Market Indices

Dorong Penyerapan Anggaran, Presiden Bentuk TEPPA

Oleh Cipto - Rubrik Finansial

31 Agustus 2012 08:01:00 WIB

Realisasi penyerapan anggaran yang masih belum maksimal menjadi latar belakang dibentuknya Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) oleh Presiden. Untuk itu, TEPPA telah menyiapkan langkah solutif dari sejumlah identifikasi tantangan yang ditemui. Hal ini disampaikan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto dalam konferensi pers laporan evaluasi realisasi anggaran per triwulan II-2012, di Kantor UKP4, sebagaimana dikutip kemenkeu.go.id, Kamis (30/8).

Pertama mengenai pembubuhan tanda bintang atau blokir pada DIPA Kementerian /Lembaga (K/L) atau Lembaga Negara (LN). TEPPA mendorong Kemenkeu dapat menyusun panduan yang jelas mengenai durasi, khususnya proyek besar dan prioritas. “Namun, K/L atau Lembaga Negara juga harus melengkapi semua ketentuan substansi maupun administrasi dan melaksanakan langkah strategis untuk menghindari pemblokiran DIPA,” jelas Kuntoro.

Selanjutnya, mengenai tersendatnya pengadaan barang atau jasa. TEPPA mendorong setiap K/L atau LN memiliki kendali penuh atas kegiatan tersebut. “Apalagi dari sisi regulasi, pemberlakuan Perpres 70/2012 sejak 1 Agustus 2012 sudah cukup mendukung,” katanya. Kemudian penumpukan pencairan di akhir tahun. “TEPPA mendorong agar kementerian tersebut, tentunya bersama K/L atau LN lain, mengambil langkah taktis guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Terakhir, khusus untuk daerah, TEPPA mendorongnya untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang APBD dan APBD-P secara tepat waktu. “Hal ini diperlukan baik untuk melancarkan pelaksanaan kegiatan maupun untuk mempercepat proses realisasi anggaran,” pungkasnya.

sucipto@wartaekonomi.com

Foto: Ist.

Executive Brief

BI: Keberadaan lembaga zakat yang efisien tingkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.

BRI waspadai kondisi likuiditas di pasar keuangan yang diperkirakan akan lebih ketat pada 2015.

Semen Indonesia akan implementasikan sistem cash pooling.

CIMB Niaga Syariah perkenalkan produk iB Pahala Haji dan iB Rencana Haji.

Semen Indonesia akan jajaki bisnis sektor properti dan infrastruktur jalan tol.

PGN tanda tangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai 650 juta dolar AS.

Adaro Energy catatkan kenaikan pendapatan pada semester I-2014 sebesar tujuh persen.

OJK ingatkan perbankan lakukan langkah antisipatif hadapi tekanan likuiditas.

DPR akui adanya keinginan pemerintah lakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi 2014.

Bank Mandiri perkuat kantor luar negeri untuk dukung pertumbuhan bisnis.

BI: Pengelolaan BBM bersubsidi jadi kendala pertumbuhan ekonomi nasional.

BI harapkan perbankan syariah di dalam negeri aktif terbitkan instrumen pendanaan.

Menkeu tegaskan kuota BBM bersubsidi 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak bisa ditambah.

Sjarifuddin Hasan minta pengganti dirinya fokus rampungkan RUU Perkoperasian.

BNI: Perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan jauh lebih baik dibanding saat ini.

DPR dukung wacana pembentukan Badan Pendapatan Negara.

BNI: Persiapan perbankan hadapi MEA 2015 tidak harus melalui konsolidasi.

OJK sarankan bank-bank BUMN gaet BPD di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Ekonom: Pengurangan subsidi BBM tidak dapat dihindari.

OJK targetkan penyaluran kredit perbankan dapat naik 5 hingga 10 persen.

Entertainment & Life Style

27 Agustus 2014 - Olahraga

Persipura Jayapura Bantai Kuwait SC 6-1

26 Agustus 2014 - Olahraga

Mario Gomez Incar Kembali Ke Timnas