Market Indices

AXIS Luncurkan Tarif Hemat Telepon Internasional

Oleh Cipto - Rubrik Digital Economy

12 September 2012 09:02:00 WIB

AXIS, operator GSM dan 3G, kembali menawarkan layanan telepon internasional dengan tarif hemat bagi pelanggannya untuk menelepon keluarga atau teman dimanapun di seluruh dunia. Mulai dari Rp99/menit, tarif paling hemat ini memungkinkan pelanggan AXIS untuk dapat terus terhubung dengan keluarga dan teman atau relasi usahanya di berbagai tempat yang berbeda seperti Amerika, Singapura, Hongkong, Thailand dan lain-lain.

"Di era globalisasi dimana banyak orang Indonesia yang belajar, bekerja atau menetap di luar negeri, menjaga komunikasi yang baik kini menjadi semakin penting.  Namun, banyak orang yang masih berfikir ulang sebelum melakukan panggilan ke luar negeri. Memahami kebutuhan ini, AXIS menghadirkan layanan panggilan internasional yang
memungkinkan pelanggan melakukan panggilan ke luar negeri dengan kualitas yang baik dan tarif sangat terjangkau," kata Daniel Horan, Chief Marketing Officer AXIS melalui siaran pers, Selasa (11/9).

"Hanya dengan biaya mulai dari Rp99 per menit, pelanggan dapat menelepon keluarga, teman serta rekan usahanya di Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Dengan AXIS, komunikasi selalu terjangkau," lanjut Daniel.

Layanan panggilan internasional dari AXIS menawarkan tarif terbaik di pasar terutama untuk 16 negara tujuan, seperti ke Amerika Serikat, Singapura, Kanada, Hong Kong, China, Thailand, malaysia, Taiwan, Korea Selatan, India, Arab Saudi, Inggris, Australia, dan lain-lain. Selain itu, skema tarif tersebut juga mudah dan terjangkau, dimana semua tarif sudah termasuk pajak dan tanpa membedakan antara tarif untuk telepon tetap maupun telepon bergerak.

Untuk menikmati program spesial ini, pelanggan hanya perlu menekan 01012<kode negara><nomor tujuan>. Tanpa perlu melakukan registrasi, pelanggan akan langsung terhubung dengan lawan bicara.

sucipto@wartaekonomi.com

Foto: AXIS

Recomended Reading

Executive Brief

Modern Internasional akan terus kembangkan bisnis makanan dan minuman siap saji.

DBS: Bisnis wealth management dunia sedang soroti Indonesia.

Kemenkeu usulkan anggaran sebesar Rp 20,3 triliun dalam RAPBN 2015.

Vaninder Singh nilai Indonesia mampu respons dengan baik kebijakan kenaikan suku bunga Fed.

OJK ajukan usulan pagu Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2015 sebesar Rp 3,58 triliun.

CIMB Niaga targetkan pertumbuhan kartu kredit di atas 20 persen.

BI tidak khawatir kemungkinan peningkatan laju inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

BI: Tingkat NPL sektor konstruksi, pertambangan, perdagangan, dan jasa sosial masih relatif tinggi.

BI prediksi defisit neraca transaksi berjalan 2014 turun tipis dibandingkan defisit 2013.

BEI harapkan investasi di produk pasar modal dapat dijadikan gaya hidup masyarakat.

BEI harapkan pemerintahan baru mendatang permudah izin IPO bagi BUMN.

Entertainment & Life Style

13 September 2014 - Olahraga

Timnas Senior Dijadwalkan Hadapi Lebanon

12 September 2014 - Entertainment & Life Style

Studi Terbaru: Pria Tampan Miliki Kualitas Sperma Rendah