Market Indices

Pentingnya Kelas Menengah Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh Ihsan - Rubrik Marketing & Sales

04 Juni 2012 12:01:00 WIB

Kelas menengah memiliki peran yang vital bagi kemajuan suatu negara. Kelas menengah merupakan backbone bagi kemajuan ekonomi dan demokrasi melalui partisipasi ekonomi dan dukungan politik yang mereka mainkan. Easterly (2001) menyimpulkan bahwa negara yang memiliki kelas menengah lebih besar cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Negara tersebut memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami instabilitas politik baik karena revolusi atau kudeta, karena pecahnya perang saudara, perubahan konstitusi, maupun represi terhadap hak-hak sipil.

Sementara itu, dalam bukunya The Wealth and Poverty of Nations (1998), sejarawan ekonomi David Landes menyimpulkan bahwa faktor kunci kesuksesan Inggris memimpin ekonomi dunia pada abad ke-18 dan ke-19 terletak pada kelas menengahnya yang solid. Si sejarawan menyebut “the great England middle class” sebagai penopang utama kemajuan ekonomi Inggris sehingga menjadi pemimpin dunia pada era itu. Ada beberapa argumentasi mengapa kelas menengah begitu kritikal bagi kemajuan suatu negara.

New Entrepreneur Class

Kelas menengah merupakan kelas wirausahawan baru yang memiliki kapasitas untuk berinvestasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong produktivitas bagi masyarakat secara keseluruhan. Kelas menengah juga sumber utama pembentukan kelas wirausahawan (entrepreneurial class) baru. Kelas menengah merupakan sumber terbentuknya kewirausahaan dan inovasi yang memungkinkan munculnya usaha kecil-menengah yang menjadi pemicu pertumbuhan. Mereka memiliki apa yang disebut “middle class values” yang menekankan investasi modal manusia (human capital investment), kerja keras,  dan kearifan mengelola uang. Intinya, kelas menengah merupakan sumber pembentukan input seperti ide-ide baru, akumulasi modal fisik, dan akumulasi modal manusia, yang memungkinkan tercapainya pertumbuhan negara yang solid.  

Middle Class Consumer

Kelas menengah merupakan konsumen yang strategis karena mampu membayar lebih tinggi untuk mendapatkan produk-produk yang berkualitas lebih baik. Ketika pendapatan dan daya beli mereka terdongkrak naik, maka mereka mulai membeli dan mengonsumsi barang-barang yang lebih advance seperti elektronik konsumsi, hiburan, layanan kesehatan, layanan keuangan (kartu kredit, KPR, asuransi), liburan, dan sebagainya. Ketika permintaan terhadap produk dan layanan tersebut meningkat karena tingginya pembelian oleh kelas menengah, maka tentu saja industri-industri yang terkait akan tumbuh pesat. Kalau industrinya berkembang pesat, maka industri tersebut akan mampu menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi.

Sustainable Growth

Kelas menengah juga mendorong terwujudnya pertumbuhan berkesinambungan (sustainable growth) melalui berkurangnya kesenjangan ekonomi yang ada di suatu negara. Menurut Easterly (2001), hal ini terjadi karena adanya apa yang ia sebut “middle class consensus”, yaitu suatu kondisi di suatu negara di mana kesenjangan kelas (class difference) dan kesenjangan etnik (ethnic difference) tidak begitu signifikan seiring dengan meningkatnya kelas menengah. Secara umum ia menyimpulkan bahwa kelas menengah mengurangi kesenjangan ekonomi di suatu negara dan memiliki kontribusi positif bagi terciptanya pertumbuhan yang berkesinambungan.    

Strong Domestic Demand

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan naiknya tingkat pendapatan mereka akan mendorong naiknya konsumsi dan permintaan terhadap barang-barang. Dengan tingginya permintaan dalam negeri, maka ekonomi negara relatif tidak terpengaruh oleh berbagai dampak krisis ekonomi di dunia internasional. Domestic consumption-driven economy semacam ini menjadikan negara lebih mandiri, tak terpengaruh gejolak ekonomi internasional. Hal ini kita alami di Indonesia saat krisis melanda negara-negara Eropa seperti Portugal, Yunani, dan Italia pada 2011 lalu. Ekonomi Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh krisis ekonomi di Eropa karena kuatnya permintaan dalam negeri yang mencapai Rp3.500 triliun atau sekitar 60% dari GDP.  

Political Force  

Kelas menengah juga memiliki dampak positif terhadap proses demokratisasi suatu negara. Survei yang dilakukan Pew Research Center (2009) menunjukkan, kelas menengah lebih menekankan pentingnya institusi dan praktik demokrasi seperti pemilu yang bebas dan jujur, kebebasan berpendapat, dan  sistem peradilan yang adil dibandingkan masyarakat kelas bawah/miskin. Fenomena ini kita lihat di Indonesia sejak satu dekade terakhir. Sejak tumbangnya Orde Lama pada 1998, Indonesia mengalami proses transformasi politik yang amat cepat menuju ke arah demokratisasi. Terjadinya transformasi politik yang cepat ini tak lepas dari peran kalangan kelas menengah yang aktif merespons isu-isu politik, ekonomi, dan sosial.###  


Oleh: Yuswohady

Penulis adalah pengamat bisnis

Foto: SY

Sumber: Warta Ekonomi No.11/2012

Kabar EkBis

20 September 2014 - Perikanan

KKP-FAO Perkuat Kapasitas Sumber Daya Kelautan

20 September 2014 - Agrikultur

Tiongkok Minta Hapus Bea Keluar Produk Sawit

Kabar Indonesia

21 September 2014 - Politik

Kejutan Untuk Megawati Soekarnoputri

Executive Brief

Dahlan akui kesulitan untuk selamatkan usaha PT Merpati Nusantara Airline.

Dahlan: Proyek jalan tol Trans-Sumatera terapkan pola "bangun jual".

Dahlan pastikan tidak akan ada pergantian direksi BUMN sebelum terbentuknya pemerintahan baru.

Semarang jadi pasar potensial bagi sektor pariwisata.

Pemprov Jatim imbau masyarakat dirikan bangunan atau properti ramah lingkungan.

Pemerintah diminta perbanyak standardisasi sehingga produk dalam negeri siap hadapi MEA.

Menkeu: Isu normalisasi kebijakan moneter The Fed sebabkan kekhawatiran pelaku pasar keuangan.

OJK: Pendidikan keuangan pada masyarakat dapat tingkatkan pemanfaatan produk perbankan.

BRI akan realisasikan satu unit Kapal Teras pada tahun ini.

Entertainment & Life Style

18 September 2014 - Olahraga

Jacksen: Persipura Punya Harapan Ke Final AFC

16 September 2014 - Entertainment & Life Style

Lenovo PerkenalkanTablet ThinkPad 10

15 September 2014 - Entertainment & Life Style

Wanita Ini Gunakan "Terapi Telanjang" untuk Obati Pecandu Porno

14 September 2014 - Entertainment & Life Style

Indosat Perbarui Jaringan di Empat Kota