Market Indices

Dahlan Iskan Sambut Positif Proyek Bandara Buleleng

Oleh Ihsan - Rubrik Ekonomi Bisnis

07 Juli 2013 05:00:00 WIB

WE.CO.ID - Denpasar, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyambut positif rencana proyek pembangunan bandar udara di Kabupaten Buleleng, Bali, dengan menyertakan sejumlah BUMN.

"Nanti saya rundingkan bersama BUMN, tetapi biar jalan tol (Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua) jadi dulu," katanya seusai melepas peserta jalan santai dan bersepeda gembira di tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua, Sabtu.

Menurut dia, rencana tersebut akan dilakukan setelah dua proyek prestisius, yakni tol di atas perairan laut yang menghubungkan Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua dan perluasan Bandara Ngurah Rai selesai dan diresmikan oleh Presiden Yudhoyono sebelum KTT APEC digelar di Bali, Oktober mendatang.

Terkait keinginan Pemerintah Provinsi Bali bahwa bandara baru di Kabupaten Buleleng itu dikerjakan dan dikelola oleh pemerintah dan BUMN, Dahlan menanggapinya positif. "Iya, boleh," ucapnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sebelumnya sempat mengadakan pembicaraan dengan Dahlan Iskan terkait pola pembiayaan pembangunan bandara oleh konsorsium BUMN.

Dia menyatakan bahwa model pembangunan bandara baru itu seperti halnya pembangunan jalan di atas perairan sepanjang 12 kilometer yang dilakukan melalui konsorsium BUMN.

"Modelnya seperti 'public private partnership'. Kalau pemerintah itu 'public', 'private' itu bisa swasta dan termasuk BUMN. Yang saya inginkan konsorsium BUMN seperti jalan di atas perairan," kata Pastika, Selasa (2/7).

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah membentuk tim kecil untuk menentukan lokasi pembangunan bandara di Buleleng yang atas unsur pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diketuai oleh Kepala Dinas Perhubungan Informasi, dan Komunikasi Provinsi Bali Dewa Punia Asa.

Dua lokasi bandara tersebut yakni di kawasan Gerokgak dan Kubutambahan yang hasilnya akan dibahas kembali dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan pada 9 Juli mendatang. (Ant)

Foto : SY

Recomended Reading

Selasa, 23/09/2014 11:03 WIB

TMLI Ramaikan Jak-Japan Matsuri 2014

Selasa, 23/09/2014 12:22 WIB

KSPI Minta Upah Murah Dihapus sebelum MEA

Selasa, 23/09/2014 10:29 WIB

Perang Suku Bunga Deposito Akibat Terbatasnya DPK

Executive Brief

KSEI gandeng Korea Securities Depository kembangkan sistem pengelolaan investasi terpadu.

BEI catat total emisi surat utang sepanjang tahun 2014 senilai Rp 28,842 triliun.

Pengamat: Fluktuasi nilai tukar rupiah belum bebani pengusaha.

Ekonom: Pemerintah harus perbaiki fundamental ekonomi agar pelaku pasar tidak larikan modalnya.

Banggar DPR tetapkan belanja subsidi untuk BBM dalam RAPBN 2015 sebesar Rp 276 triliun.

Perdagangan luar negeri aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali ke Australia masih cerah.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten kembangkan tanaman karet jadi komoditas unggulan.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bali fasilitasi kelompok tani pasarkan produksi ke pusat berbelajaan.

Pengamat: Prediksi Pertamina soal migrasi elpiji dari 12 kg ke 3 kg hanya dua persen cenderung manipulatif.

Gapki: Pangsa minyak sawit dalam minyak nabati dunia berkembang pesat.

Perkebunan kelapa jadi andalan ekonomi petani Banten.

YLK Sumsel minta Pertamina setempat tertibkan pangkalan gas elpiji.

Edy Suandi Hamid: Indonesia perlu lakukan transformasi perekonomian.

Pengamat: Banyak produk perundang-undangan yang berlaku diskriminatif terhadap koperasi.

Pemprov Bali lakukan langkah strategis dalam menuju pertanian organik.

Gubernur Bali ajak masyarakat lebih hargai produk pertanian lokal.

OJK diharapkan perbanyak sosialisasi soal perbankan dan sistem pengawasan keuangan syariah.

Dunia perbankan tunggu inovasi OJK terkait pengawasan sistem keuangan berbasis syariah.

Ekonom perkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir 2014 akan capai Rp 11.400.

Entertainment & Life Style

21 September 2014 - Entertainment & Life Style

'Garuda Superhero' Pelopor Film Animasi Kepahlawanan

21 September 2014 - Olahraga

Arsenal Menang 3-0 Atas Aston Villa

18 September 2014 - Olahraga

Boaz: Kami Lengah Di Babak Kedua