Market Indices

Mayapada Grup Layani Informasi dan Hiburan Lewat Topas TV

Oleh Hatta - Rubrik Ekonomi Bisnis

18 September 2012 09:04:00 WIB

Kebutuhan informasi dan hiburan kian meningkat di era informasi sekarang ini. Apalagi peningkatan jumlah kelas menengah akan mendongkrak kebutuhan tersebut kian meningkat. Kebutuhan tersebut ternyata mendapat respon dari konglomerat Mayapada Grup dengan meluncurkan Topas TV.

Memang, masuknya Mayapada Grup dalam bisnis media dan informasi bukan yang pertama kalinya di Indonesia. Grup ini telah berkiprah pada sejumlah media cetak di Indonesia. Kali ini Topas TV meluncur untuk menjawab kebutuhan informasi dan hiburan untuk masyarakat dalam media televisi.

Anak perusahaan Mayapada Grup ini menargetkan customer yang belum tergarap oleh kompetitornya, karena ternyata pasar televisi berbayar ini masih sangat besar. Menurut Chairman Topas TV Jonathan Tahir, kunci kompetitif televisi ini adalah harga yang sangat terjangkau dengan paket yang beraneka ragam, servis termasuk 24 jam customer service , dan program-program eksklusif dan inhouse.  

Televisi berbayar ini menggarap pasar medium-low, pasar C & D, disamping pasar premium juga di-provide oleh perusahaan ini. Dengan jumlah channel sebanyak 61 channel harapannya masyarakat dapat memperoleh siaran yang dibutuhkan dan diinginkannya.

Sebagai keunggulannya, Jonathan mengatakan bahwa sejumlah siaran inhouse disediakan dalam paket berlangganan. “Inilah yang membedakan kami dengan yang lainnya, inhouse channel kami buat dan desain sesuai dengan target market yang kami sasar” tuturnya belum lama ini saat ditemui Warta Ekonomi.

Program-program inhouse yang dimaksudnya adalah Sinefilm Indonesia yang menayangkan sinetron yang lama maupun yang baru; MyMovies yang menayangkan film domestik maupun asing, termasuk film terbaru, tayangan perdana paska ditayangkan dari bioskop; bin fen yang menayangkan film-film mandarin; dan my Beatz yang menayangkan musik-musik indie. Selain itu tayangan religi juga disediakan oleh Topas TV, yakni  channel hidayah dan Arus Hayat.

Selain channel-channel tersebut, Televisi yang menargetkan 77 ribu subscribers dalam setahun ini membuat semudah mungkin masyarakat untuk berlangganan. Perusahaan ini tidak mengharuskan para pelanggan untuk menyewa parabola darinya, bila yang telah memiliki parabola, cukup decoder saja yang diberikan Topas TV. Artinya, fleksibilitas menjadi salah satu kemudahan untuk berlangganan televisi berbayar ini.

 

(hatta@wartaekonomi.com)

Foto: topas tv

Recomended Reading

Rabu, 20/08/2014 12:09 WIB

Dahlan Resmikan Proyek Besar PTPP

Rabu, 20/08/2014 09:01 WIB

Pengamat Sayangkan Pengunduran Diri Karen

Rabu, 20/08/2014 00:52 WIB

Pengamat: RAPBN 2015 Butuh Terobosan Fundamental

Berita Terkini

Kamis, 21/08/2014 06:58 WIB

Belum Ada Rencana Isi Kekosongan Jabatan Menteri

Kamis, 21/08/2014 05:59 WIB

Minyak Naik Didorong Tanda-Tanda Permintaan AS Lebih Kuat

Kamis, 21/08/2014 05:00 WIB

Kiper Swiss Benaglio Umumkan Pensiun Dari Timnas

Kamis, 21/08/2014 04:00 WIB

Swansea Rekrut Bek Argentina Fernandez

Kamis, 21/08/2014 03:00 WIB

Jala PRT Ingatkan Janji Joko Widodo

Kamis, 21/08/2014 02:11 WIB

Prabowo: "Becik Ketitik Ala Ketara"

Kamis, 21/08/2014 01:33 WIB

Dzeko Perpanjang Kontrak Di City

Rabu, 20/08/2014 23:13 WIB

BKPM: Program PTSP Belum Sempurna

Kabar EkBis

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Kiara: Nelayan Kecil Belum Siap Hadapi MEA

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Pemprov Bali Dorong Kinerja IMK

20 Agustus 2014 - Properti

Dahlan Resmikan Proyek Besar PTPP

Executive Brief

BKPM: Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum sempurna.

CT: Pengunduran diri Karen dari Dirut Pertamina bukan karena alasan politis.

BKPM berupaya untuk pangkas perizinan usaha yang dianggap kurang relevan.

CT: Dirut Pertamina pengganti Karen akan dipilih dan ditetapkan pemerintahan baru.

BI: Kondisi perbankan di Banten pada triwulan II-2014 secara umum baik.

BKPM optimis investasi akan terus meningkat.

Panin Asset Management tawarkan produk reksa dana melalui penjualan properti.

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

BI dorong Pemprov Jateng sosialisasikan transaksi nontunai.

Tri Herdianto: Keberadaan OJK arahkan industri keuangan untuk ikuti aturan hukum.

KSEI akan kerja sama dengan Bank Mandiri untuk sinergikan pasar modal dan perbankan.

Menkeu: :enaikan harga BBM bersubsidi dapat berikan ruang fiskal yang lebih ekspansif.

Enny Sri Hartati: RAPBN 2015 butuhkan terobosan fundamental oleh pemerintah baru.

PDI-P: RAPBN 2015 masih miskin program stimulus yang bermanfaat.

Menkeu: Alokasi dana desa yang ideal adalah Rp 64 triliun.

OJK: Pengembangan infrastruktur dan perbaikan peraturan perlu terus dilakukan.

Budi Gunadi optimis kinerja IHSG di BEI akan terus membaik.

Menkeu: Pemerintah dan DPR siap lakukan pembahasan RUU Redenominasi.

Faisal Basri harapkan pemerintahan baru naikkan rasio alokasi anggaran infrastruktur.

Menkeu: Penerbitan uang NKRI jadi momentum penggunaan rupiah dalam setiap transaksi.

Entertainment & Life Style

18 Agustus 2014 - Olahraga

Sturridge Bawa Liverpool Raih Kemenangan