Market Indices

Potensi Energi Terbarukan: Pemanfaatan Energi Terbarukan Sebesar 25% di Tahun 2050 (3)

Oleh Ihsan - Rubrik Green Economy

12 Juli 2012 21:46:00 WIB

Apakah Anda optimis target dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional pada tahun 2025 ini bisa tercapai?


Tentu saja kita harus optimis. Sebab kalau tidak salah semboyan pemerintahan SBY sekarang ini adalah “bersama kita bisa”. Nah, dalam prakteknya sudahkan kita “bersama-sama” secara cerdas dan jujur melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan?  Keppres 5/2006 yang nantinya akan di ganti dengan KEN,  merupakan landasan untuk pembangunan ke depan di bidang energi.  

METI bersama-ama dengan komponen bangsa lain yang peduli ingin memberi kotribusi  untuk mencapainya dengan cara dan kemampuan yang kita punyai.  

Rancangan KEN masih agak berhati-hati dalam menetapkan pencapaian pemanfaatan energi terbarukan sebesar 25% di tahun 2050 ( (bandingkan dengan sasaran 17% dalam Keppres 05/2006 di tahun 2025).  
Sebetulnya dengan modal kelimpahan energi terbarukan yang kita punyai, dan dengan teknologi yang tersedia di dunia, kita hanya butuh kemauan yang kuat dari bangsa ini untuk mencapai tingkat kemandirian energi ( energy security) seperti yang diarah oleh KEN. Sebab kalau negara lain seperti Jerman, Jepang, Cina, Brazil  yakin energi terbarukan akan menjadi tulang punggung kebutuhan energi nasional mereka, kenapa kita tidak?


Bangsa-bangsa lain sebetulnya bertany-tanya kenapa negara seperti Indonesia yang punya segalanya di bidang energi, kok harus mengalami “krisis” dan bisa digoyang oleh turbulensi pasar minyak dunia? Saya kira kita semua harus merenungkan pertanyaan itu dan berbuat sesuatu untuk menjadi negara yang mencapai tingkat ketahanan energi ( energy security) dimasa mendatang, dan energi terbarukan akan berperan strategis dalam pencapaian ini.


Event ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemahaman akan pentingnya pengembangan pemakaian Energi Terbarukan dan implementasi dari Konservasi Energi  demi tercapainya Green Energy di masa mendatang.


Ancaman krisis energi dan bahan bakar menjadikan  kegiatan terkait dengan Energi  Terbarukan dan Konversi Energi menjadi sesuatu  yang mendesak untuk segera dilakukan. Bagaimana tidak? Sumber daya energi di Indonesia dan dunia semakin menipis, energi menjadi barang langka dan semakin mahal, padahal pertumbuhan konsumsi energi Indonesia rata-rata 7% setahun. Di lain pihak, pertumbuhan permintaan ini tidak diimbangi dengan pasokan energi yang cukup. Akibatnya generasi yang akan datang sangat mungkin akan mengalami kekurangan bahkan krisis sumber daya energi.


Selain itu adanya ketimpangan permintaan dan pasokan terhadap penggunaan energi fosil juga mengakibatkan perubahan iklim global yang disebabkan oleh meningkatnya  Gas Rumah Kaca (GRK)  di atmosfir bumi. Untuk mengurangi GRK ini perlu ditingkatkan upaya pemanfaatan Energi Terbarukan dan upaya-upaya Konservasi Energi.


Perkembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi di Indonesia masih tergolong lambat  walaupun peranannya dalam bauran energi nasional sudah lama dirasakan kebutuhannya. Potensi energi baru terbarukan di Indonesia cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal. Berbagai kebijakan yang mendukung telah dikeluarkan untuk mendorong pengembangan energi baru terbarukan ini. Akan tetapi hal ini masih belum cukup.


Pemerintah berupaya meningkatkan pemakaian EBT hingga 25% pada tahun 2025, dan menurunkan efek GRK hingga 26% pada tahun 2020. Dengan demikian diperlukan sosialisasi yang sangat luas dan pemahaman akan pentingnya pengembangan EBTKE demi tercapainya Green Energy di masa mendatang.

Untuk itu Dirjen EBTKE, bekerjasama dengan METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) menyelenggarakan Indonesia EBTKE Conex 2012 guna menghimpun pemerintah, pelaku bisnis serta masyarakat luas berpartisipasi aktif dalam penggunaan Energi Terbarukan dan Implemnentasi Enegi Konservasi.


METI adalah sebuah orgasisasi nirlaba dan nonprofit yang merupakan kumpulan pengamat, ilmuwan, praktisi dan simpatisan pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Oleh Riki F. Ibrahim, Sekretaris Jendral METI


Foto: theenergyresources.com

Bag-3 (habis)

Kabar EkBis

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

02 September 2014 - Agrikultur

BPS: Petani Bali Kreatif Olah Hasil Panen

Kabar Indonesia

02 September 2014 - Politik

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 21:22 WIB

BI: Penjualan Rumah pada Triwulan II Turun

Selasa, 02/09/2014 18:09 WIB

OJK: Pemberian Kredit Harus Perhatikan Aspek Lingkungan Hidup

Selasa, 02/09/2014 17:04 WIB

Aviliani Harapkan Pemerintahan Jokowi-JK Galakkan Padat Karya

Selasa, 02/09/2014 10:13 WIB

BI: Penggunaan Transaksi Non-Tunai Masih Rendah

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton