Market Indices

Energi Geothermal Indonesia Hanya Dimanfaatkan 4%

Oleh Foenya - Rubrik Green Economy

25 Mei 2012 12:20:00 WIB

Ancaman krisis energi dan bahan bakar menjadikan kegiatan terkait dengan Energi Baru Terbarukan Konversi Energi (EBTKE) menjadi sesuatu yang mendesak untuk segera dilakukan. Hal ini terkait dengan Sumber daya energi di Indonesia dan dunia yang semakin menipis, energi menjadi barang langka dan semakin mahal, padahal pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7% setahun. Di lain pihak, pertumbuhan permintaan ini tidak diimbangi dengan pasokan energi yang cukup. Akibatnya generasi yang akan datang sangat mungkin akan mengalami kekurangan bahkan krisis sumber daya energi.
 
Indonesia merupakan Negara yang memiliki 48% potensi geothermal di seluruh dunia. Potensi yang besar ini belum bisa dimanfaatkan oleh pemerintah secara maksimal. Geothermal di Indonesia dapat menghasilkan energi sebesar 29 gigawatt tetapi yang dimanfaatkan hanya sebesar 4%. Sehingga sejauh ini EBTKE yang telah dieksploitasi masih dibawah 5%. Dengan demikian untuk pemanfaatan secara maksimal, pemerintah menargetkan penggunaan EBTKE sampai tahun 2025 harus mencapai 25%.
 
Dalam penanggulangan terhadap ancaman krisis energi dan mendorong pemanfaatan EBTK secara maksimal, maka Dirjen ETBKE bekerjasama dengan METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) beserta FABA Organizer menyelenggarakan Indonesia EBTKE Convex 2012 pada 17 - 19 Juli 2012. Acara ini akan dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono guna mempertemukan antara pemerintah, pelaku bisnis serta masyarakat dalam acara pameran dan forum bisnis. Indonesia EBTKE Convex 2012 merupakan acara internasional yang pertama kali diselenggarakan dan akan bekelanjutan setiap tahun. 
 
Event akbar ini direncanakan akan diikuti oleh sekitar 1000 perusahaan EBTKE maupun perorangan baik nasional maupun internasional. Beberapa perusahaan besar seperti Siemens-Jerman, Chevron Geotermal-Amerika, AsanLite Co.Ltd-Taiwan, serta berturut-turut dari Indonesia Pertamina Geo, PLN, Petromat International dan banyak lagi yg ikut serta Djadjang Sukarna, Sekretaris Dirjen EBTKE, memiliki harapan dalam acara ini sebagai momentum untuk memperlihatkan kepada pemerintah, pelaku bisnis serta masyarakat, bahwa kita semua yang berada di EBTKE selaku stakeholder telah siap untuk menjadikan tahun ini sebagai era ETBKE.
 
Rini Kurnia Sari
 
Foto : FABA Organize

Berita Terkini

Minggu, 31/08/2014 15:07 WIB

Peringatan Keras dari UE untuk Rusia

Minggu, 31/08/2014 14:07 WIB

Embarkasi-Embarkasi Haji Terbaik

Minggu, 31/08/2014 13:03 WIB

Pemberangkatan Haji Mulai Senin

Minggu, 31/08/2014 12:45 WIB

Strategi Bertahan United Tractors

Minggu, 31/08/2014 12:12 WIB

Asuransi Kerugian Pertebal Premi

Minggu, 31/08/2014 11:37 WIB

Menakar Masa Depan Investasi Properti

Minggu, 31/08/2014 11:06 WIB

MPR: Dwi Kewarganegaraan Jadi Perhatian

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Kabar EkBis

31 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Ketimpangan Kacamata Piketty, Solusi Ala CT

31 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Menteri Kelautan: Asia Pasifik Sepakati Ekonomi Biru

31 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Kelangkaan BBM Ganggu Perekonomian di Jember

31 Agustus 2014 - Perikanan

Nelayan Makassar Tidak Melaut selama Sepekan

Kabar Indonesia

31 Agustus 2014 - Politik

Muhaimin Tak Punya Saingan Pimpin PKB

Executive Brief

KSPI tolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan diberlakukan Jokowi-JK.

Perbarindo catat realisasi kucuran kredit ke UMKM baru mencapai 61 persen.

Wamenkeu: Belum ada rencana pertemuan antara pemerintah dengan tim transisi.

Wamenkeu: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 paling realistis 5,3 persen.

OJK: Kinerja perbankan hingga posisi Agustus 2014 terlihat relatif stabil.

PGN mencatatkan pendapatan bersih sebesar 1,703 miliar dolar AS.

BI: Pendistribusian uang pecahan Rp 100.000 baru berjalan dengan lancar.

CT pastikan Newmont ikuti seluruh peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.

BI: Keberadaan lembaga zakat yang efisien tingkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.

BRI waspadai kondisi likuiditas di pasar keuangan yang diperkirakan akan lebih ketat pada 2015.

Semen Indonesia akan implementasikan sistem cash pooling.

Semen Indonesia akan jajaki bisnis sektor properti dan infrastruktur jalan tol.

OJK ingatkan perbankan lakukan langkah antisipatif hadapi tekanan likuiditas.

Entertainment & Life Style

27 Agustus 2014 - Entertainment & Life Style

Bukan Hanya Pria, Wanita Bisa Ketagihan Nonton Video Porno