Market Indices

Kadin: Monopoli Pelabuhan Perburuk Pelayanan Logistik

Rubrik Infrastruktur

25 Juli 2013 17:31:00 WIB

WE.CO.ID - Kadin Indonesia mengkhawatirkan kualitas pelayanan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lainnya di Indonesia akan terus memburuk jika masih dimonopoli oleh PT Pelindo.

"Penyelenggaraan pelabuhan di Indonesia masih di monopoli PT Pelindo, untuk itu perlu upaya membuat kompetisi dalam penyelenggaraan layanan pada pelabuhan," kata Pengurus Komite Tetap Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kadin Indonesia Gemilang Tarigan, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Menurut Tarigan, sejauh ini belum ada perubahan dalam penyelenggaraan pelabuhan padahal UU No. 17/2008 tentang Pelayaran menegaskan pengaturan penyelenggaraan pelabuhan di Indonesia memuat penghapusan monopoli, memisahkan regulator dan operator serta melibatkan pemerintah daerah dan swasta.

Ia menambahkan, penjelasan umum UU No.17/2008 diatur pemisahan regulator dan operator serta memberikan peran serta pemerintah daerah dan swasta secara proporsional di dalam penyelenggaraan pelabuhan.

Kadin Indonesia mencatat dari 25 pelabuhan strategis yang tercatat di Kementerian Perhubungan, hingga kini belum satupun yang dikelola oleh swasta, sementara pemerintah daerah dalam hal ini Otorita Batam memiliki 1 pelabuhan di Batam.

"Selama masih di monopoli, mustahil tercipta kompetisi layanan logistik yang efisien di pelabuhan. Akibatnya, ketika biaya logistik tidak efisien dan mahal, pemilik barang tidak memiliki pilihan," ujarnya.

Indikator ketidakefisienan terlihat dari tingginya tingkat antrean kapal, kongesti kendaraan, "waiting time" kapal yang tinggi, lamanya waktu bongkar muat (dwelling time) hingga ketidakpastian biaya logistik dan waktu barang di pelabuhan.

"Kondisi Priok cukup mencerminkan dampak monopoli penyelenggaraan pelabuhan serta kombinasi ketidakmampuan Pelindo II mengelola dan mengantisipasi pertumbuhan arus barang," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Bidang Transportasi, Logistik dan Kepelabuhanan, Sjafrizal BK mengatakan Pelindo II seharusnya sudah memprediksi peningkatan arus logistik menjelang Puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

"Ini kan sudah rutin. Kenapa tidak diantisipasi," ucapnya.

Para pemilik barang menjadi pihak yang paling dirugikan atas kongesti darat dan laut hingga logistik di pelabuhan Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah agar serius membenahi akar masalah penyelenggaraan Pelabuhan di Indonesia dengan menghapus penyelenggaraan pelabuhan di monopoli oleh Pelindo.

redaksi@wartaekonomi.com

Foto: Sufri Y.

Penulis: Sucipto

Editor: cipto

Recomended Reading

Selasa, 26/05/2015 00:06 WIB

BPJS Kesehatan Dinilai Miliki Banyak Kelemahan

Senin, 25/05/2015 05:56 WIB

Survei: Ahok Cukup Pimpin DKI Hingga 2017

Senin, 25/05/2015 07:27 WIB

Lagi, PSSI Terancam Sanksi AFC

Executive Brief

Presiden Minta Aturan Perkuliahan Ditinjau Ulang

Mendag: Bawang Merah Impor Itu Produk Ilegal

Menkeu Wacanakan Subsidi Bunga untuk Pembiayaan Infrastruktur

Pemerintah nyatakan Siap Ambil Alih Blok Mahakam dan Freeport

Menko Kemaritiman menegaskan Maluku akan Segera Jadi Lumbung Ikan nasional

Telkomtelstra menjembatani Hubungan Bisnis antara Australia dan Indonesia

Serapan beras Bulog Divisi Regional Jawa Tengah capai 4.000 ton/hari.

Menkeu: Kalbar perlu tingkatkan industri manufaktur berbasis sumber daya alam.

Kemendag: Stok gula kristal putih jelang Ramadan masih aman.

Pemkab Pandeglang siap tingkatkan daya saing produk perikanan.

CAR berikan asuransi gratis bagi pelanggan Indosat yang aktifkan Dompetku.

Pemprov Jateng akan segera benahi fasilitas umum di Karimunjawa.

Kadin minta Bank Indonesia turunkan suku bunga acuan.

PLN Area Kudus catat selama Januari-Mei terdapat 306 kali gangguan listrik.

Kadin akan bentuk lembaga khusus jaring pendanaan pembangunan di timur Indonesia.

Entertainment

26 Mei 2015 - Entertainment & Life Style

Festival Museum Nasional Ditutup dengan Banyak Harapan Baru

26 Mei 2015 - Olahraga

Real Madrid Pecat Pelatih Ancelotti