• Adira Insurance
Market Indices

Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Palu Capai Rp40 Triliun

Rubrik Daerah

26 Juli 2013 15:31:00 WIB

WE.CO.ID - Deputi Perencanaan Infrastruktur dan Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Luky Eko Wuryanto mengatakan, total investasi untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Sulawesi Tengah sejauh ini mencapai Rp40 triliun.

"Jadi, nilai investasi Rp40 triliun itu yang sudah kami 'kenali' dari enam perusahaan atau investor utama untuk KEK Palu," kata Luky Usai rapat koordinasi (Rakor) "Evaluasi Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus" di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Menurut Luky, hingga saat ini sudah ada enam investor utama untuk KEK Palu yang sudah teridentifikasi, namun nantinya jumlah itu mungkin akan bertambah.

"Sebetulnya sudah cukup banyak investor yang jadi peminat di KEK Palu. Umumnya, dari beberapa komunikasi yang sudah dilakukan, kami sudah yakin bahwa mereka (investor) akan masuk," ujarnya.

"Dan Rp40 triliun itu cuma dari investor utama, tidak termasuk nilai investasi dari perusahaan-perusahaan kecil," tambahnya.

Para investor utama untuk KEK Palu itu, kata dia, akan bergerak di beberapa sektor pengembangan, antara lain smelter untuk nikel, logistik, karet, elektronik, dan alat berat.

Ia mengatakan ada tiga investor terbesar untuk KEK Palu, yaitu BUMN China Nan Li yang bergerak di bidang pengembangan logistik dan produk-produk elektrik, Sinosteel yang akan membangun smelter nikel dan Sinotruk untuk industri otomotif, serta Volvo yang bergerak di industri "assembling and maintenance" (perakitan dan pemeliharaan,red) alat-alat berat.

"Jadi, ada tiga 'leading investor' untuk KEK Palu. Ada juga PT Multistrada Arah Sarana, Tbk yang bergerak di sektor pengolahan karet dan turunannya. Satu lagi perusahaan sektor industri pengolahan rumput laut dari Singapura," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Luky juga menyampaikan bahwa lahan untuk Kawasan Ekonomi Khusus Palu dan Bitung sudah siap, baik dari segi rencana tata ruang wilayah (RTRW) maupun masalah pembebasan lahan.

"Banyak kendala yang coba kami hindari. Pada sidang yang lalu, kami diminta memeriksa kesiapan lokasi dan investor. Itulah yang kami laporkan pada rapat hari ini bahwa sebetulnya itu sudah siap," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, setelah PP (peraturan pemerintah) dari KEK segera diselesaikan maka sudah bisa ditetapkan dua KEK, yaitu di Palu dan Bitung.

"Kalau bisa selesai tahun ini sehingga para investor itu sudah bisa melakukan perjanjian kerjasama dengan pemda dan BUMD," kata Luky.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan yang disampaikan oleh tim KEK yang tergabung dalam Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI).

Ia mengatakan hasil laporan menunjukkan perkembangan usulan Kawasan Ekonomi Khusus sudah berjalan sesuai dengan rencana.

"Kita melaksanakan ekonomi khusus, ada sejumlah pengajuan kawasan ekonomi khusus dan ada evaluasi yang diberikan menunjukkan progres KEK sudah 'on the track'," ujar Hatta. (Ant)

redaksi@wartaekonomi.com

Foto: skyscrapercity.com

Editor: Cipto

Recomended Reading

Kamis, 26/02/2015 12:47 WIB

PDI-P: Jokowi Lembek Terkait Freeport

Kamis, 26/02/2015 00:02 WIB

Menkominfo: "E-commerce" Masa Depan Industri Ritel

Kamis, 26/02/2015 06:02 WIB

Marquez Tampil Dominan saat Tes di Sepang

Kabar EkBis

26 Februari 2015 - Strategi Korporasi

XL Kenalkan Aplikasi "M-Fish" untuk Nelayan

26 Februari 2015 - Strategi Korporasi

Garuda-BNI Tawarkan "Travel Experience"

Kabar Indonesia

27 Februari 2015 - Politik

JK: Ketidakadilan Sumber Kerusuhan

26 Februari 2015 - Daerah

Ahok Dihadang Angket

Executive Brief

XL Axiata berkomitmen tingkatkan produktivitas nelayan di Indonesia.

Bank Aceh targetkan pembiayaan sektor ekonomi sebesar Rp 1,8 triliun.

KKP inginkan pelaku perikanan budidaya utamakan keberlanjutan dalam usaha.

DPR imbau Menteri Susi imbau tangguhkan permen nelayan dan penangkapan ikan.

Belanda jajaki kerja sama bidang lingkungan dengan Surabaya.

BTN catat laba bersih pada 2014 sebesar Rp 1,11 triliun.

DPD dorong RUU Ekonomi Kreatif masuk dalam program legislasi nasional.

Bulog gelar operasi pasar beras murah di Kota Banjarmasin.

Jasa Raharja Cabang Riau anggarkan program bina lingkungan sebesar Rp 375 juta.

Entertainment

26 Februari 2015 - Olahraga

Marquez Tampil Dominan saat Tes di Sepang

26 Februari 2015 - Olahraga

FIFA: Piala Konfederasi 2021 Bukan di Qatar