Portal Berita Ekonomi Rabu, 28 September 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5425.337 Change: 5.733 Stock: 538
  • Agriculture Today: 1790.200 Change: -6.885 Stock: 21
  • Mining Today: 1163.813 Change: 0.495 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 526.046 Change: 7.850 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1431.255 Change: 5.229 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2547.522 Change: 41.943 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 568.509 Change: 1.713 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1120.894 Change: -3.671 Stock: 56
  • Finance Today: 799.529 Change: -12.239 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 852.825 Change: -1.231 Stock: 120

Otobiografi Pangeran Diponegoro, Memori Dunia Yang Belum Terjangkau

Foto Berita Otobiografi Pangeran Diponegoro, Memori Dunia Yang Belum Terjangkau

WE.CO.ID, Jakarta – Catatan kisah hidup pahlawan nasional Pangeran Diponegoro menambah daftar naskah kuno Indonesia yang diakui sebagai ingatan kolektif dunia atau Memory of the World (MOW).

Selama ini, yang terkuak tentang biografi Pangeran Diponegoro ialah perjuangannya menentang penjajahan Belanda di bumi Nusantara, khususnya Tanah Jawa. Dia mengobarkan Perang Jawa atau De Java Oorlog selama 1825-1830. Belanda kalang kabut dan dibuat kalut. Lima tahun lamanya tidak mampu memadamkan perlawanan Pangeran Diponegoro dan menaklukkan pasukannya. Tipu muslihatlah yang kemudian mengakhiri perang tersebut. Belanda yang licik akhirnya memperdaya Pangeran Diponegoro, menangkapnya dan membuang ke tempat pengasingan di Tanah Celebes atau Sulawesi.

Dalam buku-buku sejarah yang beredar, cerita tentang Diponegoro kecil dan sikap politiknya terkait dengan tahta kerajaan hanya sekelumit dipaparkan. Namun, di Babad Dipanegara, Anda akan temukan secara rinci sosok Diponegoro.

Babad Dipanegara adalah naskah kuno berupa otobiografi dan perjalanan hidup Diponegoro yang ditulis selama dia diasingkan di Manado pada 1831 hingga 1832.

Naskah kuno ini pada akhir Maret 2012 diajukan dalam sebagai memori kolektif dunia secara internasional atau MOW. Setahun kemudian, pada Juni 2013 naskah otobiografi itu akhirnya diakui sebagai Internasional MOW Register.

MOW merupakan satu program yang digerakkan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO), yang bertujuan untuk menghargai dan merawat serta mengupayakan publikasi atas peninggalan-peninggalan berupa catatan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa kesejarahan atau pun budaya yang dianggap penting bagi dunia.

"Ini adalah bagian dari sejarah dunia yang membanggakan Indonesia. Karena untuk masuk dan diterima di dunia internasional itu susah sekali," ujar Kepala Bidang Litbang Kominfo Aizirman Djusan di Jakarta.

Tidak hanya Babad Dipanegara, pada saat yang bersamaan Unesco juga mengakui dokumen kuno Nagarakertagama sebagai Internasional MOW Register. Sebelumnya pada 2007, Indonesia mengajukan Nagarakertagama dalam Regional MOW Register yang kemudian disetujui UNESCO dalam sidang tahun 2008 di Canberra, Australia.

"Pada akhir Maret 2012 dokumen ini kembali diajukan bersama naskah otobiografi 'Babad Dipanegara' dan akhirnya diakui pada Juni ini," jelas Aizirman.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Edi Sedyawati menjelaskan bahwa "Nagarakertagama" adalah dokumen gubahan Empu Prapanca yang merupakan deskripsi kejayaan dan kebesaran Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

"Dokumen kuno ini ditulis di atas daun lontar dengan huruf dan bahasa Jawa Kuna, serta berisi tentang hukum, undang-undang serta tata pemerintahan yang menjadi warisan Majapahit," jelas Edi.

Selain Babad Dipanegara dan Nagarakertagama, naskah kuno bernama "I La Galigo' sudah terdaftar sebagai International MOW Register pada 27 Juli 2011. I La Galigo merupakan karya sastra terbesar di dunia yang berasal dari Sulawesi dan diperkirakan ditulis sekitar abad ke-10.

Sosok Diponegoro pada masanya tentu cukup dibenci sekaligus disegani oleh bangsa penjajah. Hal itu diceritakan secara rinci dalam buku The Power of Prophesy yang diterbitkan oleh penerbit Belanda pada 2008.

Tertulis dalam buku itu bahwa Diponegoro adalah seorang jenius Jawa yang ditakdirkan untuk menjadi benteng terakhir dari ketahanan Penguasa Jawa terhadap arus kolonialisme.

"Tapi setelah saya membaca buku tersebut dari depan sampai akhir, justru timbul perasaan geram dan marah," ujar pengamat pendidikan dan kebudayaan Wardiman Djojonegoro di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Wardiman menjelaskan bahwa dalam buku tersebut Diponegoro ditulis sebagai seorang bangsawan Jawa yang murka karena tidak mendapatkan tahta kerajaan. Tidak hanya buku The Power of Prophesy, namun buku-buku sejarah di luar negeri ternyata juga menuliskan kisah mengenai perebutan tahta ini.

Sementara itu, berdasarkan data-data sejarah yang ditunjukkan oleh budayawan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Peter Carey, Diponegoro telah dua kali menolak menjadi pewaris tahta. Bahkan perjuangan Diponegoro yang dijuluki 'Ratu Adil', didukung oleh para bangsawan, rakyat, dan ulama.

"Maka timbulah tekad untuk meluruskan tulisan sejarah sesuai fakta yang ada," kata Wardiman.

Dalam Babad Dipanegara, Wardiman memaparkan memang ada tertulis bahwa Diponegoro adalah seorang pembangkang yang tidak mau menyembah Sultan Muda serta beristri banyak. Namun reaksi itu menurut Wardiman dapat dijelaskan dalam naskah otobiografi kuno Babad Dipanegara.

"Kami patut bersyukur karena dunia internasional sudah menerima Babad Dipanegara, dan hendaknya ini menjadi inspirasi dan tekad untuk langkah selanjutnya," kata Wardiman.

Yang dimaksud oleh Wardiman adalah supaya Babad Dipanegara bisa menjadi acuan untuk buku-buku sejarah baik di dalam maupun di luar negeri, untuk melengkapi kisah mengenai Diponegoro sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

"Agar para akademisi Indonesia juga bisa menggali lebih banyak lagi sejarah dari abad 17, 18, dan 19, sehingga saat menuliskannya tidak terlalu bergantung kepada penulis barat," tegas Wardiman.

Di balik rasa bangga dan bahagia atas diakuinya Babad Dipanegara di panggung internasional, budayawan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Peter Carey mengatakan bahwa bangsa Indonesia tetap harus sadar bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi situasi yang sulit terkait dengan naskah-naskah serta dokumen-dokumen kuno tersebut.

"Ini adalah satu tantangan besar. Bagaimana kami bisa menjamin bahwa masyarakat akan bisa menjangkau naskah yang sudah diakui sebagai Ingatan Kolektif Dunia tersebut," kata Carey pada paparannya di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hingga saat ini baik naskah terjemahan dalam Bahasa Indonesia maupun edisi asli dari dokumen dan naskah kuno tersebut masih sulit untuk dijangkau oleh masyarakat umum atau bahkan sama sekali tidak ada akses.

Carey mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada terbitan atau terjemahan lengkap dari naskah asli Babad Dipanegara yang ditulis dalam aksara 'pegon' (Bahasa Jawa yang ditulis dengan aksara Arab gundul) dari naskah asli yang dulu disimpan oleh keluarga Diponegoro di Makassar, Sulawesi Selatan dan sekarang konon hilang.

Naskah yang dimaksud oleh Carey adalah naskah Babad Dipanegara versi yang telah diedit dari kopi aksara Jawa yang dibuat oleh Bataviaasch Genootschap di Algemene Secretarie (Sekretariat Negara) di Bogor pada 1860. Naskah ini juga pernah diterbitkan oleh penerbit Hindia Belanda, Albert Rusche & Co di Surakarta pada 1908 - 1909.

"Tapi pada edisi ini hampir sepertiga dari isi babad tersebut dihilangkan, yaitu bagian yang terkait dengan sejarah nabi-nabi dan sejarah Jawa," ungkap Carey.

Memang ada publikasi empat jilid babad ini yang telah beredar di Perpustakan Nasional RI pada 2010, namun sayang sekali sifatnya masih sangat terbatas. Publikasi ini juga terbatas karena menghilangkan hampir satu bagian penuh dari naskah asli, sehingga tidak didasarkan atas naskah dari aksara pegon yang asli.

"Yang disayangkan lagi, edisi ini juga tidak dijual untuk umum, sehingga masih sulit dijangkau masyarakat apalagi bagi mereka yang tidak mengerti Bahasa Jawa," keluh Carey. (Ant/Zita Meirina)

redaksi@wartaekonomi.com

Penulis: ***

Editor: Nurcholish MA Basyari

Executive Brief

  • Bursa - Pagi ini (28/9) IHSG dibuka turun 28,64 (0,53%) ke level 5.390,76

  • Israel - Mantan Presiden Israel, Shimon Peres meninggal dunia dalam usia 93 tahun, Rabu (28/9).

  • Cisco - Cisco akan melakukan ekspansi ke Meksiko dengan nilai investasi senilai US$ 4 Milyar.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (28/9) Rp550.000 per gram.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (28/9) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp13.926 dibandingkan  kemarin Rp 13.027.

  • Demokrat - Ketua Pemenangan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Ibas mempersilahkan kader partai Demokrat untuk mundur bila tidak sesuai dengan kebijakan partai.

  • Mars - Miliarder Elon Musk menguraikan rencana untuk manusia agar dapat menjelajahi Planet Mars.

  • Sidang Jessica - Kuasa Hukum Jessica berharap Jessica jujur agar kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dapat terang benderang.

  • New York - Koleksi seni penyanyi David Bowie tiba akan dilelang akhir November 2016 di New York.

  • PKS - PKS berharap jika terpilih, Anies-Sandiaga menyelesaikan tugasnya di Jakarta hingga 2022.

  • LAPAN - LAPAN memprediksi dalam beberapa hari kedepan akan ada lagi sampah antariksa yang jatuh namun tempatnya tidak dapat diprediksi.

  • Inggris - Sam Allardyce mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Inggris setelah menjabat selama 67 hari.

  • Hari Listrik Nasional - Wapres Jusuf Kalla akan membuka Hari Listrik Nasional di JCC Senayan hari ini (28/9).

  • PON - Panitia akan menggratiskan 35.000 tiket partai Final Sepak Bola PON ke-19.

  • Bukit Duri - Ahok mengatakan normalisasi sungai merupakan alasan percepatan penggusuran darah Bukit Duri.

  • Wuhan Open - Simona Halep mengalahkan Yaroslava Shvedova 6-3, 6-3 di babak keempat Wuhan Open.

  • China - China mentargetkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

  • Kanada - Petronas telah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Kanada untuk proyek gas senilai US$ 27 Miliar.

  • PLN - Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, meminta PLN berlaku transparan dalam menyelesaikan megaproyek penyediaan listrik 35.000 MW.

  • AS - Rekor baru tercipta 84 juta orang menonton debat calon presiden yang pertama antara Hillary Clinton dan Donald Trump. 

  • Nelayan - Menteri Susi Pudjiastuti berencana memperbarui kawasan Muara Baru, Jakarta Utara dengan beragam fasilitas dan sarana modern.

  • Energi - Provinsi Lampung memiliki sumber panas bumi yang cukup besar dan menduduki peringkat ketiga setelah Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Utara.

  • Politik - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut akan ada paket kebijakan di bidang hukum yang sedang dipersiapkan pemerintah.

  • Pilgub DKI - Yusril Ihza Mahendra mengambil hikmah dari kegagalannya mengajukan diri sebagai calon gubernur di Pilkada DKI 2017 karena tidak diusung partai politik mana pun. 

  • Ekonomi - Menkeu Sri Mulyani Indrawati menilai masyarakat menikmati keuntungan dari penguatan rupiah meskipun dari sisi anggaran terdapat implikasinya.

  • Perbankan - OJK sebut, pembiayaan bermasalah perbankan syariah menurun per Juli 2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

  • BBRI - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero).

  • Perbankan - OJK meyakini pangsa pasar perbankan syariah mencapai 5,16%5,3% terhadap perbankan nasional per September 2016.

  • Asuransi - PT FWD Life Indonesia kucurkan biaya investasi Rp200 miliar untuk pengembangan sistem teknologi yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan pemasaran.

  • BSIM - PT Bank Sinarmas Tbk. merealisasikan penyaluran kredit sektor UMKM senilai Rp1,68 triliun atau 93,3% dari total target tahun ini Rp1,8 triliun.

  • Infrastruktur - Pembangunan Jalan Akses Tol Tanjung Priok dengan panjang total 11,4 kilometer yg sedang dikerjakan ditargetkan rampung pada Maret tahun depan.

  • BMRI - PT Bank Mandiri Tbk. menyiapkan strategi antisipasi untuk menjaga pendapatan dari bisnis kartu kredit seiring dengan rencana BI menurunkan capping suku bunga kartu kredit.

  • Green Economy - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendorong provinsi-provinsi di Indonesia untuk mengadopsi konsep pembangunan ekonomi hijau.

  • Logistik - GINSI Jatim menilai rencana pemerintah untuk memberlakukan tarif progresif pada jasa penumpukan peti kemas perlu dikaji kembali.

  • Digital Economy - Pemerintah siapkan paket kebijakan ekonomi jilid ke-14 untuk membahas  ekonomi digital yang menggairahkan industri ecommerce di Indonesia.

  • FAST - PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp200 miliar.

  • TOBA - PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TOBA) membidik produksi batu bara pada tahun ini dapat mencapai 7 juta ton.

  • RIGS - PT Rig Tenders Indonesia Tbk. mengalokasikan sekitar US$25 juta untuk belanja modal tahun fiskal 2016

  • Digital Economy - Menkominfo dorong pengembangan industri digital difokuskan pada industri software yang potensi pasarnya dinilai lebih besar dibandingkan hardware.

  • Infrastruktur - Ancam 20.000 orang menganggur, serikat pekerja tolak otomatisasi gardu tol.

  • Agribisnis - KEIN sebut industri kelapa sawit di Indonesia minim menghasilkan inovasi pengembangan produk hilirisasi.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 HEXA 2,900 3,620 720 24.83
2 AGRO 292 356 64 21.92
3 ALKA 250 300 50 20.00
4 BEKS 52 62 10 19.23
5 BMAS 296 350 54 18.24
6 ASBI 360 418 58 16.11
7 DART 442 498 56 12.67
8 PNSE 985 1,100 115 11.68
9 VINS 68 75 7 10.29
10 PPRO 1,025 1,130 105 10.24
No Code Prev Close Change %
1 SONA 2,800 2,520 -280 -10.00
2 BCIP 760 685 -75 -9.87
3 IGAR 610 550 -60 -9.84
4 MLIA 545 492 -53 -9.72
5 LMPI 206 186 -20 -9.71
6 LPKR 1,100 995 -105 -9.55
7 OKAS 85 77 -8 -9.41
8 PLAS 1,025 930 -95 -9.27
9 BBHI 87 79 -8 -9.20
10 LAMI 394 358 -36 -9.14
No Code Prev Close Change %
1 AGII 1,100 1,160 60 5.45
2 BMRI 11,750 11,300 -450 -3.83
3 BEKS 52 62 10 19.23
4 ANTM 770 795 25 3.25
5 LMPI 206 186 -20 -9.71
6 PPRO 1,025 1,130 105 10.24
7 LPKR 1,100 995 -105 -9.55
8 PBRX 450 452 2 0.44
9 BBCA 16,000 15,425 -575 -3.59
10 PGAS 2,870 2,820 -50 -1.74
No Code Freq Value
1 MS 9,591 1,969,929,118,990
2 CG 11,864 1,206,305,967,642
3 KZ 12,038 1,120,958,510,000
4 CC 37,156 915,430,345,200
5 DH 7,343 766,968,021,500
6 YP 49,702 700,701,415,400
7 CS 14,456 629,206,426,400
8 YU 20,782 604,529,876,400
9 RX 6,839 563,476,872,770
10 DB 23,566 557,365,984,000