Portal Berita Ekonomi Sabtu, 01 Oktober 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5364.804 Change: -67.153 Stock: 538
  • Agriculture Today: 1793.358 Change: -0.566 Stock: 21
  • Mining Today: 1158.594 Change: -28.037 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 512.808 Change: -11.547 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1368.732 Change: -58.675 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2459.164 Change: -50.419 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 565.086 Change: -5.105 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1131.971 Change: -0.183 Stock: 56
  • Finance Today: 803.852 Change: -3.696 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 852.405 Change: -3.354 Stock: 120

Kadin: Monopoli Pelabuhan Perburuk Pelayanan Logistik

Foto Berita Kadin: Monopoli Pelabuhan Perburuk Pelayanan Logistik

WE.CO.ID - Kadin Indonesia mengkhawatirkan kualitas pelayanan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lainnya di Indonesia akan terus memburuk jika masih dimonopoli oleh PT Pelindo.

"Penyelenggaraan pelabuhan di Indonesia masih di monopoli PT Pelindo, untuk itu perlu upaya membuat kompetisi dalam penyelenggaraan layanan pada pelabuhan," kata Pengurus Komite Tetap Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kadin Indonesia Gemilang Tarigan, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Menurut Tarigan, sejauh ini belum ada perubahan dalam penyelenggaraan pelabuhan padahal UU No. 17/2008 tentang Pelayaran menegaskan pengaturan penyelenggaraan pelabuhan di Indonesia memuat penghapusan monopoli, memisahkan regulator dan operator serta melibatkan pemerintah daerah dan swasta.

Ia menambahkan, penjelasan umum UU No.17/2008 diatur pemisahan regulator dan operator serta memberikan peran serta pemerintah daerah dan swasta secara proporsional di dalam penyelenggaraan pelabuhan.

Kadin Indonesia mencatat dari 25 pelabuhan strategis yang tercatat di Kementerian Perhubungan, hingga kini belum satupun yang dikelola oleh swasta, sementara pemerintah daerah dalam hal ini Otorita Batam memiliki 1 pelabuhan di Batam.

"Selama masih di monopoli, mustahil tercipta kompetisi layanan logistik yang efisien di pelabuhan. Akibatnya, ketika biaya logistik tidak efisien dan mahal, pemilik barang tidak memiliki pilihan," ujarnya.

Indikator ketidakefisienan terlihat dari tingginya tingkat antrean kapal, kongesti kendaraan, "waiting time" kapal yang tinggi, lamanya waktu bongkar muat (dwelling time) hingga ketidakpastian biaya logistik dan waktu barang di pelabuhan.

"Kondisi Priok cukup mencerminkan dampak monopoli penyelenggaraan pelabuhan serta kombinasi ketidakmampuan Pelindo II mengelola dan mengantisipasi pertumbuhan arus barang," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Bidang Transportasi, Logistik dan Kepelabuhanan, Sjafrizal BK mengatakan Pelindo II seharusnya sudah memprediksi peningkatan arus logistik menjelang Puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

"Ini kan sudah rutin. Kenapa tidak diantisipasi," ucapnya.

Para pemilik barang menjadi pihak yang paling dirugikan atas kongesti darat dan laut hingga logistik di pelabuhan Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah agar serius membenahi akar masalah penyelenggaraan Pelabuhan di Indonesia dengan menghapus penyelenggaraan pelabuhan di monopoli oleh Pelindo.

redaksi@wartaekonomi.com

Foto: Sufri Y.

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Executive Brief

  • Energi - Kementerian ESDM memutuskan agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar pada periode Oktober tak mengalami perubahan.

  • Pajak - Menkeu Sri Mulyani Indrawati akan fokus untuk mendorong keterlibatan UMKM agar lebih tertarik mengikuti program amnesti pajak pada periode kedua.

  • PNIN - PT Bank Panin Tbk. Branch Bali terus melakukan sosialisasi kepada nasabah setelah ditunjuk kembali sebagai agen penjual obligasi ritel Indonesia atau ORI013.

  • Pajak - Pemprov Jatim ingin menggejot pertumbuhan di sektor UMKM, infrastruktur serta pariwisata dari hasil kinerja program tax amnesty.

  • Perbankan - Bank syariah diproyeksikan butuh waktu antara 3 tahun hingga 5 tahun untuk bisa mencapai besaran aset 10% terhadap aset perusahaan induk.

  • Energi - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan evaluasi administrasi dan teknis untuk lelang pembangkit listrik tenaga uap dan gas (PLTGU) Jawa I.

  • Golkar - Kader muda Golkar pertanyakan kembali keputusan Golkar untuk memilih kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • Tax Amnesty - Akhir Periode I Tax Amnesty, Uang Tebusan mencapai Rp 97,2 triliun atau 58.9 % dari target Rp 165 Triliun.

  • Ahok - Roy Suryo mengkritik Ahok hanya menjalankan program yang ada tanpa terlihat visi yang jelas.

  • Golkar - Kader muda Golkar mempertanyakan komitmen Golkar untuk mendorong kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • City - Guardiola menyebut permainan Manchester City akan jauh lebih baik di tahun ketiga dirinya bersama City.

  • Inggris - Juara Dunia Tinju Kelas Berat asal Inggris Tyson Fury positif menggunakan kokain dalam test yang dilakukan oleh VADA.

  • Volkswagen - Volkswagen akan membayar US$ 1.2 Milliar kepada 652 dealer mobil di Amerika Serikat sebagai kompensasi kecurangan yang dilakukan VW terhadap emisi diesel di mobilnya.

  • Pilgub DKI - Ketiga pasangan Cagub dan Cawagub telah dinyatakan lolos kesehatan.

  • KPK - KPK tidak memperpanjang pencekalan terhadap saksi kasus Reklamasi, Aguan.

  • Ritel - Aprindo memberhentikan program kantong plastik berbayar yang dijalankan toko ritel modern di seluruh Indonesia, terhitung 1 Oktober 2016.

  • Infrastruktur - Kementerian PUPR menggunakan pinjaman luar negeri hingga US$ 2 miliar untuk pembangunan jalan nasional hingga 2019.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (30/9) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp12.998 dibandingkan  kemarin Rp 12.952.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (30/9) Rp549.000 per gram.

  • GIAA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memeroleh fasilitas kredit dari Bank BRI (BBRI) senilai US$50 juta.

  • BINAA - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) berencana melakukan penambahan modal melalui  rights issue dengan menerbitkan 2,93 miliar saham baru.

  • JTPE - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.(JTPE) melakukan penambahan setoran modal anak usaha senilai Rp4,25 miliar.

  • EMDE - PT Megapolitan Development Tbk. membeli lima kavling tanah seluas 7.220 m2 seharga Rp57,5 miliar di Cinere dari beberapa pemegang saham.

  • CTRA - PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) membukukan pendapatan sebanyak Rp2,87 triliun dalam enam bulan pertama 2016.

  • PTPP - PT PP Properti Tbk. menyiapkan investasi sebesar Rp500 miliar untuk membangun tiga menara apartemen di Semarang.

  • Obligasi - Pefindo menerima mandat untuk memeringkat penerbitan obligasi, sukuk dan medium term notes (MTN) senilai Rp11,39 triliun pada akhir kuartal tahun ini.

  • MNCN - RUPSLB PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) mengangkat David Fernando Audy sebagai direktur utama perseroan.

  • MEDC - Setelah menderita kerugian pada paruh pertama tahun lalu,  PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) kini berhasil meraup untung.

  • Manufaktur - Pelaku industri kelapa sawit akan membangun industri pengolah limbah spent bleaching earth untuk menjadi minyak kembali dengan kandungan nilai tinggi.

  • WSKT - Korporasi konstruksi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menargetkan dapat menambah ekuitas sebesar Rp10 triliun pada akhir 2016.

  • BTPN - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) masuk ke dalam daftar 50 perusahaan yang mengubah dunia Fortune Change the World 2016, melalui produk BTPN Wow!.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BTEK 940 1,175 235 25.00
2 CANI 280 350 70 25.00
3 KPIG 1,240 1,550 310 25.00
4 SRAJ 348 430 82 23.56
5 AMAG 326 400 74 22.70
6 PLAS 900 1,100 200 22.22
7 BRAM 6,200 7,400 1,200 19.35
8 AIMS 228 268 40 17.54
9 DYAN 55 64 9 16.36
10 INAF 2,150 2,490 340 15.81
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,200 1,080 -120 -10.00
2 BCIP 650 585 -65 -10.00
3 DSSA 7,100 6,400 -700 -9.86
4 OKAS 92 83 -9 -9.78
5 IGAR 496 448 -48 -9.68
6 SKBM 690 625 -65 -9.42
7 ARTI 75 68 -7 -9.33
8 GEMS 1,560 1,420 -140 -8.97
9 KARW 312 284 -28 -8.97
10 LMPI 168 153 -15 -8.93
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 1,260 1,330 70 5.56
2 PGAS 2,850 2,870 20 0.70
3 ASII 8,675 8,250 -425 -4.90
4 TLKM 4,290 4,310 20 0.47
5 ELSA 472 456 -16 -3.39
6 SRIL 220 208 -12 -5.45
7 BMRI 11,425 11,200 -225 -1.97
8 ANTM 830 820 -10 -1.20
9 MYRX 145 140 -5 -3.45
10 LPKR 1,005 990 -15 -1.49
No Code Freq Value
1 MS 11,973 1,064,184,591,900
2 KZ 12,573 924,592,835,100
3 MU 1,032 878,390,661,000
4 YU 20,153 864,486,860,820
5 ML 28,193 842,425,469,900
6 ZP 18,117 728,402,775,952
7 YP 51,396 702,330,909,300
8 CS 14,271 695,625,822,700
9 CC 37,331 685,102,454,400
10 RB 59 683,621,405,135