Market Indices

Memasarkan Produk Selincah Kancil

Oleh Hatta - Rubrik Entrepreneur

27 November 2012 11:30:00 WIB

Terjun dalam dunia bisnis tanpa strategi sering memakan ongkos belajar yang mahal atas nama trial error.  Sedikit perencanaan yang bernas akan membebaskan organisasi dari pemborosan tersebut.

Apapun produk dan jasa  yang kita tawarkan ke pasar, selalu ada kompetisi. Buka sebuah resto sederhana dalam mal, akan berhadapan dengan raksasa ayam goreng dari Kentucky, sushi dari Jepang, atau kopi dari Starbuck  dan berbagai pemain dengan skala global. Bila kita masuk seadanya tanpa memikirkan sebuah keunikan, akan sangat mudah dilindas.  Itu sebabnya  Salah satu unsur yang paling penting dalam menentukan keberhasilan dalam dunia bisnis  adalah formulasi strategi.  

Ibarat strategi bertempur, sebuah strategi yang unik dan otentik tidak bisa dengan mudah di prediksi oleh musuh, Ia akan punya kesempatan lebih besar memenangkan perang. Dan ketika strategi tersebut diluncurkan, ia akan menciptakan kepanikan yang besar di medan laga.  Hal itu terjadi karena kompetitor tidak bisa menduga, jurus  yang kita petakan. Konsumen pun akan dibuat melirik dan tertarik. Mereka mau tidak mau akan memberikan perhatian terhadap apa yang kita tawarkan.  Harap  dicatat, dalam dunia bisnis global, setiap hari ada jutaan pesan dan strategi pasar yang diluncurkan oleh produsen ke benak konsumen. Ditengah lalu lintas pesan komersial yang begitu padat tersebut, jika seorang produsen hanya mengirimkan pesan yang biasa- biasa saja, tidak ada sisi tajam apalagi sekedar copy- paste, maka strategi seperti itu akan terasa basi, dan tidak bisa hinggap di benak konsumen. Strategi seperti itu hanya seperti membuang garam di laut, menghabiskan alokasi dana perseroan.

Mendesain business strategy, berarti merumuskan cara untuk mencapai objectives. Lalu menumpahkan semua pikiran, sumberdaya dan pendukung ke titik tersebut. Strategi bisnis yang distinctive hanya akan terjadi kalau perseroan sanggup memformulasikan cara-cara yang otentik, kreatif dan breakthrough. Jadi bukan sesuatu yang bersifat copy- paste atau me too.  

 

Bagaimana kita bisa menciptakan strategi yang distinctive?  

Salah satu faktor utama perumusan strategi adalah dengan mengambil sikap be interested.   Fokus perhatian kita kepada pihak lain, dalam hal ini kebutuhan klien dan prospek. Tidak saja Focus- out, alias outward thinking, tetapi memang senang untuk memikirkannya.  Kita seolah-olah meloncat keluar dari dari kulit diri kita sendiri, keluar dari perangkap egosentrisme dan mulai berpikir dari titik pandang mereka. Perhatian berpusat keluar dan kesana, bukan lagi ke dalam dan kesini.

Ketika hal itu terjadi, maka hal-hal yang selama ini tidak pernah dipikirkan akan muncul dengan deras. Bahkan sesuatu yang belum pernah dibayangkan atau dikatakan oleh para kompetitor akan begitu saja muncul dalam relung pemikiran. Hal-hal yang bersifat otentik dan pioner juga akan mengucur seperti pancuran air yang bersih dan segar, bukan bekas air kemarin.

Dan tentu saja, hal-hal yang segar dan bernas sepert itu akan menciptakan distinctiveness. Ketika distinctiveness dalam sebuah strategi itu muncul, bisnis perseroan akan sanggup melesat, lepas dari jeptian kerumunan penjaja barang/jasa yang umum. Strategi kita akan di persepsi sebagai sesuatu yang unik dan otentik. Strategi bisnis kita bak sebuah payung  berwarna diantara lautan payung hitam. Dengan cepat konsumen akan mengarahkan sorot matanya kesana.

Jadi supaya pikiran kita sanggup menyadap hal hal yang segar dan tidak basi dalam formulasi bisnis strategi, kunci cukup satu  Be interested to your customer”.  Dalam dunia praktek, hal itu diterjemahkan dengan peduli terhadap konsumen, maksudnya memikirkan kebutuhan konsumen siang dan malam. Fokusnya keluar, outward thinking, seperti seekor anjing girang  yang melompat keluar dari kulitnya sendiri, ketika tuannya datang. Bukan sibuk memikirkan diri sendiri.

 

Temuan Ilmiah

Secara neurosciences, begitu pikiran kita tertarik pada sesuatu dan senang terhadap hal tersebut, maka hormon hormon tertentu akan teraktivasi. Diantaranya yang mengaktivasi ARS (activating reticular system). Kita sekarang bisa melihat hal-hal yang selama ini ada, tetap luput dari penglihatan, karena tidak tertarik sebelumnya. Cara paling mudah untuk mengilustrasikan hal ini adalah kalau seseorang calon pembeli punya niat untuk membeli mobil Z, maka kemungkinan besar, pada beberapa saat sebelum proses membeli itu tiba, ia akan menemukan pengalaman menarik seperti ini:  ia merasa kemanapun ia pergi, sepanjang jalan selalu bertemu dengan mobil tipe Z. Rasanya kini banyak sekali orang yang memakai mobil merek Z.  Pernahkah anda sendiri mengalaminya? Atau seorang pemuda yang sedang tertarik dan jatuh cinta pada seorang wanita, akan sanggup melihat hal-hal yang selama ini tidak tampak pada wanita tersebut. Bahkan hal- hal kecil yang tidak signifikan pun kini semuanya tampak dan indah. 

Begitu juga dengan aksioma bisnis. Ketika selaku produsen tertarik dengan orang lain, maka mulai memikirkan kebutuhan manusia, dan terangsang secara intelektual untuk memikirkan solusinya, maka satu per satu berbagai kebutuhan itu akan muncul, dan kita akan mulai terbiasa mengidentifikasinya. Begitu kebutuhan teridentifikasi maka "otak bisa diperintahkan” untuk mulai memikirkan solusi dan ketika  unsur tersebut bertemu, transaksi terjadi.

 

Hendrik Lim, MBA

CEO Defora Consulting

www.defora.biz 

Foto: dokumen pribadi

(redaksi@wartaekonomi.com)

Recomended Reading

Jum'at, 18/04/2014 01:00 WIB

LSM: Alasan Akuisisi BTN Rekayasa

Jum'at, 18/04/2014 04:30 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Pengurangan Bea Keluar Tambang

Jum'at, 18/04/2014 09:37 WIB

Atletico Menuju Gelar Liga

Berita Terkini

Jum'at, 18/04/2014 23:25 WIB

Wisatawan Serbu Kota Bandung saat Libur Panjang

Jum'at, 18/04/2014 23:11 WIB

Winson: Utang Rp 14 Triliun Isu Jatuhkan Prabowo

Jum'at, 18/04/2014 22:30 WIB

Sepuluh Kota dengan Jumlah Miliuner Terbanyak (Bagian I)

Jum'at, 18/04/2014 21:45 WIB

Remaja Inggris Terbunuh dalam Konflik Suriah

Jum'at, 18/04/2014 21:38 WIB

Gempa 5,6 SR Guncang Gunung Kidul Yogyakarta

Kabar EkBis

18 April 2014 - Ekonomi Bisnis

Pakaian Produk Bali Raup Devisa US$ 6,36 Juta

17 April 2014 - Ekonomi Bisnis

Centro Keramik Akan Luncurkan Keramik Batik

17 April 2014 - Agrikultur

AEKI: Harga Kopi Naik Dua Kali Lipat

Kabar Indonesia

18 April 2014 - Nasional

Impor Sapi Naik 50 Persen Kuartal II

Executive Brief

BI: Pembangunan "smelter" minerba percepat pertumbuhan ekonomi.

Libur panjang, wisatawan serbu kota Bandung.

Perayaan Hari Raya Paskah berlangsung khidmat di sejumlah daerah.

Gempa 5,6 SR guncang Gunung Kidul Yogyakarta, Jumat (18/4) malam.

Winson sebut isu utang Rp 14 T Kertas Nusantara trik jatuhkan Prabowo.

Timnas U-19 ditahan imbang al-Shabab dengan skor 2-2, Jumat (18/4) malam.

Putin: Saya berharap tidak gunakan kekuatan militer di Ukraina Timur.

Indonesia Property Watch: Alasan akuisisi BTN mengada-ada.

Pemerintah timbang pengurangan kewajiban bea keluar tambang mineral.

KKP akui kemampuan awasi pencurian ikan di perairan RI terbatas.

Dahlan minta Freeport setor dividen interim.

BPS cegah korupsi dengan Program Pengendalian Gratifikasi.

OJK kaji mekanisme akuisisi Bank Mandiri atas BTN.

BPS pastikan harga komoditas dalam negeri terkendali.

LPS akan likuidasi Tugu Kencana di Sukoharjo.

PT Phapros akan lakukan IPO pada tahun 2015.

Dahlan: Akuisisi BTN, Bank Mandiri akan kalahkan Bank Malaysia.

Standard Chartered: Harga BBM bersubsidi harus naik.

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.

Syarief Hasan: Demokrat tetap lanjutkan konvensi dan ajukan capres.

Recommended Reading

Jum'at, 18/04/2014 17:30 WIB

Menkes Temukan 150 Penderita Kusta di Asmat

Jum'at, 18/04/2014 15:30 WIB

Dahlan Ultimatum Pertamina dan PLN Tuntaskan Jual Beli Listrik

Jum'at, 18/04/2014 13:30 WIB

Tolak Pemilu, 70 Pemuda Aljazair Cedera

Jum'at, 18/04/2014 13:06 WIB

Peringatan untuk Operator Seluler

Jum'at, 18/04/2014 08:35 WIB

Krisis Ukraina Sebabkan Nilai Dolar dan Euro Datar

Jum'at, 18/04/2014 07:30 WIB

Menkeu Minta Kementerian BUMN Tagih Dividen Freeport

Jum'at, 18/04/2014 04:30 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Pengurangan Bea Keluar Tambang

Kamis, 17/04/2014 18:33 WIB

Ronaldo Dkk Akan Unjuk Kemampuan Di Indonesia

Entertainment & Life Style

18 April 2014 - Olahraga

Kiper Everton Howard Perpanjang Kontrak

18 April 2014 - Olahraga

Atletico Menuju Gelar Liga