• Adira Insurance
Market Indices

Surga Energi Kutai Kartanegara

Rubrik Daerah

29 Oktober 2012 10:01:00 WIB

Kabupaten Kutai Kartanegara berlimpah kekayaan sumber daya alam sehingga menjadi kota terkaya se-Indonesia. Akan tetapi, pemerintah daerah setempat tidak mau terlena dengan itu.

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan wilayah terkaya di Indonesia. Dalam hasil riset Warta Ekonomi tentang “50 Kota Terkaya Indonesia 2012”, Kutai Kartanegara terpilih sebagai peringkat pertama. Hal ini karena kabupaten ini memiliki wilayah potensi sumber daya alam yang amat kaya, dengan luas wilayah darat 27.263,10 kilometer dan perairan yang mencapai 4.097 kilometer persegi. Hampir di segala penjuru, daerah yang kini dipimpin oleh pasangan Bupati Rita Widyasari dan Wakil Bupati Ghufron Yusuf ini menyimpan beraneka ragam sumber daya alam yang nilainya luar biasa.

Selama kurun waktu 2007–2010, penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar untuk Provinsi Kalimantan Timur adalah Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, Balikpapan, dan Samarinda. Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan penyumbang PDRB Kaltim tertinggi dengan rata-rata mencapai 33,88%. Maka, Kutai Kartanegara (Kukar) begitu penting bagi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur.

 

Pertambangan Minyak Bumi

Tidak bisa dimungkiri, hal itu disebabkan kegiatan pertambangan migas dan non-migas di wilayah Kukar. Kegiatan pertambangan minyak bumi menjadi motor penggerak perekonomian di wilayah ini, yang mengoperasikan blok-blok potensial seperti Sanga-sanga, Mamburangan, Kutai, dan Mahakam.

Produksi total minyak di Kukar bisa mencapai 134.626 barel, dengan perincian: 60.331 barel minyak mentah dan 74.295 barel kondensat. Sedikitnya empat perusahaan multinasional tengah melakukan eksploitasi di Kukar. Saat ini, keempat perusahaan tersebut mampu menghasilkan minyak dan gas bumi tiga kali lebih besar daripada Brunei.

Berdasarkan data BP Migas, rasio penemuan cadangan baru migas Indonesia terhadap produksi nasional saat ini sekitar 41%–42%. Ini berarti, dari setiap satu barel minyak yang diproduksi, ditemukan cadangan minyak baru 0,41–0,42 barel. Salah satu wilayah yang belum dieksplorasi secara agresif adalah Kawasan Indonesia Timur. Guna mendorong minat investor untuk melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut, pemerintah memberikan suatu paket insentif,  seperti memberikan bagi hasil yang lebih menguntungkan kontraktor, misalnya  60% untuk pemerintah dan 40% untuk kontraktor. 

 

Potensi Batu Bara

Selain minyak dan gas, andalan Kukar lainnya adalah potensi batu bara yang tersimpan di lapisan buminya. Emas hitam itu kini tengah menjadi sumber alternatif energi selain migas seiring meningkatnya permintaan dari raksasa-raksasa ekonomi dunia. Tidak heran kalau bisnis tambang batu bara di Kukar menjadi primadona saat ini.

Batu bara sebagai potensi sumber daya alam Kukar memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Produksi batu bara di Kukar pada 2007 sampai dengan 2010 terus mengalami peningkatan. Pada 2008 produksi batu bara di Kukar hanya 13.487.541 metrik ton (MT), tetapi pada 2009 produksinya menjadi 20.883.783 MT atau mengalami peningkatan sebesar 54,84%. Lalu pada 2010 produksi batu bara di wilayah ini mencapai 29.014.588 MT dari 90 perusahaan tambang yang memasukkan data ke Dinas Pertambangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara. Rata-rata pertumbuhan produksi batu bara tiap tahun di Kukar mencapai 33,84%.

Setiap hari, ribuan metrik ton batu bara diekspor ke mancanegara. Mengutip data Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Pemkab Kutai Kartanegara, selama kurun waktu 2007–2010, rata-rata volume ekspor batu bara Kukar  mencapai 4.064.698 MT. Ekspor terutama ke Cina dan India untuk keperluan pembangkit tenaga listrik di kedua negara. Kebutuhan batu bara kini menjadi kebutuhan internasional yang sangat penting.

Kenaikan ekspor batu bara ke Cina diperkirakan akan tetap tinggi, meskipun produksi dalam negeri mereka sendiri mencapai 700 juta ton. Rata-rata harga acuan batu bara nasional hingga September 2012 sebesar US$99,62 per ton. Sementara itu, India tahun lalu mengimpor hampir 5 juta ton batu bara per bulan dari Indonesia. Diprediksi, Negeri Gangga itu akan mengimpor sekitar 85 juta ton dari Indonesia karena mereka membutuhkan 1,2 miliar ton batu bara hingga 2020. Maka, tentunya hal ini akan berdampak pada wilayah yang kaya akan sumber daya alam batu bara, termasuk Kukar.

Kepala Bidang Migas, Listrik, dan Pengembangan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim Vinsentius Yulianus T., dalam paparannya pada seminar Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, memperkirakan cadangan batu bara di daerah ini masih akan bertahan hingga 90 tahun. Energi yang tak terbarukan seperti batu bara saat ini di Kalimantan Timur memiliki cadangan sekitar 38% secara nasional dengan kapasitas produksi sekitar 93 juta ton per tahun atau sekitar 68,5% (data BPMD Kutai Kartanegara).

Logam mulia emas juga hadir di Kukar, terutama di kawasan Tabang. Saat ini ada dua negara yang berminat berinvestasi di wilayah Kukar, yakni Jepang dan Jerman. Jepang berminat membangun di bidang energi dan infrastruktur, sedangkan Jerman berminat membangun di bidang infrastruktur, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Tabang.

 

Pendapatan Daerah Kukar

Melimpahnya kekayaan alam dan ragam pemanfaatan sumber daya alam di Kukar tentu saja sangat berpengaruh pada pendapatan daerah ini. Tengok saja laporan APBD Kukar 2012 lalu. Dari pendapatan total kabupaten kaya ini, lebih dari 90% berasal dari dana bagi hasil sumber daya alam (SDA). Ini merupakan rekor tertinggi untuk dana bagi hasil SDA di Indonesia. Dari seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur, Kukar memperoleh penerimaan dana bagi hasil SDA tertinggi. Untuk APBD 2012, Kukar menerima dana bagi hasil SDA sebesar Rp3,4 triliun, disusul Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp1,5 triliun dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar Rp846 miliar.

Berdasarkan kajian Warta Ekonomi, dalam PDRB dengan minyak dan gas bumi Kukar terlihat sektor pertambangan kabupaten ini masih mendominasi roda perekonomiannya dengan kontribusi sebesar 84%. Berikutnya, sektor pertanian dan kehutanan (6%), perdagangan dan hotel (3%), industri pengolahan (1%), konstruksi, keuangan, dan sektor lainnya (6%). Adapun PDRB tanpa migas Kukar tahun 2010 didominasi oleh tiga sektor yang masing-masing mempunyai peranan penting, yakni sektor pertambangan (55%), sektor pertanian (18%), dan sektor bangunan dan konstruksi (9%).

Tahun 2009, data realisasi investasi di Kalimantan Timur menempatkan Kukar sebagai kabupaten yang memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai investasi keseluruhan di Kalimantan Timur yang mencapai Rp2,3 triliun. Sebesar  60% atau sekitar Rp1,4 triliun dari total nilai tersebut disumbangkan oleh kabupaten ini. Tahun 2010 saja, nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kukar mencapai Rp1,9 triliun. Sementara itu, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Kukar juga cukup tinggi, yakni US$68.600. Selama  2010–2012, rata-rata investasi PMA yang masuk ke Kukar mencapai US$54.925.551, sedangkan investasi PMDN sebesar Rp939,7 miliar. 

Investasi PMDN yang masuk wilayah Kukar didominasi oleh jasa penunjang pertambangan umum yakni sebesar 66%, disusul oleh pertambangan batu bara (26%) dan perkebunan kelapa sawit (8%). Hal ini menjadikan banyak investasi yang masuk ke wilayah Kukar berasal dari perusahaan nasional yang bergerak di sektor pertambangan. Di sisi lain, investasi PMA didominasi oleh perkebunan kelapa sawit (sebesar 33%), selanjutnya jasa pertambangan (33%), perdagangan besar ekspor dan impor (8%). Maka, hal ini dapat dimaknai bahwa perusahaan internasional lebih menyukai investasi yang bergerak di bidang minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), apalagi saat itu harga CPO begitu mahal hingga menembus US$1.000-an per ton.

Kaltim Bangkit 2013 dan Gerbang Raja

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menggagas program pembangunan bertema “Kaltim Bangkit 2013” yang terus digaungkan ke seluruh penjuru Kalimantan Timur (Kaltim). Provinsi ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah. Di Provinsi Kaltim, termasuk Kukar, terhampar ratusan ribu hektare tambang batu bara, puluhan perusahaan yang melakukan pengeboran minyak di lepas pantai, dan ada pula gas bumi. “Kaltim Bangkit 2013” dijadikan semangat pembangunan yang mengarah pada kesejahteraan rakyat. Makna “Kaltim Bangkit 2013” adalah sebuah komitmen kuat untuk sungguh-sungguh bersama rakyat berusaha membuat Kaltim tidak terus “tertidur” pulas saat cadangan SDA yang terus dieksploitasi makin menipis dan habis pada saatnya. Salah satu alasan dipilihnya “Kaltim Bangkit 2013” adalah sekaligus membangun “Kaltim untuk Semua” sebagai semangat baru dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan.

Serangkaian terobosan kebijakan pembangunan juga dirintis Bupati Rita Widyasari di Kukar sejak tahun lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Ia mencanangkan strategi umum Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) yang memberdayakan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan masyarakat madani Kutai Kartanegara yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

 

Alnisa Septya Ratu

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 19/2012

Foto: wayan s

Editor: Hatta

Recomended Reading

Executive Brief

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/newsflash.php

Line Number: 7

Entertainment

18 Desember 2014 - Olahraga

Glen Johnson Absen Sebulan

18 Desember 2014 - Olahraga

Nyalla Nilai Kemenpora Salah Langkah