Market Indices

KTT APEC - APEC Hasilkan Tujuh Kesepakatan

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

08 Oktober 2013 16:46:00 WIB

WE.CO.ID, Nusa Dua, Bali - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC, yang berlangsung sejak 1 Agustus lhingga hari ini, berakhir sudah. Para pemimpin APEC mencapai tujuh kesepakatan yang dibacakan tuan rumah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan wartawan peliput di Plenary Hall, Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10/2013) siang.

Pertama, APEC sepakat menggandakan upaya untuk mencapai Bogor Goals pada 2020. "Dalam komitmen ini kami sepakat untuk memberdayakan dan membuka kesempatan bagi para pemangku kepentingan," kata Presiden SBY.

Kedua, APEC sepakat untuk meningkatkan perdagangan intra APEC dan kawasan melalui fasilitasi perdagangan, peningkatan kapasitas, dan memberdayakan sistem perdagangan multilateral. Sukses sitem perdagangan multilateral penting, begitu pula dengan kawasan.

"Dalam hal ini kami sepakati deklarasi perdagangan multilateral yang mendukung sistem perdagangan multilateral," ujar Presiden, sebagaimana dikutip laman resmi Presiden RI. "Kita juga sepakat untuk memastikan suksesnya pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 Organsiasi Perdagangan Dunia (WTO) yang akan dilaksanakan di Bali pada Desember 2013," SBY menambahkan.

Ketiga, APEC sepakat mempercepat konektivitas melalui pengembangan investasi dan infrastruktur. Pada saat yang sama, lanjut SBY, pengembangan infrastruktur dan konektivitas akan menciptakan lapangan pekerjaan.

Kesepakatan keempat yaitu komitmen untuk menjaga pertumbuhan global yang kuat, berimbang, dan inklusif. "Kita mendukung partisipasi UKM, kaum muda, dan para pengusaha muda. UKM merupakan tulang punggung dari perekonomian kita," SBY menjelaskan.

Kelima, mengingat terbatasnya sumber daya yang ada saat ini, APEC sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ketahanan pangan, energi, dan air.

Keenam, negara-negara APEC sepakat untuk bersinergi dengan kegiatan sejenis lainnya yang ada di dunia, seperti pada East Asia Summit, dan G20.

Dan yang ketujuh, APEC sepakat meningkatkan kerja sama melalui APEC Business Advisory Council (ABAC) untuk mencapai tujuan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka. "Dengan kerja sama yang lebih erat lagi kita bisa mencapai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan," ujar Kepala Negara.

Dengan semua kesepakatan ini, menurut Presiden SBY, APEC harus menunjukkan pada dunia bahwa APEC akan terus memainkan peranan penting dalan perekonomian global. "Saya yakin bahwa seluruh pemimpin ekonomi APEC akan memiliki pandangan yang sama untuk mewujudkan harapan ini," SBY menandaskan.

Redaksi

Foto:cahyo/presidenri.go.id

Recomended Reading

Senin, 01/09/2014 14:03 WIB

Sambut MEA 2015, KKP Siapkan SDM Unggul

Senin, 01/09/2014 11:11 WIB

BI Bantu Petani Bawang di Simalungun

Senin, 01/09/2014 09:12 WIB

Fraksi PKS: RUU KKG Berpotensi Rugikan Perempuan

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton