Market Indices

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua di Dunia

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

15 September 2012 15:03:00 WIB

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di posisi kedua terbaik di dunia setelah China. Pertumbuhan ekonomi ini diharapkan mampu ditingkatkan dan dipertahankan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Demikian disampaikan Menteri Perencaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S. Alisjahbana di Jakarta, Jumat (14/9) seperti dikutip laman resmi Kementerian Keuangan.

Pertumbuhan ekonomi China saat ini mencapai 8,7 persen, sementara Indonesia mencapai 6,4 persen, yang disusul oleh India dengan pertumbuhan sebesar 6 persen,  Thailand 2 persen, Malaysia 4 persen, Filipina dan Singapura masing-masing 2 persen. Bahkan, Turki yang selama ini pertumbuhan ekonominya berada di kisaran 8,5 persen saat ini hanya 2 persen, dan Brazil di bawah 2 persen. "Kita harus bangga karena pertumbuhan ekonomi nomor dua terbaik, bukan hanya untuk kawasan Asia Tenggara, Asia, tetapi di dunia," ungkapnya.

Dengan tingginya angka pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Armida, merupakan tantangan bagi pemerintah, terutama pemerintah daerah untuk tetap konsisten menjaga dan menjalankan pembangunan yang telah ditetapkan. "Tantangan global sangat berat, oleh karena itu Bappenas provinsi dan pusat harus bersinergi dan melakukan koordinasi, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang andal," pungkasnya.

sucipto@wartaekonomi.com

Foto: Sufri Yuliardi

Recomended Reading

Kabar EkBis

16 April 2014 - Infrastruktur

Jasa Marga Segera Perbaiki Tujuh Ruas Tol

16 April 2014 - Ekonomi Bisnis

PT Telkom Luncurkan "Indonesia Bisa" Di Batam

16 April 2014 - Ekonomi Bisnis

BKPM: Paket Kemudahan Berusaha Berjalan Baik

Kabar Indonesia

16 April 2014 - Nasional

DPR Sesalkan Nama Jokowi Ada di UN

Executive Brief

Everton takluk 2-3 oleh tamunya Crystal Palace, Kamis (17/4).

Manchester City ditahan imbang 2-2 oleh Sunderland, Kamis (17/4).

Standard Chartered: Harga BBM bersubsidi harus naik.

Unjuk rasa anti-Piala Dunia terus berlanjut di Brasil.

Indo Premier luncurkan supermarket reksa dana daring, Rabu (16/4).

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.

Arema lolos ke 16 besar AFC Cup setelah kalahkan Selangor, 1-0.

Syarief Hasan: Demokrat tetap lanjutkan konvensi dan ajukan capres.

OJK: Tingkat melek keuangan masyarakat Indonesia sangat rendah.

KKP: Indonesia belum manfaatkan potensi budidaya laut.

Timnas U-19 taklukan UEA U-19 dengan skor 2-1, Rabu (16/4) malam

Ekonom BNI: Ketidakpastian pasar uang berlangsung sampai Pilpres.

Adidas dan Chelsea luncurkan seragam tandang untuk musim 2014/15.

The Guardian Us dan The Washington Post raih Pulitzer Prize tahun ini.

Jokowi: Saya belum menemukan bakal cawapres yang tepat.

Jokowi: Bentuk kabinet kerja bukan kabinet politik

Bank Mutiara lakukan restrukturisasi kredit bermasalah Rp 135,8 M.

BEI: Aturan IPO sektor tambang segera dipatenkan.

BEI: APEX masuk dalam kategori saham tidak wajar.

Bank Agris akan lepas 20% sahamnya pada semester I 2014.

BPK: Audit elektronik merupakan pencegahan KKN secara sistemik.

Bank Mayapada akan terbitkan obligasi Rp 700 miliar pada Juli 2014.

Entertainment & Life Style

15 April 2014 - Entertainment & Life Style

Indosat Bidik Segmen Komunitas Pecinta Sepak Bola