Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Gorontalo - Kabupaten Gorontalo dapat bantuan hibah 180 lampu LED dari Kementerian ESDM.
  • NTT - ASITA minta pemerintah tertibkan guide yang tidak berlisensi di NTT.
  • Mali - PBB kutuk serangan bom bunuh diri di satu kamp militer di Mali.
  • Gorontalo - Pemkab Gorontalo nyatakan siap dukung program prioritas dari Kemensos.
  •  Bucks - Pemain Bucks, Khris Middleton harus absen selama 1 bulan akibat cedera bahu
  • Italia - Proyek Lorenzo akan menjadi tantangan besar Ducati tahun ini
  • Palembang - Ingin menjadi Tuan Rumah Moto GP, Palembang akan bangun sirkuit tahun ini

Bank Commonwealth Bidik Pertumbuhan Kredit Double Digit

Foto Berita Bank Commonwealth Bidik Pertumbuhan Kredit Double Digit
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bank Commonwealth optimistis menapaki bisnisnya pada tahun 2017 ini. Hal tersebut terlihat dari harapan pertumbuhan kredit perseroan yang diproyeksikan dapat mencapai angka double digit.

Direktur Ritel Banking Bank Commonwealth Rustini Dewi menjelaskan perseroan berharap dapat meningkatkan kinerja bisnisnya, terutama dalam hal penyaluran kredit pada tahun ini. Entitas usaha Commonwealth Bank of Australia (CBA) itu bakal menggenjot penyaluran kredit di segmen ritel dan small medium enterprises (SME) untuk merealisasikannya.

"Mayoritas portofolio kredit kita ada di ritel dan SME," katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Jika menilik laporan keuangan perseroan periode September 2016, jumlah portofolio kredit perseroan mencapai Rp11,55 triliun. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 18,93% dari distribusi kredit perseroan di akhir 2015 lalu yang sebesar Rp13,74 triliun.

Melihat lebih jauh lebih, penurunan volume kredit perseroan juga sudah terjadi pada tahun 2015 lalu di mana saat itu jumlah kredit perseroan mencapai Rp13,74 triliun atau turun 12,11% dari periode yang sama tahun 2014 Rp15,63 triliun. Jika proyeksi perseroan benar tercapai maka pada tahun ini dapat dijadikan titik balik bagi pertumbuhan bisnis perseroan.

Sebelumnya perseroan juga telah merilis reksa dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF) melalui 70 kantor cabangnya di 31 kota besar di Indonesia. Produk yang merupakan reksa dana syariah kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) portofolio yang terdiversifikasi pada beragam saham syariah di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik (kecuali Jepang).

Tag: PT Bank Commonwealth

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Gito Adiputro Wiratno

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81