Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Antraks - YLKI minta pemerintah cepat tangani dugaan kasus virus antraks di Kabupaten Kulon Progo.
  • Bulog - Bulog Cianjur pasok kebutuhan pokok untuk progam e-warong Kota Sukabumi.
  • Anthraks - Wakil Ketua Komisi IX DPR Partaonan Daulay minta pemerintah serius sikap dugaan virus anthraks di Kulon Progo.
  • Vietnam - Kepolisian Vietnam tahan seorang warga karena sebar informasi yang diduga berisi propaganda antipemerintah.
  • Australia Open - Federer melaju ke perempat final Australia Open usai menang atas Nishikori 6-7 (4), 6-4, 6-1, 4-6, dan 6-3.
  • Rod Laver -  Juara bertahan Australia Open Angelique Kerber harus tersingkir di babak keempat usai kalah 2-6 dan 3-6 dari petenis AS Coco Vandeweghe
  • Agrikultur - Nelayan cantrang masih menunggu kepastian untuk tetap dapat melaut sembari mengurus peralihan alat penangkap ikan.

CIMB-Principal: Reksa Dana Syariah Jadi Alternatif Investasi

Foto Berita CIMB-Principal: Reksa Dana Syariah Jadi Alternatif Investasi

WE.CO.ID - PT CIMB-Principal Asset Management menilai reksa dana syariah dapat menjadi salah satu pilihan tepat sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar.

Fund Manager CIMB-Principal Cholis Baidowi di Jakarta, Senin (9/9/2013), mengatakan reksa dana syariah memiliki potensi sebagai alternatif diversifikasi yang defensif pada pasar saat ini.

"Reksa dana syariah dapat unggul karena tidak memiliki saham perbankan," ujar Cholis saat jumpa pers.

Cholis mencontohkan Bank Indonesia yang memperkuat kebijakan moneter dengan pembatasan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) menjadi 92 persen dan naiknya giro wajib minimum menjadi empat persen, yang menurutnya akan memperlambat pertumbuhan pinjaman perbankan yang berujung pada perlambatan pendapatan.

"Jika kita lihat lagi, sektor perbankan memiliki bobot yang besar di IHSG sekitar 25 persen, hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan pendapatan per saham (EPS) yang lebih lambat pada IHSG dibandingkan dengan Jakarta Islamic Index (JII)," tutur Cholis.

Selain itu, lanjut Cholis, saham dengan tingkat hutang yang tinggi di atas 45 persen tidak akan masuk ke dalam daftar saham syariah di mana saham tersebut mendapatkan tekanan dari tingkat suku bunga yang terus naik atas inflasi tinggi.

"Secara keseluruhan, hal ini terbukti pada 2005-2006 dan 2008-2009, JII mampu mengungguli IHSG 12-14 persen dan LQ45 10-12 persen. Bahkan selama tahun berjalan 2013, sudah mengungguli IHSG 11 persen dan LQ45 14 persen," kata Cholis.

Cholis menambahkan, pihaknya juga memiliki reksa dana saham CIMB Principal Islamic Equity Growth Syariah di mana sejak awal tahun hanya terkoreksi 1,27 persen dibandingkan dengan IHSG yang terkoreksi 2,82 persen dan indeks reksa dana saham lainnya turun 4,11 persen per 30 Agustus 2013.

Dana kelolaan tersebut telah tumbuh 273 persen dari sejak awal tahun, di mana secara industri dana kelolaan reksa dana hanya tumbuh 0,65 persen dalam periode yang sama. (Ant)

Redaksi

Foto: freemalaysiatoday.com

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5254.311 -44.637 539
2 Agriculture 1894.581 -24.228 21
3 Mining 1381.906 -15.398 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.376 -3.276 66
5 Miscellanous Industry 1329.269 -22.152 42
6 Consumer Goods 2332.767 -12.449 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.596 -1.551 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.623 -27.356 56
9 Finance 800.382 -5.744 89
10 Trade & Service 857.727 3.453 122
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 PLIN 3,640 4,550 910 25.00
3 NAGA 175 218 43 24.57
4 SKLT 795 925 130 16.35
5 PTSN 66 76 10 15.15
6 WOMF 197 226 29 14.72
7 BRMS 78 89 11 14.10
8 NIKL 3,010 3,400 390 12.96
9 UNSP 50 56 6 12.00
10 IKAI 82 90 8 9.76
No Code Prev Close Change %
1 INCF 480 390 -90 -18.75
2 UNIC 2,720 2,230 -490 -18.01
3 WAPO 67 57 -10 -14.93
4 TBMS 785 680 -105 -13.38
5 ARTA 282 246 -36 -12.77
6 PGLI 61 54 -7 -11.48
7 AHAP 196 174 -22 -11.22
8 POLY 75 67 -8 -10.67
9 PLAS 228 206 -22 -9.65
10 MGNA 121 110 -11 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 UNSP 50 56 6 12.00
3 BRMS 78 89 11 14.10
4 ENRG 50 50 0 0.00
5 TLKM 3,970 3,830 -140 -3.53
6 SRIL 252 250 -2 -0.79
7 PBRX 440 442 2 0.45
8 ADRO 1,730 1,730 0 0.00
9 KREN 438 446 8 1.83
10 BHIT 136 142 6 4.41