Market Indices

Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Muda Menuju Indonesia Maju 2025

Oleh Foenya - Rubrik Ekonomi Bisnis

16 Mei 2012 15:00:00 WIB

Berdasarkan data dari Bappenas, jumlah pengangguran usia muda mengalami penurunan dari 6,8% juta tahun 2005 menjadi 4,2 juta tahun 2011. Sekitar 50% dari pengangguran usia muda hanya tamat SD dan SLTP. Tingginya persentase ini, menunjukan fenomena penganggur usia muda berpendidikan rendah. Selain itu, kesenjangan yang mencolok juga terjadi pada kualitas lapangan kerja kaum muda. Kaum muda pedesaan yang bekerja di sektor formal hanya 20% dibandingkan kaum muda di perkotaan, ini berarti bahwa sekita 80% kaum muda pedesaan bekerja di sektor informal yang kualitas lapangan kerjanya rendah. 

Maka dengan dukungan Bappenas, Kadin Indonesia bersama 13 asosiasi industri lembaga terkait dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bersepakat untuk mengembangkan program kemitraan pemerintah dan dunia usaha (public-private-partnership program) guna meningkatkan kualitas tenaga kerja muda melalui keterpaduan kegiatan pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja. Diharapkan program ini dapat menciptakan tenaga kerja muda yang berkualitas sesuai dengan  kebutuhan industri, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap peningkatan daya saing bangsa dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas. Sehingga nantinya target pemerintah yaitu tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2014 mencapai 5-6% dan daya serap tenaga kerja per tahun 3 hingga 4 juta orang pada tahun 2025 dapat tercapai. Dengan begitu, program kemitraan ini dapat mempercepat pengentasan pengangguran dan meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. 

Alnisa Septya Ratu (nisa@wartaekonomi.com)

Foto :Nisa
Recomended Reading

Berita Terkini

Jum'at, 18/04/2014 12:32 WIB

Bank-bank Asia Butuh Inovasi Open Source untuk Tetap Kompetitif

Jum'at, 18/04/2014 12:00 WIB

Umat Kristiani NTT Khusyuk Rayakan Tri Hari Paskah

Jum'at, 18/04/2014 11:25 WIB

Inovasi Iklan Membidik Pasar Iklan Mobile

Jum'at, 18/04/2014 11:00 WIB

Dinas Kesehatan Papua Butuh Perawat Laki-laki

Jum'at, 18/04/2014 10:52 WIB

Commonwealth Life Buka Kantor ke-32

Kabar EkBis

17 April 2014 - Strategi Korporasi

Kuartal-I 2014 Laba AALI Meningkat 120,2%

17 April 2014 - Ekonomi Bisnis

Kemenkop Gelar GKN Di Maluku Utara

Executive Brief

Putin: Saya berharap tidak gunakan kekuatan militer di Ukraina Timur.

Indonesia Property Watch: Alasan akuisisi BTN mengada-ada.

Pemerintah timbang pengurangan kewajiban bea keluar tambang mineral.

KKP akui kemampuan awasi pencurian ikan di perairan RI terbatas.

Dahlan minta Freeport setor dividen interim.

BPS cegah korupsi dengan Program Pengendalian Gratifikasi.

OJK kaji mekanisme akuisisi Bank Mandiri atas BTN.

BPS pastikan harga komoditas dalam negeri terkendali.

LPS akan likuidasi Tugu Kencana di Sukoharjo.

PT Phapros akan lakukan IPO pada tahun 2015.

Kamis (17/4) sore, IHSG naik ke level 4.897.

Rupiah menguat ke angka Rp 11.423 pada Kamis (17/4) sore.

Dahlan: Akuisisi BTN, Bank Mandiri akan kalahkan Bank Malaysia.

Standard Chartered: Harga BBM bersubsidi harus naik.

Unjuk rasa anti-Piala Dunia terus berlanjut di Brasil.

Indo Premier luncurkan supermarket reksa dana daring, Rabu (16/4).

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.

Syarief Hasan: Demokrat tetap lanjutkan konvensi dan ajukan capres.

OJK: Tingkat melek keuangan masyarakat Indonesia sangat rendah.

KKP: Indonesia belum manfaatkan potensi budidaya laut.

Recommended Reading

Jum'at, 18/04/2014 13:06 WIB

Peringatan untuk Operator Seluler

Jum'at, 18/04/2014 08:35 WIB

Krisis Ukraina Sebabkan Nilai Dolar dan Euro Datar

Jum'at, 18/04/2014 07:30 WIB

Menkeu Minta Kementerian BUMN Tagih Dividen Freeport

Jum'at, 18/04/2014 04:30 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Pengurangan Bea Keluar Tambang

Kamis, 17/04/2014 18:33 WIB

Ronaldo Dkk Akan Unjuk Kemampuan Di Indonesia

Kamis, 17/04/2014 18:03 WIB

Puncak Konvensi Partai Demokrat Akhir April

Kamis, 17/04/2014 17:32 WIB

AALI Bagikan Dividen Rp 515 Per Saham

Kamis, 17/04/2014 17:30 WIB

Diplomat Barat Kecam "Cerita Fantasi" Rusia tentang Ukraina

Entertainment & Life Style

17 April 2014 - Entertainment & Life Style

SpeedUp SmartWatch, Canggih dan Terjangkau

17 April 2014 - Olahraga

Unjuk Rasa Anti-Piala Dunia Berlanjut