Market Indices

MoU Pembangunan Jalur Kereta Api di Sulsel Ditandatangani, Implementasi Tanda Tanya

Oleh Ihsan - Rubrik Ekonomi Bisnis

01 Juni 2012 18:33:00 WIB

Asyiiik. Tampaknya ada tanda-tanda pembangunan infrastruktur akan dijalalankan di Sulawesi Selatan. Paling tidak hal ini dapat dilihat dari ditandatanganinya dua nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MOU) tentang penyelenggaraan dan pengembangan transportasi di Sulawesi Selatan ditandatangani Kemenhub dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hari ini, Jumat (1/6) di Makassar.
 
Sebagaimana dikutip dari www.dephub.go.id, Menteri Perhubungan RI, EE Mangindaan dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menandatangani MoU Penyelenggaraan Perkeretaapian di Sulsel. Hebatnya lagi, bersamaan dengan itu juga Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Leon Muhammad, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Barru, Andi Idris Syukur  juga menandatangani MoU Pengembangan Pelabuhan Garongkong Barru.
 
Masih dikutip dari situs yang sama, Menhub mengatakan akan melibatkan pemerintah provinsi dalam pembangunan maupun kegiatan operasional kereta api nasional di Makassar, Sulawesi Selatan. "Tentu semua dilibatkan, PT KAI memang sebagai operator selama ini. Tapi kita nanti melihat kemampuan pemerintah provinsi, bila mampu mengapa tidak," ujarnya usai acara penandatangan Nota Kesepahaman Pembangunan Kereta Api Nasional, Lintas Antarkota Makassar-Maros, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata), Lintas Makassar-Parepare, dan Pengembangan Pelabuhan Garongkong.

Sekilas berita ini menimbulkan rasa optimis. Tapi sayang, jarak dari MoU ke aplikasi masih sangat jauh. Masalahnya, seperti banyak disampaikan dalam berbagai forum, reformasi birokrasi kita masih belum berjalan. Artinya, mind set aparat yang masih mementingkan partai politik atau vested interest lainnya akan jadi penghalang. Apalagi, membangun infrastruktur membutuhkan visi jangka panjang. Dengan siklus pemilihan kepala daerah per lima tahun, maukah ada kepala daerah membangun untuk dinikmati penerusnya?

(redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Fadjar Adrianto
Recomended Reading

Kabar EkBis

23 April 2014 - Strategi Korporasi

Sritex Akan Terbitkan Obligasi Senilai US$ 200 Juta

23 April 2014 - Strategi Korporasi

LPGI Bagikan Dividen Capai Rp 25,05 Miliar

Executive Brief

PSG akan sambangi Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

MU tunjuk Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.

Jahja Setiaatmaja: Tidak ada piutang macet di BCA.

XL Axiata bagikan dividen sebesar Rp 64 per saham.

Kimia Farma bangun pabrik garam farmasi di Jatim.

OPEC beri bantuan US$ 50 juta kepada Kuba terkait infrastruktur dan pertanian.

Forrester Research tempatkan SAS sebagai pemimpin solusi ritel.

Pos Indonesia hadirkan layanan Cargopos Haji dan Umrah.

MU pecat pelatih David Moyes pada Selasa (22/4).

Dahlan: Jika akuisisi BTN ke Mandiri batal, bank asing yang diuntungkan.

Pertamina perkirakan impor elpiji pada 2014 sebesar 3,6 juta ton.

Suryadharma Ali: Mukernas III di Bogor Illegal. Saya tidak akan hadir!

Risma bantah akan dampingi Prabowo pada Pilpres Juli mendatang.

KSPI akan tuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen saat "May Day".

Pendaftaran SBMPTN dibuka pada 12 Mei-6 Juni 2014.

Entertainment & Life Style

22 April 2014 - Olahraga

MU Pecat David Moyes