Market Indices

Gelar dari Kerajaan Inggris kepada SBY Tidak Terkait Proyek LNG Tangguh

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

06 November 2012 17:01:00 WIB

Menteri Energi dan Sumber Mineral, Jero Wacik menegaskan, pemberian gelar ksatria dari Kerajaan Inggris kepada Presiden SBY tidak terkait dengan proyek LNG Tangguh. Pemberian gelar kesatria (Knight Grand Cross in the Order of Bath) oleh Ratu Elizabeth II tersebut karena prestasi yang diraih Presiden SBY antara lain dalam memajukan ekonomi Indonesia, demokrasi dan kebebasan pers yang makin baik di Indonesia dimata Pemerintah Kerajaan Inggris dinilai baik.

“Pemberian gelar yang diberikan ratu Inggris samasekali tidak terkait dengan proyek tangguh, pemberian gelar Knight Grand Cross karena prestasi yang menonjol dibidang ekonomi menurut penilaian Pemerintah Inggris,” ujar Menteri ESDM saat jumpa pers di lobby Kementerian ESDM, Selasa (6/11).

Ditambahkan Menteri, dalam penjelasan resminya, Sri Ratu mengatakan, pemberian gelar kepada Presiden Indonesia karena prestasi yang menonjol dibidang ekonomi, Indonesia bisa tumbuh ekonominya dengan sustainable walaupun situasi dunianya dalam delapan tahun kepemimpinan Presiden SBY tidak bersahabat.

Selain alasan pertumbuhan ekonomi, yang dianggap menonjol oleh Pemerintah Kerajaan Inggris lanjut Menteri adalah kehidupan berdemokrasi dan kebebasan pers yang baik di Indonesia. “ Demokrasi yang sudah dibangun di Indonesia sudah dianggap baik, walaupun kita juga belum puas dengan demokrasi kita namun sudah dianggap makin baik dan matang,” imbuh Menteri.

“Peran internasional Indonesia dalam mencegah perubahan iklim juga menjadi salah satu alas an pemberian gelar tersebut”, pungkas Menteri.

Penghargaan Knight Grand Cross in the Order of Bath diberikan Pemerintah Kerajaan Inggris kepada mereka yang memiliki prestasi menonjol, baik dari kalangan militer maupun masyarakat sipil. Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan gelar sejenis sebelumnya kepada beberapa pemimpin dunia yaitu, Mantan Presiden Amerika, Ronald Reagen, Mantan Presiden Prancis, Jacques Chirac, Mantan Presiden Turki, Abdullah Gul.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Recomended Reading

Executive Brief

BRI raup laba sebesar Rp 11,72 triliun pada semester pertama tahun 2014.

CT minta para pelaku pasar tetap tenang dan tidak ambil langkah spekulatif.

BRI akan konsolidasikan BRI Agro dengan Bank Mutiara.

Eko Budihardjo meninggal dunia pada Selasa (22/7) pukul 21.30 WIB.

Sesuai Keppres No 36/TNI/2014 telah ditetapkan Letjen TNI Gatot Nurmantyo sebagai Kasad.

BRI cari pinjaman valas kepada enam bank asing sebesar 350-400 juta dolar AS.

Pemerintah siap gugat balik PT Newmont Nusa Tenggara ke arbitrase internasional.

BI Kalimantan siapkan layanan kas keliling untuk penuhi kebutuhan uang kartal jelang lebaran.

Alfamart dan Pepsodent Herbal bagikan 5.750 hidangan berbuka puasa bagi kaum duafa.

Garuda Indonesia siapkan 9.950 kursi tambahan untuk hadapi lebaran.

BTN catatkan pertumbuhan kredit pada semester I-2014 sebesar 16,61 persen.

BKPM: Kasus Newmont tidak akan ganggu iklim investasi sektor pertambangan.

Menko Perekonomian: Segala transaksi keuangan di Pelabuhan Tanjung Priok wajib gunakan rupiah.

BPBD Malang siapkan beach rescue cluster untuk amankan pantai tujuan wisata.

Telkom targetkan delivery money access di Taiwan layani transaksi Rp 60-70 miliar.

Pelni Cabang Sulteng katakan perusahaanya tidak naikan tarif angkutan mudik lebaran.

Pertamina tambah pasokan BBM di Riau.

Garuda Pekanbaru siapkan 31.104 kursi untuk angkut penumpang rute Jakarta-Pekanbaru.

Wamenhub minta peningkatan kewaspadaan pemudik yang gunakan sepeda motor.

Telkomsel berencana luncurkan layanan telekomunikasi dengan jaringan long term evolution.

Entertainment & Life Style

19 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Lenovo Mini Notebook E10, Dijual Eksklusif Di Carrefour

18 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Lima Kegiatan Ini Bisa Buat Hubungan Anda Kembali Romantis

15 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Apel Bantu Tingkatkan Kenikmatan Seksual Wanita