Market Indices

2012, STAN Wisuda 3.546 Mahasiswa

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

10 Oktober 2012 15:02:00 WIB

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebagai perguruan tinggi kedinasan di lingkungan  Kementerian Keuangan, hari Rabu (10/10), menyelenggarakan wisuda untuk 3.546 wisudawan dari berbagai Program Diploma Keuangan yang  dinaunginya. Acara yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC) tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Kiagus Ahmad Badaruddin untuk secara khusus mewisuda wisudawan terbaik dari masing-masing spesialisasi Program Diploma Keuangan.

Dalam siaran pers Kemenkeu yang dirilis Rabu (10/10) merinci jumlah wisudawan dari masing-masing spesalisasi dan nama wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang berhasil dicapai sebagai berikut:
                                                    
NO.  SPESIALISASI                      JUMLAH        NAMA                        IPK
                                               LULUS
 I   TUGAS BELAJAR
 1  Prodip IV Akuntansi                  186     Rizky Indra Setiawan            3,64
 2  Prodip III Akuntansi                  48      Yasika Dewanti                    3,61
 3  Prodip III Pajak                        91     Masrul Andriyanto                 3,59
 II  REGULER
 1  Prodip III Kebendaharaan Negara 209    Tri Ikayanti                         3,80
 2  Prodip III Pajak                       427    Anggara Pradnya Widhiantara   3,81
 3  Prodip III Penilai/PBB               100    Calvin Valenzuela                  3,64
 4  Prodip III Kepabean & Cukai       67     Putu Lingga Pratama              3,76
 5  Prodip III PPLN                        49     Fitriana Muslikawati               3,68
 6  Prodip III Akuntansi                  877    Hanung Adittya Aristyatama    3,82
 7  Prodip I Kepabeanan & Cukai      726    Erikson Samuel Simamora       3,79
 8  Prodip I Pajak                         731    Novi Fatimatuzzahro               3,71
 III KERJASAMA
 9  Prodip III Akuntansi (Kab. Ketapang) 35  Wildan Pratama Putra        3,76
                                                                                                              
Saat ini, STAN mengelola pendidikan Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pajak, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara, Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Penilai/Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (PPLN), Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Pajak, dan Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabenan dan Cukai.

Lulusan Program Diploma Keuangan STAN nantinya akan ditempatkan sebagai tenaga pengelola keuangan negara di lingkungan Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dalam acara ini juga diadakan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Daeng M Nazier, Kepala Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, dengan topik “Pengelolaan Keuangan Negara dan SDM Aparatur Keuangan Negara.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Kemenkeu

Executive Brief

BI: Keberadaan lembaga zakat yang efisien tingkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.

BRI waspadai kondisi likuiditas di pasar keuangan yang diperkirakan akan lebih ketat pada 2015.

Semen Indonesia akan implementasikan sistem cash pooling.

CIMB Niaga Syariah perkenalkan produk iB Pahala Haji dan iB Rencana Haji.

Semen Indonesia akan jajaki bisnis sektor properti dan infrastruktur jalan tol.

PGN tanda tangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai 650 juta dolar AS.

Adaro Energy catatkan kenaikan pendapatan pada semester I-2014 sebesar tujuh persen.

OJK ingatkan perbankan lakukan langkah antisipatif hadapi tekanan likuiditas.

DPR akui adanya keinginan pemerintah lakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi 2014.

Bank Mandiri perkuat kantor luar negeri untuk dukung pertumbuhan bisnis.

BI: Pengelolaan BBM bersubsidi jadi kendala pertumbuhan ekonomi nasional.

BI harapkan perbankan syariah di dalam negeri aktif terbitkan instrumen pendanaan.

Menkeu tegaskan kuota BBM bersubsidi 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak bisa ditambah.

Sjarifuddin Hasan minta pengganti dirinya fokus rampungkan RUU Perkoperasian.

BNI: Perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan jauh lebih baik dibanding saat ini.

DPR dukung wacana pembentukan Badan Pendapatan Negara.

BNI: Persiapan perbankan hadapi MEA 2015 tidak harus melalui konsolidasi.

OJK sarankan bank-bank BUMN gaet BPD di sejumlah wilayah di Tanah Air.

Ekonom: Pengurangan subsidi BBM tidak dapat dihindari.

OJK targetkan penyaluran kredit perbankan dapat naik 5 hingga 10 persen.

Entertainment & Life Style

27 Agustus 2014 - Olahraga

Persipura Jayapura Bantai Kuwait SC 6-1

26 Agustus 2014 - Olahraga

Mario Gomez Incar Kembali Ke Timnas