Market Indices

10 Mobil Termurah di Dunia (Bagian I)

Oleh Hatta - Rubrik Ekonomi Bisnis

11 November 2012 16:01:00 WIB

Mobil murah lahir sebagai jawaban atas makin tingginya harga bahan bakar dan bertambahnya kelas menengah dunia yang kritis pada perkembangan lingkungannya.

Sejak kali pertama diselenggarakan pada 2007 silam, Indonesia International Motor Show (IIMS) terus tampil memikat antusiasme publik. Tahun lalu misalnya, perhelatan otomotif terbesar di tanah air itu sukses menghadirkan 32 APM (agen pemegang merek) dan 227 peserta dari industri pendukung otomotif lainnya serta berhasil menyedot lebih dari 300 ribu  pengunjung dengan total nilai transaksi  mencapai Rp3,2 triliun!

Tahun ini, prestasi tak kalah ciamiknya pun siap ditorehkan. Johny Dharmawan selaku ketua pelaksana pesta akbar ini mengatakan bahwa pada IIMS 2012, luas area yang digunakan meningkat 10% menjadi 100 ribu meter persegi dibandingkan tahun lalu. Selain itu, 35 APM dan 275 industri pendukung otomotif lainnya dikabarkan juga siap menyuksesan. "Kami harap seluruh inovasi pada IIMS tahun ini akan dapat menarik 350.000 dan meningkatkan jumlah transaksi yang telah kami catatkan di tahun 2011" tukas Johnny optimistis.

Mengusung tema Eco-Mobility yang merujuk pada mobilitas dan aksesibilitas yang ramah lingkungan serta efisiensi bahan bakar fosil khususnya di kota-kota besar, IIMS tahun ini imbuh Johny akan lebih segar dan menginspirasi. Apalagi saat ini sambung Direktur Utama PT Toyota Astra Motor, dunia tengah diliputi oleh kegamangan ekonomi akibat adanya kecenderungan peningkatan harga minyak dunia yang diikuti dengan naiknya harga bahan bakar kendaraan.

Sebagai bentuk respon, sebagian dari masyarakat analisis Johny, tak pelak mulai meninggalkan kendaraan boros bahan bakar dan menggantinya dengan kendaraan ramah lingkungan hemat bahan bakar. Pergeseran karakter konsumsi itulah yang berusaha ditangkap pada IIMS 2012 ini. Para produsen mobil ternama dunia saling bersaing memasarkan produk Low Cost Green Car (LCGC). Produk otomotif ini diyakini akan menjadi tren  pasar pada tahun-tahun mendatang, terutama di negara-negara berkembang.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian pun sejatinya sudah mencium arah tren konsumsi otomotif itu. Lebih dari setahun silam, sedang dimatangkan regulasi untuk memberikan sejumlah insentif (penghapusan bea masuk barang modal dan bahan baku untuk keperluan manufaktur, pembebasan bea masuk untuk bahan baku mobil, dan penghapusan pajak penjualan barang mewah/PPnBM) bagi para produsen yang ikut dalam pengembangan LCGC.

Akan tetapi, dalam perjalanannya kemudian, opsi pembebasan bea masuk bahan baku untuk pembuatan mobil dan PPnBM sepertinya masih dalam perdebatan yang alot, terutama di Kementerian Keuangan. Sederhananya, menunggu adalah jawaban paling realistis yang harus bisa diterima pihak sejauh ini. Agar menunggu itu tidak bosan dan menyenangkan, Warta Ekonomi pada edisi ini menampilkan 10 mobil termurah dunia bagi pembaca sekalian. Siapa saja mereka? Berikut cuplikannya.

 

1.         Tata Nano

            Inilah mobil termurah dinia saat ini. Hanya dengan mengeluarkan kurang dari Rp30 juta, Anda sudah bisa membawa mobil besutan raksasa otomotif India, Tata Motor. Selain harganya yang terjangkau, mobil ini kabarnya juga tidak boros mengonsumsi bahan bakar. Untuk satu liter pemakaian, mobil ini mampu menempuh 25 kilometer perjalanan darat.

 

2.         Chery QQ

Sebagai raksasa ekonomi baru dunia, Cina tidak tertahankan lagi, terjun ke bisnis otomotif global. Mereka mewarnai pasar mobil internasional dengan meluncurkan city car, Chery QQ produksi pabrikan Chery Automobil yang menjadi mercusuar otomotif negeri tirai bambu itu. Untuk bisa mengendarai mobil yang telah lolos dari standar Euro2 ini, Anda hanya cukup mengeluarkan Rp45,5 juta saja. Murah bukan?

 

3.         Suzuki Maruti 800

Sebelum menyeruaknya Tata Nano sebagai mobil termurah di India dan dunia saat ini. Pabrikan mobil ternama Asal Jepang, Suzuki, sebenarnya telah mencuri perhatian negeri beribukota New Delhi itu, melalui kemunculan Suzuki Maruti 800 sejak tahun 1999 lalu. Ukurannya yang kecil membuat gerak mobil yang mendapat julukan “mobil roti dan mentega” begitu pas di negeri dengan populasi terbesar kedua di dunia itu. (BERSAMBUNG)

 

Fekum Ariesbowo W.

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 201/2012

Foto: wordpress.com

Recomended Reading

Kabar EkBis

02 September 2014 - Penerbangan

Garuda Resmikan Rute Baru Makassar-Kolaka

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

ISEI: Indonesia Harus Mulai Pembaruan Institusi Ekonomi

Kabar Indonesia

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton