Market Indices

PP 47 tahun 2012, Siapa Yang Untung?

Rubrik Green Economy

08 Oktober 2012 16:15:00 WIB

Keluarnya PP 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab Sosial dan lingkungan Perseroan Terbatas yang disemangati oleh Green economy yang menekankan pentingnya penyelarasan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam pembangun berkelanjutan. Memberi angin segar bagi dunia usaha.

Sebelumnya dalam pasal 74 Undang-undang Perseroan Terbatas sudah terlanjur diartikan bahwa, Corporate social Resposibility (CSR) sebagai kewajiban perusahaan untuk masyatakat. Disini seolah masyarakat dapat menuntut uang perusahaan, padahal itu tidak benar, namun perusahaan memiliki kewajiban terhadap lingkungan di mana dia berada.

Demikian yang dikatakan La Tofi, Chairman The La Tofi School of CSR pada the Indonesian CSR Summit 2012, sebuah pertemuan nasional dari para pemangku kepentingan dalam CSR baik dari lingkup perusahaan, unsur pemerintah pusat dan daerah, DPRD, organisasi sosial, maupun para ahli dan consultan CSR di Jakarta, Senin (8/10).

La Tofi mengatakan, dalam CSR Summit 2012 yang ketiga kalinya ini, menghadirkan pembicara diantaranya, Bobby Hamzah Rafinus, Deputi I Kemenko Perekonomian Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Arryanto Sagala, Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian, Suryani Motik, Ketua Komite Tetap CSR KADIN dan Surna Tjahja Djajadiningrat, Guru Besar Managemen Lingkungan ITB. " Dalam pertemuan ini diharapkan mampu melahirkan solusi bagi pengembangan ekonomi dan CSR Indonesia. Tentu salah satunya melalui pembentukan Forum Nasional Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan," ujar La Tofi.

Namun, La Tofi mempertanyakan apakah dengan lahirnya regulasi PP 47, 2012 ini sudah memberi kepuasan bagi Perusahaan? Atau sebaliknya menjadi kekecewaan bagi masyarakat dan lembaga sosial? Pasalnya dalam pp tersebut dana kegiatan TJSL ditetapkan sesuai kepatutan dan kewajaran saja, bukan berdasar laba perusahaan. Bahkan dalam pp tersebut pun tidak mengaitkan peran pemerintah dan masyarakat sebagai stakeholder. " Ini bisa barbahaya, bagai api dalam sekam, terutama untuk perusahaan yang jelas-jelas merusak lingkungan," tutur La Tofi.

Sufri Yuliardi

Foto: Sufri Yuliardi

Editor: Sufri

Recomended Reading

Berita Terkini

Senin, 22/12/2014 08:02 WIB

Gapki: Agribisnis Kelapa Sawit Peluangnya Masih Terbuka

Senin, 22/12/2014 08:01 WIB

Saham-saham Pilihan Hari Ini

Senin, 22/12/2014 07:54 WIB

Analis: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Senin, 22/12/2014 07:27 WIB

Lima Bulan Transisi Hapus Premium

Senin, 22/12/2014 06:56 WIB

Pencabutan Izin Usaha Hutan Dinilai Timbulkan Dampak Negatif

Senin, 22/12/2014 06:13 WIB

Komite Migas: Impor ROn88 Buka Peluang Kartel

Senin, 22/12/2014 05:10 WIB

PSMS vs Persija Buka Marahalim Cup 2015

Senin, 22/12/2014 04:04 WIB

Sunderland Menang Tipis 1-0 Atas Newcastle

Executive Brief

Hasil Pertandingan Liga Eredivisie Belanda

Vitesse 3 - 0 Heracles

Excelsior 0 - 2 Ajax

NAC Breda 0 - 1 Feyenoord

FC Twente 3 - 2 Willem II

Hasil Pertandingan Ligue 1 Prancis

Marseille 2 - 1 Lille

Saint Etienne 3 - 0 Evian Thonon Gaillard

Hasil Pertandingan Bundesliga Jerman

Hertha Berlin 0 - 5 Hoffenheim

Freiburg 2 - 2 Hannover 96

Hasil Pertandingan Liga BBVA Spanyol

Villarreal 3 - 0 Deportivo La Coruna

Granada 1 - 1 Getafe

Hasil Pertandingan Liga Serie A Italia

Hellas Verona 0 - 1 ChievoVerona

Atalanta 3 - 3 Palermo

Fiorentina 1 - 1 Empoli

Sampdoria 2 - 2 Udinese

Torino 2 - 1 Genoa

Hasil Pertandingan Liga Premier Inggris

Newcastle United 0 - 1 Sunderland

Liverpool 2 - 2 Arsenal