Market Indices

Kuota BBM Menipis, Akibat Manajemen Stok Lemah

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

28 November 2012 08:02:00 WIB

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi premium terjadi di beberapa daerah akhir-akhir ini akibat menpisnya persediaan dan telah menyebabkan kerusuhan sosial. Situasi ini harus dikendalikan untuk menghindari dampak yang lebih buruk secara sosial maupun ekonomi.

“Kelangkaan ini akibat lemahnya manajemen stok dan pengendalian yang buruk terhadap proses penyaluran BBM bersubsidi. Berbagai program penghematan oleh Pemerintah gagal dalam implementasi di lapangan,” ujar Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar melalui siaran persnya, Selasa (27/11).

Dalam APBN-P 2012 ditetapkan kebutuhan BBM subsidi sebanyak 40 juta kilo liter, kemudian Pemerintah mengajukan kembali tambahan sebanyak 4 juta kiloliter kepada DPR sebesar 44 juta kiloliter. Namun diprediksi tambahan kuota itu tidak mencukupi, mengingat saat ini telah terjadi kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah.

“Kuota tambahan tersebut ternyata tidak mencukupi, tergambar dari kelangkaan yang terjadi di berbagai daerah. Ironisnya, angka overkuota tahun 2012 lebih besar dibandingkan tahun 2010 dan 2011 yang overkuota nya rata-rata hanya sebesar 2 juta kilo liter,” tegas Rofi.
 
Menurut catatan Pertamina sampai dengan 24 November 2012, realisasi penyaluran Premium mencapai 25,2 juta KL dan Solar sebanyak 12,9 juta KL. Dengan normalisasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut diperkirakan kuota BBM bersubsidi akan terlampaui masing-masing sekitar 450.000 KL Premium dan 800.000 KL Solar.

Legislator dari Jatim ini menambahkan, Pemerintah harus melakukan inventarisasi kebutuhan dan alokasi BBM dengan tepat hingga akhir tahun di berbagai daerah, disisi lain harus serius dalam menekan kebocoran dan penyelewengan yang terjadi selama ini. Konsumsi Solar dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 6%. Adapun, konsumsi Premium meningkat rata-rata 8% per tahun. Bahkan, pada 2011 peningkatan konsumsi Premium nasional mencapai 11%, dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

PT Pertamina Pemasaran Region V misalnya, mencatat sisa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk wilayah Jawa Timur sudah sangat kritis. Hingga akhir Oktober, stok BBM hanya tersisa 818,8 ribu kiloliter, atau 14 persen dari total kuota BBM 5,78 juta kiloliter. Konsumsi BBM subsidi di Jawa Timur pada periode Januari-Oktober 2012 mencapai 4,96 juta kiloliter, atau 85,8 persen dari total kuota.

Ia memerinci, untuk konsumsi Premium mencapai 3,24 juta kiloliter dan solar sebesar 1,7 juta kiloliter. Artinya, konsumsi Premium hingga Oktober 2012 berlebih 2 persen dan solar berlebih 4 persen. Saat ini telah terjadi kelangkaan di beberapa SPBU di daerah-daerah, seperti Bojonegoro, Sumenep, dan Mojokerto. Untuk Surabaya sendiri, masih belum terjadi kelangkaan BBM subsidi.

“Kelangkaan dan ketersediaan BBM saat ini tentu akan sangat berpengaruh pada mobilitas ekonomi masyarakat dan dapat mendorong inflasi, apalagi menjelang akhir tahun biasanya kebutuhan BBM akan meningkat seiring pergerakan masyarakat guna merayakan hari raya dan hari besar keagamaan. Berbagai program pengendalian harus direncanakan secara matang dan terukur, jangan sampai menimbukan gejolak dimasyarakat,” papar Rofi.

Mengacu pada surat BPH Migas No. 943/07/Ka BPH/2012 tertanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, Pertamina mulai melakukan pengendalian dengan kitir per tanggal 19 November 2012 dengan pemotongan jatah harian di seluruh SPBU dan penyalur lainnya yang bervariasi tingkat persentasenya antara 1% hingga 35% sesuai dengan kuota yang tersisa di daerah terkait.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Recomended Reading

Executive Brief

Barcelona - Real Madrid  1 - 2. Real Madrid juara Copa Del Rey.

Everton takluk 2-3 oleh tamunya Crystal Palace, Kamis (17/4).

Manchester City ditahan imbang 2-2 oleh Sunderland, Kamis (17/4).

Standard Chartered: Harga BBM bersubsidi harus naik.

Unjuk rasa anti-Piala Dunia terus berlanjut di Brasil.

Indo Premier luncurkan supermarket reksa dana daring, Rabu (16/4).

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.

Arema lolos ke 16 besar AFC Cup setelah kalahkan Selangor, 1-0.

Syarief Hasan: Demokrat tetap lanjutkan konvensi dan ajukan capres.

OJK: Tingkat melek keuangan masyarakat Indonesia sangat rendah.

KKP: Indonesia belum manfaatkan potensi budidaya laut.

Timnas U-19 taklukan UEA U-19 dengan skor 2-1, Rabu (16/4) malam

Ekonom BNI: Ketidakpastian pasar uang berlangsung sampai Pilpres.

Adidas dan Chelsea luncurkan seragam tandang untuk musim 2014/15.

The Guardian Us dan The Washington Post raih Pulitzer Prize tahun ini.

Jokowi: Saya belum menemukan bakal cawapres yang tepat.

Jokowi: Bentuk kabinet kerja bukan kabinet politik

Bank Mutiara lakukan restrukturisasi kredit bermasalah Rp 135,8 M.

BEI: Aturan IPO sektor tambang segera dipatenkan.

BEI: APEX masuk dalam kategori saham tidak wajar.

Bank Agris akan lepas 20% sahamnya pada semester I 2014.

BPK: Audit elektronik merupakan pencegahan KKN secara sistemik.

Bank Mayapada akan terbitkan obligasi Rp 700 miliar pada Juli 2014.

Entertainment & Life Style

16 April 2014 - Olahraga

Cedera, Yaya Toure Absen Dua Pekan