Market Indices

Seminar Peran OJK dalam Melindungi Masyarakat

Oleh Fadjar - Rubrik Ekonomi Bisnis

09 November 2012 09:58:00 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. UU itu memuat 16 bab dan 71 pasal yang mengatur segala hal yang mendasar mengenai OJK.  Termasuk kemampuan OJK dalam melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, sebagaimana disebutkan dalam Bab III Pasal 4C sebagai salah satu tujuan terbentuknya OJK.

Beberapa pasal lain dalam UU OJK juga menunjukkan betapa pentingnya perlindungan konsumen dan masyarakat dalam memperoleh layanan jasa keuangan di Indonesia. Di antaranya adalah Bab III Pasal 9 tentang tugas OJK melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan dan Bab IV Pasal 10 Ayat 4 Butir C tentang struktur Dewan Komisioner OJK yang harus terdapat satu orang yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen. Lalu juga Bab VI Pasal 28 tentang perlindungan konsumen dan masyarakat yang memberikan wewenang kepada OJK untuk melakukan tindakan pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat, Bab VI Pasal 29 tentang pelayanan pengaduan konsumen, dan Bab VI Pasal 30 tentang kewenangan OJK dalam melakukan pembelaan hukum untuk konsumen dan masyarakat.

Untuk membedah tugas OJK dalam melindungi konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, Warta Ekonomi mengadakan seminar “Fungsi dan Peran OJK dalam Melindungi Masyarakat Sekaligus Menyehatkan Lembaga Jasa Keuangan dan Perbankan Nasional” di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia,  Jakarta, Kamis siang (8/11). Dalam seminar ini, konsumen, masyarakat, dan industri keuangan berkesempatan mengetahui lebih luas tentang keberadaan OJK sebagai lembaga superbodi yang bisa melakukan pengaturan dan pengawasan sektor keuangan Indonesia dan sekaligus mampu melindungi nasabah layanan jasa keuangan.

Dibuka dengan kata sambutan dari Sekretaris Umum Yayasan Universitas Kristen Indonesia Tien Handayani, seminar diawali dengan keynote speech dari Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Mulabasa Hutabarat. Tampil sebagai pembicara utama dalam seminar yang dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi M. Ihsan ini adalah Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono (Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen) dan Jeffry J. Wurangian (sekretaris jenderal Asosiasi Bank Pembangunan Daerah).  ###

Fadjar A.

Foto: Sufri Y. 

Recomended Reading

Executive Brief

Bank Mandiri, Pos Indonesia, dan Taspen realisasikan pembentukan bank joint venture.

Menkeu: Kebijakan makro ekonomi Indonesia 2015 akan lebih konservatif dan berhati-hati.

Menkeu: Penyerapan anggaran negara pada tahun 2015 harus lebih efektif.

HSBC: Pertumbuhan manufaktur Tiongkok melambat pada Agustus.

Elnusa dirikan dua anak usaha baru.

ADB: Acuan garis kemiskinan Indonesia perlu disesuaikan.

BI: Asumsi nilai tukar rupiah 2015 sudah perhitungkan kenaikan suku bunga The Fed

Kemenkeu: Freeport siap untuk bayar deviden sebesar Rp 800 miliar kepada pemerintah.

BKPM: Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum sempurna.

CT: Dirut Pertamina pengganti Karen akan dipilih dan ditetapkan pemerintahan baru.

BKPM optimis investasi akan terus meningkat.

Panin Asset Management tawarkan produk reksa dana melalui penjualan properti.

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

Entertainment & Life Style

22 Agustus 2014 - Olahraga

Ancelotti: Di Maria Ingin Keluar Dari Real

21 Agustus 2014 - Entertainment & Life Style

Cara-cara Unik Ini Bisa Hasilkan Orgasme

21 Agustus 2014 - Olahraga

Swansea Rekrut Bek Argentina Fernandez