Market Indices

Program Rice and Food Estate Kaltim akan Digarap 24 Investor

Oleh Hatta - Rubrik Daerah

09 September 2012 06:02:00 WIB

Dalam program prioritas MP3EI di Kalimantan Timur mengenai program rice and food estate di Kaltim akan tetap dilanjutkan. Untuk memudahkan koordinasi dan kerja tim percepatan program pengembangan rice and food estate di Provinsi Kalimantan Timur, maka pihaknya telah menyiapkan satu ruangan khusus, termasuk untuk memudahkan penyediaan informasi bagi masyarakat terkait progress kegiatan menuju pencapaian kedaulatan pangan nasional tersebut.

Dari sekretariat food estate, berbagai perkembangan program ini terutama langkah-langkah para investor maupun masalah ketersediaan lahan akan bisa dipantau di sini. Setiap kegiatan yang dilakukan, yang akan memberikan perubahan, khususnya terkait perubahan data, dapat dilihat di sekretariat tersebut. 

Selain menyampaikan informasi kepada masyarakat, pemutakhiran berbagai data food estate seperti disarankan Gubernur Awang Faroek itu diharapkan dapat memicu minat investor lainnya untuk segera melakukan aksi yang lebih serius. 

Seperti dilaporkan Wakil Ketua Tim Percepatan Rice and Food Estate Kaltim, Prof Riyanto yang dikutip dari kaltimprov.go.id, luas indikasi lahan oleh Pemprov Kaltim adalah 302.484 hektar, sementara hasil klarifikasi kabupaten per 19 September 2011 adalah 141.252 hektar. Sedangkan data terakhir per 18 Januari 2012 adalah 344.461 hektar. 

Saat ini setidaknya sudah ada 24 calon investor untuk program food estate yang menyatakan ketertarikan mereka untuk mendukung program ini. Investor tersebut berasal dari BUMN maupun swasta. Meski beberapa diantaranya masih terkendala persoalan lahan, sejumlah investor bahkan sudah melaksanakan operasi, diantaranya dilakukan oleh Solaria Group dan PTMiwon di Kabupaten Bulungan.

PT. Miwon melakukan kerjasama penanaman jagung dengan transmigran, sementara Solaria Group sudah memulai dengan ujicoba penanaman padi dan kedelai. "Panen padi dan kedelai sudah berjalan sukses. Dan mereka akan teruskan dengan rencana-rencana selanjutnya," ungkap Riyanto.

 

(nisa@wartaekonomi.com)

Foto: kaltimpemprov.go.id

Recomended Reading

Executive Brief

Kontributor penjualan neto Indoffod Sukses Makmur: grup produk konsumen bermerek (CBP) berkontribusi sebesar 44 persen, Bogasari 24 persen, agrobisnis 17 persen, distribusi 7 persen, budi daya dan pengolahan sayuran 8 persen

Indofood Sukses Makmur: keuntungan grup agrobisnis meningkat tiga kali lipat dikarenakan kenaikan produksi dan harga minyak sawit mentah (CPO)

Indofood Sukses Makmur bukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 34,4 persen menjadi Rp2,29 triliun pada semester pertama 2014

Bank Sulut berikan reward kepada debitur dari PNS

Mahasiswa UNY membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer "Anime Batik"

Jokowi ditantang rampingkan kabinet

Abdee Slank: Menteri kabinet Jokowi-JK harus memiliki track record  bersih, jujur, transparan, profesional serta memiliki arah tujuan kerja

Recommended Reading

Kamis, 31/07/2014 07:55 WIB

Kuartal-II, PDB AS Tumbuh 4%

Rabu, 30/07/2014 16:13 WIB

OJK Dorong Bank BUMN Segera Lakukan Konsolidasi

Rabu, 30/07/2014 12:07 WIB

Tantangan Presiden Baru untuk Majukan Ekonomi

Rabu, 30/07/2014 11:36 WIB

Vicious Circle Merek Lokal

Rabu, 30/07/2014 10:37 WIB

10 Miliuner Industri Penerbangan (Bagian II)

Rabu, 30/07/2014 10:02 WIB

10 Miliuner Industri Penerbangan (Bagian I)

Rabu, 30/07/2014 09:04 WIB

Arus Balik di Merak Diperkirakan H+5

Rabu, 30/07/2014 08:27 WIB

Pilpres: Persaingan Selesai, Saatnya Rekonsiliasi

Entertainment & Life Style

30 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Wanita Juga Bisa Alami Disfungsi Seksual

30 Juli 2014 - Olahraga

Sneijder Tetap di Galatasaray

30 Juli 2014 - Olahraga

Liverpool Tarik Divock Origi