Market Indices

Ini Peringkat Kabupaten/Kota Terkaya 2012

Oleh Hatta - Rubrik Daerah

22 Agustus 2012 15:11:00 WIB

Riset Warta Ekonomi mengenai daerah terkaya (kabupaten/kota) tahun 2012 telah menghasilkan peringkat kabupaten/kota terkaya. Beberapa daerah yang menduduki peringkat teratas tidak alami perubahan, dibandingkan dengan pemeringkatan tahun 2008. Salah satunya, peringkat 50 kota terkaya tahun 2012 sama dengan tahun 2008. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menduduki peringkat pertama dengan total pendapatan dalam APBD terbesar tahun 2011 yakni Rp4,1 triliun. Tahun ini hanya ada 7 kabupaten/kota yang memiliki penerimaan APBD lebih dari Rp2 triliun. Namun, tahun ini, lebih dari 40 kabupaten/kota yang total penerimaan APBD-nya mampu menembus angka di atas Rp1 triliun. Itu berarti, adanya kebijakan desentralisasi fiskal yang hampir 10 tahun di Indonesia dapat menggiatkan daerah untuk memperbesar pendapatan bagi daerahnya.

Investasi merupakan unsur utama dalam mencapai keberhasilan ekonomi daerah. Motif utama dalam mengundang investasi ke daerah ialah keinginan untuk menggali potensi kekayaan yang dimiliki agar bisa memperkuat perekonomian nasional. Maka, riset ini tidak terlalu jauh berkaitan dengan prospek investasi yang makin meningkat di daerah masing-masing. Faktanya, daerah terkaya memiliki daya tarik investasi yang cukup baik. Pemerintah daerahnya terus mencanangkan peningkatan investasi yang masuk ke wilayahnya, tetapi dengan investasi yang ramah lingkungan dan mempunyai dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

Maka, banyak daerah yang berhasil meningkatkan pendapatan daerahnya melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membuka peluang investasi yang besar. Target peningkatan pendapatan daerah ini sering kali memicu munculnya berbagai kebijakan proproduktif (proproductive) terhadap iklim usaha dan investasi. Iklim investasi yang kondusif pasti dapat meningkatkan kegiatan ekonomi,  baik skala besar maupun kegiatan ekonomi kerakyatan, sehingga mendongkrak kemampuan pelaku ekonomi daerah (pemerintah daerah, investor, dan masyarakat). Kegiatan ekonomi yang bergairah akan mampu menciptakan lapangan kerja, iklim usaha yang kompetitif, meningkatkan perputaran uang, dan mendatangkan PAD.

Warta Ekonomi mengindikasikan ada daerah kaya, menengah, dan miskin dalam variabel ekonomi daerah yang dapat dikategorikan melalui PDRB per kapita dan total penerimaan dalam APBD. Indikasi daerah kaya ialah penduduknya memiliki daya beli yang tinggi dibandingkan daya beli masyarakat dari daerah miskin. PDRB per kapita yang tinggi akan makin meningkatkan aktivitas perekonomian suatu wilayah. Hasil temuan ini ialah PDRB per kapita tertinggi dipegang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Surabaya, dan Kota Bandung. PDRB per kapita tinggi lainnya kebanyakan berada di luar Pulau Jawa yaitu di Kabupaten Siak, Kota Medan, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Bengkalis. Di sisi lain, hanya dua kabupaten di Pulau Jawa yang memiliki PDRB per kapita tinggi, yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bandung.

 

PERINGKAT 50 KOTA/KABUPATEN TERKAYA VERSI WARTA EKONOMI

 NO  DAERAH  TOTAL INDEKS
 1  Kab. Kutai  4.425
 2  Kota Surabaya  4.400
 3  Kota Bandung  4.350
 4  Kab. Siak  3.950
 5  Kab. Bogor  3.950
 6  Kota Medan  3.925
 7  Kab. Kutai Timur  3.925
 8  Kab. Bengkalis  3.900
 9  Kab. Bandung  3.900
 10  Kab. Muara Enim  3.850
 11  Kab. Banyuwangi  3.875
12 Kota Balikpapan 3.775
13 Kota Samarinda 3.775
14 Kab. Malang 3.800
15 Kab. Sidoarjo 3.750
16 Kab. Kampar 3.750
17 Kab. Subang 3.725
18 Kota Makassar 3.725
19 Kota Bekasi 3.700
20 Kab. Badung 3.700
21 Kab. Cilacap 3.675
22 Kab. Musi Banyuasin 3.700
23 Kab. Bekasi 3.675
24 Kota Semarang 3.650

25

Kab. Kutai Barat 3.650
26 Kab. Karawang 3.650
27 Kab. Malinau 3.650
28 Kab. Deli Serdang 3.600
29 Kota Pekanbaru 3.600
30 Kab. Rokan Hilir 3.600
31 Kab. Indramayu 3.625
32 Kab. Berau 3.600
33 Kab. Merauke 3.650
34 Kota Batam 3.550
35 Kab. Kolaka 3.675
36 Kab. Tanah Datar 3.625
37 Kab. Agam 3.625
38 Kota Palembang 3.550
39 Kab. Tulang Bawang 3.650
 40  Kab. Tanggamus  3.650
 41  Kab. Kota Baru  3.600
 42  Kab. Banggai  3.600
 43  Kota Jambi  3.575
 44  Kab. Mimika  3.550
 45  Kab. Lumajang  3.575
46 Kab. Tabanan 3.550
47 Kab. Batanghari 3.575
48  Kab. Sambas  3.575
49  Kab. Sumenep  3.600
50  Kab. Lampung Utara  3.575

Sumber: Dari berbagai sumber, diolah.

 

 

Alnisa Septya Ratu

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 12/2012

Recomended Reading

Kabar EkBis

02 September 2014 - Penerbangan

Garuda Resmikan Rute Baru Makassar-Kolaka

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

ISEI: Indonesia Harus Mulai Pembaruan Institusi Ekonomi

Kabar Indonesia

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton