• HM Sampoerna
Market Indices

Kekerasan Tarhadap Pengikut Syiah di Sampang Madura: Ancaman Terhadap Kesatuan Bangsa

Rubrik Nasional

26 Agustus 2012 22:17:00 WIB

KontraS mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan warga terhadap pengikut Syiah di Kecamatan Omben Sampang Madura Jawa Timur hari ini, 26 Agustus 2012.

Jauh hari KontraS telah mengingatkan Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan langkah evaluatif dan langkah antisipatif atas model penanganan serta pengamanan dalam menjaga kemananan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sampang pasca penyerangan dan pembakaran Bulan Desember tahun 2011 lalu, dimana peristiwa tersebut menempatkan Ustadz Tajul menjadi terpidana yang saat ini menghuni lembaga pemasyarakatan Sampang.

Usulan tersebut sangat beralasan, apalagi rangkaian intimidasi dan perlakuan diskriminasi yang diterima oleh keluarga serta pengikut Ustadz Tajul Muluk terus berlanjut dari hari ke hari.

Peristiwa hari ini, menyebabkan Hamama (50) dan Thohir meninggal dunia akibat bacokan senjata tajam, sedangkan 4 lainnya mengalami luka serius, 6 luka ringan berikut puluhan rumah dibakar massa, musababnya adalah kesengajaan pemerintah berlarut-larut dalam penyelesaian konflik yang terjadi.

Dalam penyelesaian konflik ini, tidak cukup langkah yang dilakukan hanya dengan menempatkan pasukan pengamanan secara berlebih setelah penyerangan dan pengrusakan mereda.

Pemerintah harus menjamin dan menanggung proses pemulihan phisik maupun psikologis korban yang telah berulang mendapatkan kekerasan.

Segeralah tempuh langkah-langkah konstruktif untuk mengeleminir aksi kekerasan agar tidak makin berlarut dan berlanjut.

Kepada tokoh2 masyarakat/agama harus segera mengedepankan dialog dalam rangka penyelesaian masalah ini dengan sikap egaliter dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Penyerangan, pengrusakan, tindakan pengusiran, penganiayaan serta pembunuhan terhadap jemaah Syiah Sampang seperti yang terjadi hari ini, merupakan perbuatan pidana yang sangat terang benderang di atur didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Oleh karena itu, menjadi wajib bagi Aparat Kepolisian Republik Indonesia, untuk bersikap adil dalam menegakkan hukum. Para pelaku harus dihukum sesuai dengan derajat kesalahan mereka. Tanpa diprosesnya masalah ini secara hukum, sama saja dengan memberikan angin segar kepada pelaku dan masyarakat untuk mengulangi serta melakukan hal yang sama di kemudian hari.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist

Editor: Ihsan

Recomended Reading

Kabar EkBis

20 Desember 2014 - Ekonomi Bisnis

Blue Bird Meriahkan "Warta Ekonomi Gathering"

20 Desember 2014 - Otomotif

Siap-siap, Tahun 2015 Pajak Motor Naik

Kabar Indonesia

20 Desember 2014 - Politik

Anggota DPR Minta Penghentian Raskin Dikaji

20 Desember 2014 - Nasional

Mensos: 304 Kota Rawan Bencana

20 Desember 2014 - Politik

Jelang Kongres PAN Tetap Solid

Executive Brief

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/newsflash.php

Line Number: 7

Recommended Reading

Sabtu, 20/12/2014 18:03 WIB

Nilai Tukar Rupiah Lemah, OJK Kondisikan Pasar Modal

Sabtu, 20/12/2014 16:12 WIB

Pemerintah Benahi Fasilitas di Perbatasan Tahun Depan

Sabtu, 20/12/2014 15:10 WIB

Siap-siap, Tahun 2015 Pajak Motor Naik

Sabtu, 20/12/2014 14:36 WIB

OJK Harap Masyarakat Lebih Melek Jasa Keuangan

Sabtu, 20/12/2014 14:14 WIB

April 2015, Jalur Busway Ciledug-Tendean Mulai Digarap

Sabtu, 20/12/2014 11:47 WIB

Sambut Natal, Lion Tambah Penerbangan dari Batam

Sabtu, 20/12/2014 08:55 WIB

Peringkat Kredit Ukraina Diturunkan

Sabtu, 20/12/2014 08:37 WIB

Dana Talangan Lapindo untuk Percepat Pemulihan Korban

Entertainment

20 Desember 2014 - Olahraga

Joe Hart Teken Kontrak Baru Hingga 2019

20 Desember 2014 - Olahraga

Kalahkan Mainz, Bayern Cetak Dua Rekor Baru

20 Desember 2014 - Olahraga

Real Madrid Siap Tempur Lawan San Lorenzo

20 Desember 2014 - Olahraga

Indra Sjafri Resmi Tangani Bali United Pusam