style

Hati-Hati, Aluminium Bisa Bikin Sperma Tidak Subur

31 Oktober 2014 - Entertainment & Life Style

Ini Fakta "Deodorant" yang Jarang Diketahui