Market Indices

Kabupaten/Kota Terkaya 2012: Surga Itu Bernama Kutai Kartanegara

Oleh Hatta - Rubrik Daerah

23 Agustus 2012 08:08:00 WIB

Kekayaan alam mulai dari minyak bumi, gas, batu bara, dan emas tersebar di mana-mana, sehingga tidak ada satu pun alasan yang membuat investor beranjak dari kabupaten ini.

Inilah kabupaten/kota terkaya 2012 hasil riset Warta Ekonomi Intelligence Unit (WEIU). Dengan luas wilayah darat 27.263,10 kilometer persegi dan perairan yang mencapai 4.097 kilometer persegi, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak ubahnya gadis cantik yang memukau para pelancong untuk melihatnya. Hampir di segala penjuru daerah yang kini dipimpin oleh pasangan Bupati Rita Widyasari dan Wakil Bupati Ghufron Yusuf ini menyimpan beraneka sumber daya alam yang nilainya luar biasa besar.

Pertambangan minyak bumi menjadi motor penggerak utama ekonomi di sini. Mengoperasikan blok-blok potensial seperti Sanga-sanga, Mamburungan, Kutai, dan Mahakam, produksi total minyak di Kukar bisa mencapai 134.626 barel per hari, dengan perincian: 60.331 barel minyak mentah dan 74.295 barel kondensat. Sedikitnya empat perusahaan multinasional tengah melakukan eksploitasi di Kukar saat ini. Kabarnya, mereka mampu menghasilkan minyak dan gas bumi tiga kali lebih besar daripada Brunei. 

Selain minyak, batu bara juga menjadi produk tambang unggulan Kukar yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, emas hitam ini kini tengah menjadi primadona energi baru seiring meningkatnya permintaan dari raksasa baru dunia, Cina dan India, untuk menggerakkan industri dalam negerinya. Setiap hari, ribuan metrik ton batu bara diekspor ke negara-negara itu. Logam mulia emas juga hadir di Kukar, terutama di kawasan Tabang.

Melimpahnya kekayaan alam dan ragam pemanfaatannya, tentu saja sangat berpengaruh pada pendapatan daerah ini. Tengok saja laporan APBD 2011 lalu. Pendapatan total kabupaten kaya ini mencapai Rp4,11 triliun, dengan lebih dari 90%-nya berasal dari pajak sumber daya alam. Ini adalah rekor tertinggi untuk dana bagi hasil pajak di Indonesia!

Berdasarkan kajian WEIU, sektor pertambangan Kabupaten Kukar memang masih mendominasi gerak roda perekonomian dengan kontribusi sebesar 77%. Setelah itu, berturut-turut, ditopang oleh sektor pertanian dan kehutanan (11%), perdagangan dan hotel (3%), industri pengolahan (2,5%), konstruksi (3%),  keuangan (1%), dan sektor lainnya (2%).

Bergairahnya sektor-sektor itu rupanya berkorelasi positif dengan rasio tenaga kerja di kabupaten ini yang mencapai 73,54%. Rasio keteraliran listrik kabupaten yang tiga perempat wilayahnya merupakan pedesaan ini juga tergolong tinggi dibandingkan daerah-daerah lain di Kalimantan, yaitu mencapai 97%. Maka tidak mengherankan jika Pemda Kabupaten Kukar berani menjamin bahwa kegiatan pemerataan pembangunan berlangsung progresif di daerah mereka.

Seperti dilansir dari situs bappeda.kutaikartanegarakab.go.id, Selasa (5/6), serangkaian terobosan sejatinya telah dirintis oleh Bupati Rita Widyasari sejak tahun lalu. Ia berinisiasi melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja Tahap I dengan 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Penetapan kinerja ini, menurut Rita, adalah pemetaan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu SKPD/ unit kerja dalam suatu tahun.

Tujuannya yang ditekankan oleh Rita demikian gamblang yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. “Kontrak ini merupakan wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah, sehingga program Gerbang Raja bisa berjalan dengan baik, sehingga terwujud Kutai Kartanegara yang sejahtera,” ujar dia.

 

ALNISA SEPTYA RATU DAN FEKUM ARIESBOWO W.

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 12/2012

Recomended Reading

Executive Brief

Menkeu: Kebijakan makro ekonomi Indonesia 2015 akan lebih konservatif dan berhati-hati.

Menkeu: Penyerapan anggaran negara pada tahun 2015 harus lebih efektif.

ADB: Acuan garis kemiskinan Indonesia perlu disesuaikan.

BI: Asumsi nilai tukar rupiah 2015 sudah perhitungkan kenaikan suku bunga The Fed

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

Entertainment & Life Style

22 Agustus 2014 - Olahraga

PSSI Buka Kran Kerja Sama Dengan UEFA

22 Agustus 2014 - Olahraga

Ancelotti: Di Maria Ingin Keluar Dari Real

21 Agustus 2014 - Entertainment & Life Style

Cara-cara Unik Ini Bisa Hasilkan Orgasme