Market Indices

Kunci Sukses Program Jaminan Kesehatan Nasional Menurut Ikatan Dokter Indonesia

Oleh Fadjar - Rubrik Ekonomi Bisnis

05 Agustus 2013 17:20:00 WIB

WE.CO.ID - Pemerintah memiliki peran sentral dalam konteks kesejahteraan rakyat. Setiap warga negara memiliki hak dan kebebasan berusaha. Dalam kaitan ini, peran pemerintah adalah memfasilitasi agar setiap warga negara dapat menjalankan hak dan kebebasan berusaha. Disamping itu, setiap warga negara berhak memperoleh jaminan sosial agar hidup sehat dan sejahtera. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus bisa mengintervensi keadaan agar masyarakat mendapatkan jaminan sosial, terutama yang berupa jaminan kesehatan.

Dalam upaya memberikan jaminan sosial, terutama jaminan kesehatan, peran dokter cukup besar. Sebagaimana disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai ada sejumlah faktor yang menjadi penentu keberhasilan jaminan kesehatan nasional (JKN). Pertama, ketersediaan Point of Care (POC) untuk pelayanan primer yang merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, ketersediaan Dokter Pelayanan Primer (DPP) yang handal yang tersebar merata di seluruh Indonesia. Ketiga, rayonisasi atau regionalisasi fasilitas kesehatan. Keempat, premi yang memenuhi azas keekonomian.

Menurut  IDI, idealnya, pelaksanaan JKN yang tepat dapat dibagi dalam dua jenis. Pertama, layanan sekunder oleh rumah sakit pemerintah atau swasta. Kedua, layanan primer oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik swasta atau praktik dokter mandiri. Untuk sekitar 240 juta penduduk Indonesia, saat ini terdapat 80.000 dokter pelayanan primer dan 40.000 fasilitas kesehatan primer.  Sementara itu, jumlah puskesmas di Indonesia sekitar 9.419 pada 2012.

Sementara itu, untuk besaran premi, IDI mengungkapkan sejumlah syarat untuk besaran premi yang pantas. Pertama, tidak mengganggu subsidi silang antar peserta. Kedua, dapat mendorong pertumbuhan. Ketiga, mempertimbangkan pesebaran provider (sisi suplai). Keempat, mempertimbangkan siapa yang dijamin. Kelima, manfaat apa saja yang dijamin. Keenam, proporsi biaya yang dijamin.

ANNISA NURFITRIYANI

Foto: Sufri Y.

(Tulisan disarikan dari Majalah Warta Ekonomi Edisi No. 08/XXV/2013)

Recomended Reading

Kabar EkBis

23 April 2014 - Strategi Korporasi

Lippo Insurance Targetkan Laba Sebesar Rp 111 Miliar

23 April 2014 - Strategi Korporasi

Sritex Akan Terbitkan Obligasi Senilai US$ 200 Juta

23 April 2014 - Strategi Korporasi

LPGI Bagikan Dividen Capai Rp 25,05 Miliar

Executive Brief

BRI raup laba bersih sebesar  Rp 5,9 triliun pada kuartal I tahun 2014.

Bank Permata catat laba bersih sebesar Rp 1,73 triliun pada tahun 2013.

LPS: 18 calon investor berminat beli saham Bank Mutiara.

Akuisisi BTN ditunda hingga berakhirnya masa Kabinet Indonesia Bersatu II.

Real Madrid kalahkan Bayern Munchen dengan skor 1-0, Kamis (24/4).

PSG akan sambangi Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

MU tunjuk Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.

Jahja Setiaatmaja: Tidak ada piutang macet di BCA.

XL Axiata bagikan dividen sebesar Rp 64 per saham.

Kimia Farma bangun pabrik garam farmasi di Jatim.

OPEC beri bantuan US$ 50 juta kepada Kuba terkait infrastruktur dan pertanian.

Forrester Research tempatkan SAS sebagai pemimpin solusi ritel.

Pos Indonesia hadirkan layanan Cargopos Haji dan Umrah.

MU pecat pelatih David Moyes pada Selasa (22/4).

Dahlan: Jika akuisisi BTN ke Mandiri batal, bank asing yang diuntungkan.

Pertamina perkirakan impor elpiji pada 2014 sebesar 3,6 juta ton.

Suryadharma Ali: Mukernas III di Bogor Illegal. Saya tidak akan hadir!

Risma bantah akan dampingi Prabowo pada Pilpres Juli mendatang.

KSPI akan tuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen saat "May Day".

Pendaftaran SBMPTN dibuka pada 12 Mei-6 Juni 2014.

Entertainment & Life Style

22 April 2014 - Entertainment & Life Style

Telkomsel Gelar Digi Expo

22 April 2014 - Olahraga

MU Pecat David Moyes