Market Indices

Penjualan Kendaraan Indonesia Tahun 2013 Diprediksi Tetap 1,2 Juta Unit

Oleh Fadjar - Rubrik Otomotif

02 September 2013 00:10:00 WIB

WE.CO.ID - Frost & Sullivan memprediksi penjualan kendaraan (mobil) di Indonesia  di tahun 2013 ini akan tetap mencapai 1.2 juta unit. Dushyant Sinha, Associate Director, Automotive Practice, Asia Pasifik, Frost & Sullivan mengatakan bahwa prediksi Frost & Sullivan tersebut tidak berubah terkait dengan perkembangan-perkembangan baru yang berpotensi untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun perubahan bagi sektor otomotif  Indonesia dengan dampak strategis yang diperkirakan berjangka panjang.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan konsumsi domestik dan kampanye promosi yang agresif dari segi pasokan akan mendukung pertumbuhan secara keseluruhan di tahun ini. Kecenderungan kuat akan digulirkannya program Low Cost Green Cars (LCGC) di akhir tahun ini juga akan meningkatkan angka penjualan.

Namun, Dushyant mengingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar dan adanya tekanan inflasi dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga,  serta memperlambat pertumbuhan penjualan kendaraan di Indonesia. Ia menambahkan bahwa kenaikan suku bunga disertai dengan pengeluaran yang ketat akan menghalangi pertumbuhan penjualan kendaraan.

Ia juga mengatakan bahwa kanibalisasi pada beberapa sektor akibat dari adanya program LCGC dan tidak adanya perbaikan di sektor komoditas juga akan menghambat pertumbuhan penjualan kendaraan di Indonesia. Namun demikian, melemahnya rupiah dapat membantu kegiatan ekspor.

“Meskipun terdapat sejumlah ketidakpastian, kami akan tetap berpegangan pada prediksi kami tahun ini dimana pertumbuhan penjualan kendaraan di Indonesia akan mencapai 7,5 persen hingga 1,2 juta unit,” kata Dushyant.

Ia mengungkapkan bahwa di semester pertama tahun 2013, penjualan kendaraan tumbuh lebih dari 12 persen berkat adanya pertumbuhan ekonomi, kenaikan upah, dan rendahnya suku bunga. Pada bulan Juli penjualan kendaraan tercatat mencapai 112,000 unit, didorong oleh promosi besar-besaran menjelang lebaran.

Dushyant mengungkapkan bahwa program Low Carbon Emission (LCE) –  LCGC dapat menjadi salah satu katalis yang membawa sektor otomotif Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Program LCGC tersebut bertujuan untuk memberi insentif mobil-mobil murah dan ber-cc rendah, yang akan diterapkan bersamaan dengan kebijakan LCE guna meningkatkan penggunaan kendaran dengan bahan bakar alternatif.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia juga perlahan-lahan telah mengurangi subsidi sebagai upaya untuk meringankan beban subsidi terkait dengan adanya kenaikan harga bahan bakar dan tarif listrik serta pembatasan penggunaan bahan bakar bersubsidi. Ia menambahkan bahwa kenaikan upah minimum merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat Indonesia.

Dushyant mengatakan meski langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia telah tepat, adanya pengetatan pembiayaan kendaraan dan standar emisi serta kenaikan tarif pajak kendaraan dapat berdampak pada penjualan kendaraan dalam waktu dekat.

Fadjar Adrianto

Foto: SY

Penulis: Fadjar Adrianto

Recomended Reading

Kabar EkBis

02 September 2014 - Properti

BI: Penjualan Rumah pada Triwulan II Turun

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

Executive Brief

DBS Indonesia luncurkan program Penasehat Modal Kerja.

Boediono berikan arahan strategis pada Tim Transisi Jokowi-JK mengenai RAPBN 2015.

Menkeu: Jokowi dapat revisi pasal di APBN-P 2014 untuk tambah kuota BBM bersubsidi.

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton