Market Indices

Gila! Harga Tomat di Jepang 4 Juta per Kilo!

Oleh Ihsan - Rubrik Agrikultur

18 Juli 2013 16:35:00 WIB

WE.CO.ID, Jakarta - Di tengah kenaikan harga-harga bahan pangan, ternyata Indonesia masih jauh lebih beruntung dibandingkan Jepang. Harga bahan pangan di Indonesia masih lebih terjangkau dibandingkan harga bahan pangan di Jepang.

Bayangkan saja, harga tomat di Negeri Sakura itu, misalnya, bisa mencapai Rp4 juta per kilogram!
Melihat kondisi ini, banyak perusahaan Jepang yang berminat untuk berinvestasi di sektor agrikultur dan perikanan di Indonesia. Deputy General Manager The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Yasuo Matsuyama pada acara diskusi program Green Investment, Innovation and Productivity putaran kedua di Jakarta Rabu petang (17/7/2013) mengatakan, semakin banyak perusahaan Jepang yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar 1.500 perusahaan jepang yang telah beroperasi di Indonesia. Ia menyebutkan jumlah tersebut akan bertambah 200 perusahaan dalam rentang waktu satu tahun.

Masyarakat Indonesia sangat beruntung dianugerahi alam Indonesia yang begitu subur yang didukung oleh iklim tropis sehingga sangat ideal untuk menumbuhkan segala jenis tanaman. Sedangkan Jepang hanya memiliki sedikit wilayah pertanian, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Jepang harus mengandalkan impor dari negara lain. Selain itu, letak geografis Jepang yang beriklim subtropis menjadikannya semakin sulit untuk menumbuhkan tanaman pangan.
Pihak Jepang melihat ada potensi yang sangat besar di sektor agrikultur dan perikanan Indonesia. Matsuyama mencontohkan harga tomat di Jepang jika dikonversi ke Rupiah bisa mencapai Rp4 juta per kilogram, sedangkan di Indonesia harga tomat paling mahal hanya Rp50.000 per kilogram.

Dengan harga yang selangit itu pun, Matsuyama menyebutkan, kebanyakan perusahaan Jepang di sektor agrikultur selalu mengalami kerugian. Ini dikarenakan petani harus menggunakan teknologi tinggi yang membutuhkan biaya yang sangat mahal agar tanaman pangan bisa tumbuh dengan baik.

happy@wartaekonomi.com

Foto : jibtv.com

 

Penulis: Happy Fajrian

Recomended Reading

Kabar EkBis

21 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Indonesia Minta Peluang Kerja Lebih Besar di Korsel

Kabar Indonesia

21 Agustus 2014 - Politik

Jala PRT Ingatkan Janji Joko Widodo

21 Agustus 2014 - Politik

Prabowo: "Becik Ketitik Ala Ketara"

Executive Brief

BKPM: Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum sempurna.

CT: Pengunduran diri Karen dari Dirut Pertamina bukan karena alasan politis.

BKPM berupaya untuk pangkas perizinan usaha yang dianggap kurang relevan.

CT: Dirut Pertamina pengganti Karen akan dipilih dan ditetapkan pemerintahan baru.

BI: Kondisi perbankan di Banten pada triwulan II-2014 secara umum baik.

BKPM optimis investasi akan terus meningkat.

Panin Asset Management tawarkan produk reksa dana melalui penjualan properti.

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

Tri Herdianto: Keberadaan OJK arahkan industri keuangan untuk ikuti aturan hukum.

KSEI akan kerja sama dengan Bank Mandiri untuk sinergikan pasar modal dan perbankan.

Menkeu: :enaikan harga BBM bersubsidi dapat berikan ruang fiskal yang lebih ekspansif.

Menkeu: Alokasi dana desa yang ideal adalah Rp 64 triliun.

Entertainment & Life Style

19 Agustus 2014 - Entertainment & Life Style

Commonwealth Life Kampanyekan Gaya Hidup Sehat