Market Indices

Diancam Penguasa Mesir, Ikhwanul Muslimin Bertekad Tetap Melawan

Oleh Nur - Rubrik Internasional

29 Juli 2013 11:30:00 WIB

WE.CO.ID, Kairo – Ribuan pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi tetap akan menggelar demonstrasi di sembilan kota meski ada ancaman pengerahan kekuatan militer untuk menghadapi kemungkinan unjuk rasa anarkistis.

Dewan Pertahanan Nasional Mesir mengeluarkan peringatan terbaru terhadap para pendukung Mursi. Al-Jazeera, Senin (29/7/2013) melaporkan dewan tersebut memperingatkan bahwa aparat keamanan akan mengambil tindakan tegas dan keras jika para pengunjuk rasa itu sudah melampaui batas.

Dewan Pertahanan menyerukan para pengunjuk rasa agar “tidak melampaui hak mereka untuk menyalurkan pendapat mereka secara damai dan bertanggung jawab.”

Dewan juga memperingatkan para demonstran bakal menghadapi “keputuan dan tindakan tegas sebagai respons atas berbagai pelanggaran.”

Dewan Pertahanan nasional Mesir beranggotakan Presiden Interim Adly Mansour, Panglima Tentara Mesir jenderal Abdul Fattah al-Sisi, perdana menteri, dan menteri dalam negeri.

Dewan juga meminta para pendukung Mursi berkumpul di dua tempat di Kairo dalam menggelar unjuk rasa. Tujuannya ialah “untuk segera mengumumkan penolakan mereka yang jelas terhadap kekerasan dalam bentuk apapun dan segera menghentikan kekerasan, terorisme, dan serangan fisik terhadap warga.”

Pernyataan Dewan itu muncul setelah 72 pendukung Mursi tewas dalam bentrokan saat unjuk rasa di kawasan Rabaa al-Adawiya di Kairo, Sabtu (27/7/2013).

Para pengunjuk rasa menuding aparat keamanan menggunakan peluru tajam dalam menghadapi para demonstran yang tidak bersenjata itu. Namun, Kementerian Dalam Negeri mengatakan aparat keamanan hanya menembakkan gas air mata.

Presiden Adly Mansour mengatakan turut sedih atas insiden maut tersebut. Dia menyebut Rabaa al-Adawiya sebagai titik asal teror dan . daerah as a "terror-originating spot" and pertumpahan darah itu terjadi dalam kaitannya dengan terorisme.

Di tengah keluarnya peringatan keras itu, para pendukung Mursi tetap menggelar demonstrasi di sembilan kota, termasuk di dua tempat di Kairo, yakni di Lapangan Rabaa al-Adawiya dan Nahda, hingga Minggu (28/7/2013) malam.

Sementara itu, di internal kabinet sementara yang dibentuk pasca penggulingan Presiden Mursi oleh militer Mesir pada 3 Juli silam, muncul tanda-tanda perpecahan. Deputi Perdana Menteri Urusan Ekonomi  Ziad Bahaa El-Din mengatakan pemerintah tidak dapat meniru “kebijakan-kebijakan yang opresif dan ekslusif terhadap lawan-lawannya”.

"Posisi kita harus tetap pada pemenuhan jaminan hukum bukan hanya bagi anggota Ikhawanul Muslimin melainkan juga warga Mesir. Penggunaan kekuatan secara berlebihan tidak diperbolehkan,” tulis El-Din di akun Facebook dia.

Situasinya makin rumit karena pemerintah ditengarai menghidupkan kembali polisi rahasia di kancah politik yang pernah ditakuti dan ditutup pasca tumbangnya Presiden Husni Mubarak pada 2011. Hal itu diungkapkan oleh kelompok oposisi Tamarod yang beberapa waktu lalu menggalang demonstrasi dari kalangan kawula muda Mesir dan mendukung penuh langkah militer menggulingkan Mursi. Mereka cemas polisi rahasia itu dihidupkan kembali.

Di lapangan, sejumlah bentrokkan masih dilaporkan terjadi secara sporadis di berbagai wilayah Mesir hingga tadi malam. Termasuk, bentrokan di Port Said. Sedikitnya dua orag tewas dalam bentrokan di kota di kawasan Terusan Suez itu.

Juru Bicara Ikhawanul Muslimin Gehad El-Haddad mengatakan para pengunjuk rasa marah atas tewasnya rekan-rekan mereka.

"Ada perasaan sakit dan marah sekaligus juga perasaan determinasi yang sangat kuat,” ujarnya.

Dia mengatakan, “Bagi kami, jika kami mati, kami menemui pencipta kami.”

nurcholish@wartaekonomi.com

Foto: Al-Jazeera

Recomended Reading

Kabar Indonesia

30 Oktober 2014 - Daerah

18 November, Ahok akan Jadi Gubernur

30 Oktober 2014 - Daerah

Banjir? Akarnya di Korupsi!

30 Oktober 2014 - Daerah

Ahok Tolak Tawaran Adhi Karya

Executive Brief

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad terpilih sebagai Ketua Komisi XI DPR, Kamis (30/10).

Bank sentral Brasil naikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke angka 11,25 persen.

Bank sentral Selandia Baru pertahankan suku bunganya di angka 3,5 persen.

Jadwal Pertandingan Sepak Bola Kamis-Jumat (30-31 Okt)

Kamis, 30 Oktober:

02:45   Inter Milan vs Sampdoria (Serie A; Kompas TV)

Jumat, 31 Oktober:

02:45   Hellas Verona vs Lazio (Serie A; Kompas TV)

Entertainment & Life Style

27 Oktober 2014 - Olahraga

Persebaya Berada Di "Ujung Tanduk"

24 Oktober 2014 - Entertainment & Life Style

PKS Dukung Pengembangan Seni Pementasan