Market Indices

Penjualan Tata Motors Oktober Meningkat 6%

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

06 November 2012 13:38:00 WIB

Penjualan Tata Motors pada bulan Oktober meningkat 6% dari total penjualan unit armada komersil dan penumpang milik Tata Motors (termasuk ekspor) sebanyak 71.771 unit di Oktober 2012 ini, lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada periode Oktober 2011. Penjualan armada Tata komersil dan berpenumpang di pasar domestic mencapai 68.145 unit di Oktober 2012, meningkat 7% dari 63.837 unit yang terjual di bulan Oktober tahun lalu.

Dalam siaran pers Tata Motors yang dirilis Selasa (6/11) menyebutkan angka penjualan kumulatif fiscal perusahaan (termasuk ekspor) mencapai 481.668 unit meningkat 3%, disbanding angka penjualan yang dicapai pada tahun lalu yaitu sebesar  467.669 unit. Penjualan unit armada komersil di pasar domestic pada bulan Oktober 2012 mencapai 47.026 unit, melaju naik 21% dibandingkan dengan jumlah unit armada yang terjual hingga 38.713 di bulan Oktober tahun lalu.

Pertumbuhan angka sebesar 59% terlihat pada penjualan LCV yang mencapai angka 34.905 unit, sekitar 21.890 unit terjual lebih banyak dibandingkan dengan angka penjualan di bulan Oktober tahun lalu. Sementara penjualan M&HCV bertahan di angka 12.121 unit, lebih rendah 28%, dibandingkan dengan 16.823 unit yang terjual di bulan Oktober tahun lalu. Penjualan kumulatif unit armada komersil di fiscal pasar domestic mencapai 298.532 unit, meningkat 6% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan penjualan kumulatif LCV mencapai 208.715 unit, naik sebanyak 24% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, sementara penjualan M&HCV bertahan pada angka 89.817 unit, 21% lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Penjualan unit armada berpenumpang mencapai angka 21.119 unit, di bulan Oktober 2012, angka yang lebih rendah 16%, dibandingkan dengan jumlah yang terjual pada Oktober tahun lalu yaitu mencapai 25.124 unit. Di lain pihak, tanggapan positif yang memberikan angin segar dating dari Tata Manza Club Class, yang sudah tersedia di Indonesia, dan Tata Safari Storme, yang tersedia di regional NCR, Chandigarh dan Lucknow.

Penjualan Tata Nano mencapai 4.004 unit, meningkat 4%, dibandingkan dengan angka penjualan Oktober tahun lalu yang hanya mencapai 3.868 unit. Penjualan tipe Indica mencapai 6.692 unit, turun 38%, dibandingkan penjualan pada Oktober tahun lalu yang berhasil mencapai angka 10,812 unit. Penjualan tipe Indigo terpantau mencapai angka 5.748 unit, turun 8%, dibandingkan dengan penjualan di bulan Oktober tahun lalu di angka 6.268 unit. Penjualan tipe Sumo/Safari/Aria/Venture berhasil mencapai 4.675 unit, meningkat 12%, dari angka penjualan 4,176 unit. Oktober tahun lalu.

Pencapaian penjualan kumulatif armada berpenumpang meningkat 1% yaitu sebesar angka total penjualan 151.761 unit, dibandingkan dengan penjualan di Oktober tahun lalu yang hanya mencapai angka 150.572 unit. Penjualan kumulatif tipe Nano mencapai 43.627 unit, meningkat 31% dibandingkan total penjualan Oktober tahun lalu yang mencapai angka 33.245 unit.

Penjualan kumulatif untuk tipe Indica mencapai 48.783 unit, menurun 6%, dibandingkan tahun lalu. Sedangkan penjualan tipe Indigo mencapai angka 29.623 unit, turun sebanyak 23%, dibandingkan dengan tahun lalu. Penjualan kumulatif tipe Sumo/Safari/ Aria/ Venture mencapai 29.728 unit, naik 11% dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu laporan penjualan ekspor unit armada Oktober 2012 mencapai 3.626 unit turun 13%, dibandingkan dengan angka penjualan yang mencapai 4.171 unit di bulan Oktober tahun lalu. Penjualan kumulatif ekspor untuk fiscal mencapai 31.375 unit, turun 11%, dibandingkan angka penjualan tahun lalu di periode yang sama mencapai 35.249 unit.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Fotoo: Sufri Y.

Executive Brief

KSPI tolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan diberlakukan Jokowi-JK.

Perbarindo catat realisasi kucuran kredit ke UMKM baru mencapai 61 persen.

Wamenkeu: Belum ada rencana pertemuan antara pemerintah dengan tim transisi.

Wamenkeu: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 paling realistis 5,3 persen.

OJK: Kinerja perbankan hingga posisi Agustus 2014 terlihat relatif stabil.

PGN mencatatkan pendapatan bersih sebesar 1,703 miliar dolar AS.

BI: Pendistribusian uang pecahan Rp 100.000 baru berjalan dengan lancar.

CT pastikan Newmont ikuti seluruh peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.

BI: Keberadaan lembaga zakat yang efisien tingkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.

BRI waspadai kondisi likuiditas di pasar keuangan yang diperkirakan akan lebih ketat pada 2015.

Semen Indonesia akan implementasikan sistem cash pooling.

CIMB Niaga Syariah perkenalkan produk iB Pahala Haji dan iB Rencana Haji.

Semen Indonesia akan jajaki bisnis sektor properti dan infrastruktur jalan tol.

PGN tanda tangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi senilai 650 juta dolar AS.

Adaro Energy catatkan kenaikan pendapatan pada semester I-2014 sebesar tujuh persen.

OJK ingatkan perbankan lakukan langkah antisipatif hadapi tekanan likuiditas.

DPR akui adanya keinginan pemerintah lakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi 2014.

BI: Pengelolaan BBM bersubsidi jadi kendala pertumbuhan ekonomi nasional.

BI harapkan perbankan syariah di dalam negeri aktif terbitkan instrumen pendanaan.

Menkeu tegaskan kuota BBM bersubsidi 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak bisa ditambah.

Entertainment & Life Style

27 Agustus 2014 - Olahraga

Persipura Jayapura Bantai Kuwait SC 6-1

26 Agustus 2014 - Olahraga

Mario Gomez Incar Kembali Ke Timnas