Market Indices

IIMS 2012 Dibanjiri Mobil Murah

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

27 September 2012 08:02:00 WIB

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 terasa lebih istimewa dibandingkan pameran-pameran sebelumnya. Tak lain karena beberapa produsen memperkenalkan mobil-mobil murah yang dikenal sebagai low cost green car di
sini.

Meski  mereka tergolong dalam city car, tapi sangat ditunggu masyarakat Indonesia. Mitsubishi punya Mirage, Toyota mengintroduksi Agya, Daihatsu melepas Alya, dan jagoan baru Tata Nano.

Harga Agya dan Alya belum diumumkan oleh Toyota dan Daihatsu karena masih menunggu keputusan Pemerintah mengenai Low Cost Green Car. Keduanya merupakan produk kolaborasi.

Sementara Tata Nano akan dijual secara resmi tahun 2013. Semua mobil di atas, kecuali Mirage, diprediksi akan dibanderol di bawah Rp 100 juta.

“Walaupun pihak Tata belum menjual Tata Nano tetapi terlihat animo terhadap produk ini sangatlah kuat. Tata Nano sangat cocok untuk masyarakat Indonesia karena dimensinya compact dan sangat irit bahan bakar,” kata Pankaj Jain, Senior General Manager Distribution PT Tata Motors Indonesia, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (26/9).

Sememtara, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen tunggal Mitsubishi, tengah memanen pemesanan atas Mitsubishi Mirage. Hingga kini Mitsubishi mengoleksi 2000-an pemesanan.

“Kami sangat yakin produk kami ini akan menjadi pilihan utama bagi para konsumen,” tutur Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.

Dengan Proyek Mobil Murah & Ramah Lingkungan, Pemerintah ingin mendorong industri otomotif nasional. Selain itu ingin memindahkan masyarakat dari memiliki sepeda motor menjadi pemilik mobil.

sucipto@wartaekonomi.com

Foto: Sufri Yuliardi

Recomended Reading

Kabar EkBis

02 September 2014 - Properti

BI: Penjualan Rumah pada Triwulan II Turun

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

Executive Brief

DBS Indonesia luncurkan program Penasehat Modal Kerja.

Boediono berikan arahan strategis pada Tim Transisi Jokowi-JK mengenai RAPBN 2015.

Menkeu: Jokowi dapat revisi pasal di APBN-P 2014 untuk tambah kuota BBM bersubsidi.

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton