Market Indices

Kisah Sukses Chairul Tanjung

Rubrik Ekonomi Bisnis

29 Juli 2012 20:21:00 WIB

Chairul Tanjung adalah salah satu pengusaha yang sukses karena mampu mengembangkan jaringan relasi dan mengoptimalkannya.

American Dream. Kerja keras, hidup hemat, itu bisa menjadi orang istimewa di di Amerika, tetapi sifatnya individual. Alangkah berbeda jika bermimpi demikian di Indonesia, hal itu menyangkut perubahan struktural, membangun masyarakat mandiri, lebih terhormat, lebih bermartabat, dan tidak semata individual.

Paragraf di atas dikutip dari buku “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” pada halaman 180. Dan, barangkali itulah yang menjadi ruh diterbitkannya buku biografi Chairul Tanjung (CT). Itupun setelah tiga puluh tahun pemilik CT Corpora ini malang-melintang di dunia bisnis, yang juga bertepatan dengan usianya yang ke-50.

CT barangkali salah satu pengusaha yang sukses karena ditempa keprihatinan masa lalu. Namun, dibalik itu ia mampu melakukan optimalisasi relasi, yang dalam bahasa sosiolog Pierre Bourdieu disebut modal sosial.

Modal sosial tidak lain berbagai jenis relasi yang bernilai dengan pihak lain. Dengan kata lain, sebuah jaringan yang berhasil ditautkan sebagai sumber daya untuk penentuan kedudukan sosial, akumulasi modal dan efektivitas tindakan. Berbagai macam modal lainnya yang disebut Bourdieu, yaitu modal ekonomi, modal sosial, modal kultural dan modal simbolik.

Modal ekonomi adalah sarana produksi dan sarana finansial yang bisa digunakan untuk membangun modal yang lain. Modal kultural adalah suatu bentuk pengetahuan, kode internal, atau sebuah akusisi kognitif yang melengkapi individu yang mampu melakukan empati dan pemilahan relasi-relasi.

Modal kultural memiliki dua dimensi, yaitu kapital yang terintegrasi dalam diri, yang berarti hasil kerja pribadi. Kedua, yang berbentuk buku dan karya seni yang bisa dimiliki secara material.

Kisah perjalanan hidup CT jika dibaca melalui pisau analisis Bourdieu, menunjukkan sebuah premis yang bertolak belakang. Bourdieu melihat modal ekonomi merupakan modal yang dapat dikonversikan terhadap modal-modal yang lain. Tetapi, CT yang merupakan anak Jakarta dari keluarga miskin melakukan progres ekonomi melalui konversi modal sosial.

Perjalanan Hidup CT


CT dibesarkan dalam keluarga pas-pasan, bahkan CT harus menjajakan jajanan sejak sekolah dasar. Meskipun demikian, ia memperoleh pendidikan yang sangat baik. Di dalam buku ini, kisah perjalanan CT dijelaskan secara runut dari sejak CT kecil hingga kini menjadi salah satu orang paling berpengaruh di Indonesia.

Buku ini juga menceritakan secara mendetail, bagaimana CT memiliki tekad, melakukan pengembangan relasi, dan pilihan-pilihan preferensial dalam hidupnya termasuk dalam melakukan berbagai bisnis. Tidak tanggung-tanggung, CT juga mengungkapkan berbagai relasi yang berhasil ia himpun sejak SMP.

Entah bagaimana respon semua relasi yang disebutkan CT di dalam buku ini, pasalnya, semua orang yang ia kenal dianggap istimewa. CT juga besar di zaman Orde Baru. Sepak terjang bisnisnya ia akui bukan karena hak istimewa dari pemerintah kala itu.

Tjahja Gunawan Diredja, sang penulis menunjukkan bahwa pada era 1998 CT anak baik-baik karena tidak ada kedekatan khusus dengan pemerintah kala itu. Kemudian CT merasa bersyukur karena hingga hari ini ia belum pernah mendekati kekuasaan demi kepentingan bisnisnya semata. CT berani mengakui bahwa kolaborasi pengusaha dengan penguasa memang merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Namun, kalau kolaborasi itu berhasil menciptakan pembangunan yang lebih merata, maka patut disambut positif. Terlebih saat ini pembangunan di daerah harus didorong secara pesat, yang dengan pendanaan terbatas harus tetap berjalan optimal. Sebaliknya, kalau kolaborasi itu membuat peluang terjadinya kolusi dan korupsi, maka, tegas CT, itu harus dihindari atau ditiadakan.

Dalam buku yang disajikan dalam tuturan mengalir ini, CT mengatakan cara terbaik melakukan pengembangan daerah hanya dengan kolaborasi pengusaha dan pemerintah. Kolaborasi saat ini mestinya digunakan untuk membuat Indonesia lebih maju, dan kolaborasi untuk menghadirkan kesejahteraan ke tengah masyarakat secara nyata.

Dalam keterkaitan itu, jejak kaki bisnis CT yang hingga hari ini semakin kukuh adalah bermula pada 1987, ketika ia membangun beberapa perusahaan, yaitu Tara Roofindo Graha yang bergerak di industri genteng metal; Pariati Shindutama; Pasarini Padibumi sebagai produsen sandal; Pasarantik Sekardana sebagai produsen kertas-kertas sembahyang bagi warga Tionghoa; dan Pagedongan Pratama. Dari semua nama itu yang paling dominan adalah Pa dan Ra, sehingga ia menggunakan sebagai nama Para.

Bisnisnya kini semakin menggurita, namun CT menyebutnya bukan sebuah konglomerasi. Dirinya hanya mengakui kelompok usahanya hanya fokus pada consumer business. Dengan latar belakang sebagai dokter gigi, dalam aplikasi sebagai entrepreneur hanya berguna menjadi analogi bahwa jika usaha tidak bisa berjalan dan tidak mampu menjadi nomor satu, langsung cabut seperti mencabut gigi yang sudah rusak.

Tidak ada kesuksesan seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Dari berbagai modal yang disebutkan Bourdieu, apa yang dilakukan CT dengan konversi modal-modal tersebut mampu membangun sebuah modal baru yang ia miliki, yakni modal simbolik.

Dengan kesuksesan yang ia raih, CT dalam bukunya ingin ada 1.000 orang menjadi dirinya. Ini berarti, jika CT mempekerjakan 150.000 orang, maka akan ada 150 juta orang Indonesia yang bisa bekerja. CT Corpora yang berhasil ia bangun bukan menjadi kesuksesan dirinya dan keluarganya. Kesuksesan yang berhasil ia raih, dalam buku ini ingin ditujukan untuk membangun Indonesia Incorporated. Untuk mencapai kondisi itu, dalam tips dan trik CT, seorang entrepreneur harus mampu membeli masa depan dengan harga sekarang.

 

Books
Judul Chairul Tanjung, si Anak Singkong
Penulis Tjahja Gunawan Diredja
Penerbit Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit Juni 2012
Jumlah Halaman 384 halaman

 

JAJANG YANUAR HABIB

(redaksi @wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 15/2012

Editor: Hatta

Recomended Reading

Kamis, 29/01/2015 05:11 WIB

Luis Figo Ajukan Diri sebagai Capres FIFA

Kamis, 29/01/2015 08:31 WIB

Final Piala Asia, Australia Tak Takut Hadapi Korsel

Kamis, 29/01/2015 01:17 WIB

Cedera, Florent Malouda Absen Dua Pekan

Berita Terkini

Jum'at, 30/01/2015 05:16 WIB

MasterCard Yakin "LondonCalling" Dapat Sambutan Baik

Jum'at, 30/01/2015 05:00 WIB

Persis Sisakan 28 Pemain Pada Uji Coba

Jum'at, 30/01/2015 04:46 WIB

Mikhail Gorbachev: Perang Dingin Sudah Terjadi

Jum'at, 30/01/2015 04:21 WIB

Kompolnas Belum Siapkan Nama Calon Kapolri Baru

Jum'at, 30/01/2015 04:21 WIB

Citilink Siap Hidupkan Rute Pekanbaru-Palembang

Jum'at, 30/01/2015 04:03 WIB

Bogor Tarik Peredaran Apel Amerika

Jum'at, 30/01/2015 03:32 WIB

LDR Danamon Turun 92,6 Persen pada 2014

Jum'at, 30/01/2015 03:21 WIB

Pertamina Tingkatkan Kinerja Sektor Hulu

Executive Brief

Kanada berikan pinjaman 200 juta dolar AS kepada Ukraina.

Industri bubur kayu diminta terus tingkatkan tata kelola hutan.

Mikhail Gorbachev peringatkan Eropa potensi serangan yang berbahaya dari Rusia.

Gubernur Ahok: UMKM yang gunakan sistem uang elektronik akan lebih hemat.

Dubes Robert Blake: Pebisnis dari AS siap bermitra dengan pengusaha Batam.

Menteri Marwan: Perwakilan dagang Taiwan (TETO) ingin turut bangun desa.

Danamon: Rasio simpanan terhadap pinjaman tahun 2014 sebesar 92,6 persen.

Ganjar Pranowo: Kualitas jaringan internet di setiap jembatan timbang perlu ditingkatkan.

Ganjar Pranowo: Mayoritas angkutan barang di jembatan timbang langgar batas tonase.

Israel bunuh seorang penjaga perdamaian PBB asal Spanyol di Libanon.

BNI akan latih buruh migran tentang kewirausahaan dan edukasi tentang perbankan.

Pemkot Bogor tarik peredaran dua jenis apel asal Amerika Serikat.

English First: Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia peringkat ke-28 dari 63 negara.

Menteri Yuddy keluarkan SE wajibkan eselon III, IV dan V sampaikan laporan kekayaan.

Recommended Reading

Jum'at, 30/01/2015 03:21 WIB

Pertamina Tingkatkan Kinerja Sektor Hulu

Jum'at, 30/01/2015 02:28 WIB

Budi Gunawan Kecewa dengan Tim Independen

Jum'at, 30/01/2015 01:52 WIB

"Saya Pastikan BG Tak Penuhi Panggilan KPK"

Jum'at, 30/01/2015 00:29 WIB

Toyota Indonesia: Kita Bisa Jadi Kiblat Otomotif di ASEAN

Kamis, 29/01/2015 22:12 WIB

KPK Periksa Budi Gunawan sebagai Tersangka Besok

Kamis, 29/01/2015 19:53 WIB

Pemerintah Putuskan Harga BBM Februari Tetap

Kamis, 29/01/2015 18:27 WIB

PGN-Pertamina Sepakati Sinergi Pengembangan BBG

Kamis, 29/01/2015 16:49 WIB

Pertamina Inisiasi "Value Creation" Dukung Kemandirian Energi