Market Indices

Inovasi Sosial: PT Topindo Atlas Asia: SMK Attack

Oleh Hatta - Rubrik Ekonomi Bisnis

19 Agustus 2012 10:07:00 WIB

Pemberdayaan skill dan ketrampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi perhatian khusus bagi PT Topindo Atlas Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang pelumas dan spare part otomotif ini kemudian menggagas “SMK Attack”, salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang telah berjalan sekitar lima tahun lamanya.

Program ini merupakan program pengembangan diri bagi siswa SMK, khususnya bidang teknik otomotif. Program ini menyangkut technical education, praktek lapangan mengenai otomotif serta pelumas yang bertujuan meningkatkan skill dan ketrampilan para siswa.  Selain itu, perusahaan juga mengadakan workshop, berbagai perlombaan, lomba presentasi dan seminar kewirausahaan secara berkelanjutan.

Untuk program CSR tahun ini perusahaan mengalokasikan dana sekitar Rp800 juta. Dana tersebut didonasikan untuk pengadaan buku-buku training, pemberian materi training, pembuatan baju mekanik, hadiah lomba dan goody bag, bantuan tools terhadap sekolah serta memberikan beasiswa.

Dari tahun 2010 hingga tahun ini, perusahaan telah menyenggarakan berbagai event dengan menunjuk 12 sekolah sebagai tuan rumah, dengan dana tunjangan penyelenggaraan event sebesar Rp60 juta per event per sekolah.

 

 

Aprilinda R

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 16/2012

Foto: TOP1

Executive Brief

BI: Keberadaan lembaga zakat yang efisien tingkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.

BRI waspadai kondisi likuiditas di pasar keuangan yang diperkirakan akan lebih ketat pada 2015.

Semen Indonesia akan implementasikan sistem cash pooling.

CIMB Niaga Syariah perkenalkan produk iB Pahala Haji dan iB Rencana Haji.

Semen Indonesia akan jajaki bisnis sektor properti dan infrastruktur jalan tol.

PGN tanda tangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai 650 juta dolar AS.

Adaro Energy catatkan kenaikan pendapatan pada semester I-2014 sebesar tujuh persen.

OJK ingatkan perbankan lakukan langkah antisipatif hadapi tekanan likuiditas.

DPR akui adanya keinginan pemerintah lakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi 2014.

BI: Pengelolaan BBM bersubsidi jadi kendala pertumbuhan ekonomi nasional.

BI harapkan perbankan syariah di dalam negeri aktif terbitkan instrumen pendanaan.

Menkeu tegaskan kuota BBM bersubsidi 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak bisa ditambah.

Entertainment & Life Style

27 Agustus 2014 - Olahraga

Persipura Jayapura Bantai Kuwait SC 6-1

26 Agustus 2014 - Olahraga

Mario Gomez Incar Kembali Ke Timnas