Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Perikanan - Menteri Susi Pudjiastuti berkomitmen menangani dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
  • Freeport - Menteri Luhut Katakan Presiden Jokowi telah menyiapkan opsi penyelesaian kisruh perubahan status kontrak Freeport.
  • La Liga (25/2) - Palmas 0 - 1 Real Sociedad
  • Bundesliga Jerman (25/2) - Wolfsburg 1 - 2 Werder Bremen
  • Ligue 1 Perancis (25/2) - Nice 2 - 1 Montpellier
  • Eredivisie Belanda (25/2) - ADO Den Haag 1 - 1 FC Twente
  • Scotland Premiership (25/2) - Inverness CT 2 - 1 Rangers
  • Malaysia - Malaysia berikan akses KBRI untuk menemui tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah

Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Palu Capai Rp40 Triliun

Foto Berita Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Palu Capai Rp40 Triliun

WE.CO.ID - Deputi Perencanaan Infrastruktur dan Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Luky Eko Wuryanto mengatakan, total investasi untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Sulawesi Tengah sejauh ini mencapai Rp40 triliun.

"Jadi, nilai investasi Rp40 triliun itu yang sudah kami 'kenali' dari enam perusahaan atau investor utama untuk KEK Palu," kata Luky Usai rapat koordinasi (Rakor) "Evaluasi Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus" di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Menurut Luky, hingga saat ini sudah ada enam investor utama untuk KEK Palu yang sudah teridentifikasi, namun nantinya jumlah itu mungkin akan bertambah.

"Sebetulnya sudah cukup banyak investor yang jadi peminat di KEK Palu. Umumnya, dari beberapa komunikasi yang sudah dilakukan, kami sudah yakin bahwa mereka (investor) akan masuk," ujarnya.

"Dan Rp40 triliun itu cuma dari investor utama, tidak termasuk nilai investasi dari perusahaan-perusahaan kecil," tambahnya.

Para investor utama untuk KEK Palu itu, kata dia, akan bergerak di beberapa sektor pengembangan, antara lain smelter untuk nikel, logistik, karet, elektronik, dan alat berat.

Ia mengatakan ada tiga investor terbesar untuk KEK Palu, yaitu BUMN China Nan Li yang bergerak di bidang pengembangan logistik dan produk-produk elektrik, Sinosteel yang akan membangun smelter nikel dan Sinotruk untuk industri otomotif, serta Volvo yang bergerak di industri "assembling and maintenance" (perakitan dan pemeliharaan,red) alat-alat berat.

"Jadi, ada tiga 'leading investor' untuk KEK Palu. Ada juga PT Multistrada Arah Sarana, Tbk yang bergerak di sektor pengolahan karet dan turunannya. Satu lagi perusahaan sektor industri pengolahan rumput laut dari Singapura," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Luky juga menyampaikan bahwa lahan untuk Kawasan Ekonomi Khusus Palu dan Bitung sudah siap, baik dari segi rencana tata ruang wilayah (RTRW) maupun masalah pembebasan lahan.

"Banyak kendala yang coba kami hindari. Pada sidang yang lalu, kami diminta memeriksa kesiapan lokasi dan investor. Itulah yang kami laporkan pada rapat hari ini bahwa sebetulnya itu sudah siap," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, setelah PP (peraturan pemerintah) dari KEK segera diselesaikan maka sudah bisa ditetapkan dua KEK, yaitu di Palu dan Bitung.

"Kalau bisa selesai tahun ini sehingga para investor itu sudah bisa melakukan perjanjian kerjasama dengan pemda dan BUMD," kata Luky.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan yang disampaikan oleh tim KEK yang tergabung dalam Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI).

Ia mengatakan hasil laporan menunjukkan perkembangan usulan Kawasan Ekonomi Khusus sudah berjalan sesuai dengan rencana.

"Kita melaksanakan ekonomi khusus, ada sejumlah pengajuan kawasan ekonomi khusus dan ada evaluasi yang diberikan menunjukkan progres KEK sudah 'on the track'," ujar Hatta. (Ant)

redaksi@wartaekonomi.com

Foto: skyscrapercity.com

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51