• Adira Insurance
Market Indices

Ekonomi Kreatif Sebagai Potensi Ekonomi Daerah

Rubrik Daerah

22 Agustus 2012 17:16:00 WIB

Dalam pencanangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 oleh pemerintah, maka setiap daerah harus mempersiapkan faktor-faktor pendukung yang dapat menggerakkan industri kreatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif daerah secara menyeluruh. Sektor industrialisasi sebagai sektor pendukung ekonomi kreatif yang dapat menjadikan kegiatan ekonomi makin tinggi, tetapi disertai dengan faktor-faktor pendukung seperti sumber daya manusia yang siap bersaing serta teknologi yang canggih dan inovatif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menilai Kota Bandung lebih matang dalam mengembangkan usaha kreatifnya. Contoh ekonomi kreatif yang sangat berkembang di Kota Bandung adalah factory outlet (FO), yang mampu menjadi contoh terbaik bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Kota tersebut juga sudah memiliki komite gabungan antara pengusaha industri kreatif dan pemerintah daerah, sehingga terbukti pemerintah daerahnya bersinergi dengan para investor untuk memajukan ekonomi kreatif daerahnya. Dampaknya, konsentrasi kegiatan ekonomi kreatif yang tinggi di daerah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan investasi dan meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. Selain itu, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah agar dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi (TI)-nya dilakukan dengan membentuk inkubator supaya bisa memfasilitasi pengusaha kreatif di bidang itu. Pada 2012 ditargetkan akan didirikan inkubator untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis TI di 33 provinsi. Maka, pemerintah daerah perlu membiayai perangkat lunak terkait TI  tersebut.

Dari hasil riset Warta Ekonomi diperoleh fakta bahwa daerah-daerah yang kaya pendapatan tetap ditunjang dengan pendukung infrastruktur yang cukup baik. Ini dapat diketahui bahwa daerah yang memiliki penerimaan APBD yang cukup besar diimbangi pula dengan belanja pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur yang cukup baik. Maka, itu artinya, pemerintah daerah tersebut tetap mengutamakan adanya pembangunan infrastruktur yang baik di wilayahnya. Bahwa terdapat belanja modal yang harus dioptimalkan pemerintah daerah dalam pemanfaatan infrastruktur, tetapi hanya 30%-50% saja yang dianggarkan pemerintah daerah untuk belanja modal, sedangkan anggaran untuk belanja pegawai dapat mencapai lebih dari 50% dari total penerimaan APBD. Dengan demikian, seharusnya, sarana dan prasarana infrastruktur daerah harus memadai dan lengkap untuk publik, tetapi, dengan catatan, semua itu tanpa adanya penyelewengan anggaran dan, tentu saja, disertai efisiensi anggaran. Selain itu, daerah yang kaya pendapatan diharapkan masyarakatnya juga mengalami kesejahteraan yang baik dan berkurangnya masyarakat miskin di wilayah tersebut. Riset Warta Ekonomi terhadap Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kabupaten Siak, Bogor, dan Kota Medan menemukan bahwa pemeringkat daerah terkaya tersebut mempunyai kualitas masyarakat yang baik. Hal ini juga menjadi faktor penentu keberhasilan perekonomian daerah.

 

Alnisa Septya Ratu

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 12/2012

Editor: Hatta

Recomended Reading

Kabar EkBis

27 Januari 2015 - Ekonomi Bisnis

BKPM: PTSP Pusat akan Terus Disempurnakan

27 Januari 2015 - Ekonomi Bisnis

Pemerintah Dinilai Tak Tegas Hadapi Freeport

Kabar Indonesia

27 Januari 2015 - Daerah

BMKG: Jakarta Berawan dan Hujan Ringan

27 Januari 2015 - Daerah

Pemprov DKI Antisipasi Banjir

27 Januari 2015 - Politik

Triawan Munaf Pimpin Badan Ekonomi Kreatif

Executive Brief

Info Bursa

Bursa Saham Australia Ditutup di Tertinggi dalam Tiga Bulan

Bursa Saham Seoul Ditutup Naik Lebih Tinggi

Bursa Saham Tokyo Ditutup Naik 1,72 Persen

Martin Odegaard pastikan kepindahannya ke Real Madrid bukan atas dasar uang.

Ketua DPD RI: Sebaiknya Komjen BG ikuti langkah BW demi kebaikan Polri.

JK minta Samad buka-bukaan soal pertemuan PDIP

Penghimpunan dana pihak ketiga BRI sebesar Rp600,40 triliun di tahun 2014

Total outstanding kredit BRI tahun 2014 meningkat sebesar Rp57,79 triliun

Total aset BRI naik 28,34% di tahun 2014

Israel pecat 43 tentara yang kecam pelanggaran terhadap warga Palestina.

Pemerintah dan DPR turunkan asumsi pertumbuhan ekonomi jadi 5,7 persen.

Komisi III buka peluang pemakzulan karena Jokowi tak kunjung melantik Kapolri

Hasil Pertandingan Liga BBVA Spanyol

Getafe 2 - 1 Celta Vigo

Paulina Vega dinobatkan jadi Miss Universe 2015

Hasil Pertandingan Liga Serie A Italia

Empoli 1 - 2 Udinese

SSC Napoli 2 - 1 Genoa

Hasil Pertandingan Piala FA Inggris

Rochdale 1 - 4 Stoke City

Din Syamsuddin sesalkan pernyataan Menteri Tedjo

BRI cetak laba Rp24,2 Triliun

Recommended Reading

Selasa, 27/01/2015 13:16 WIB

DPR: Pengendalian Inflasi Sulit Jika BBM Fluktuatif

Selasa, 27/01/2015 12:12 WIB

Legislator Apresiasi Pengunduran Diri BW

Selasa, 27/01/2015 08:24 WIB

Pemerintah Minta Antam Beli Saham Freeport

Selasa, 27/01/2015 07:18 WIB

Tok! Komisi XI dan Pemerintah Sepakati Angka Pertumbuhan Ekonomi 2015

Senin, 26/01/2015 19:04 WIB

Ini Kata BEI tentang Perusahaan yang Merugi

Senin, 26/01/2015 17:06 WIB

Sejumlah Kementerian Diminta Susun Kajian Terkait KPK-Polri

Senin, 26/01/2015 16:41 WIB

BRI, Menuju Bank Terbesar di Indonesia

Senin, 26/01/2015 16:36 WIB

Ahok Curiga Sabotase Banjir Pekan Lalu

Entertainment

27 Januari 2015 - Olahraga

Sriwijaya FC: Tidak Ada Kata Selain Juara

26 Januari 2015 - Olahraga

Lyon Kokoh di Puncak Klasemen Liga Prancis