Market Indices

Ini, Perusahaan Terbaik "Indonesia Best Companies 2012"

Oleh Hatta - Rubrik Ekonomi Bisnis

28 November 2012 21:45:00 WIB

Warta Ekonomi memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang terbagi dalam sejumlah kategori. Penghargaan tersebut adalah Indonesia Best Companies 2012.

Besar harapan Warta Ekonomi kepada para pemenang mampu menjaga keberlanjutan sebagai perusahaan yang terbaik. "Kami harap apresiasi ini bisa memacu perusahaan untuk menjadi lebih baik pada tahun-tahun berikutnya," kata Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Muhamad Ihsan dalam Indonesia Best Company 2012, Rabu (28/11) di Hotel Crown Plaza Jakarta.

Pemeringkatan dilakukan kepada perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemeringkatan mengindentifikasi kinerja perusahaan-perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ45 dan Kompas 100 selama 3 tahun. Dalam pemeringkatan ini, Warta Ekonomi juga melakukan pendekatan Economic Value Added (EVA) metode ini berprinsip bahwa keberhasilan manajemen diukur berdasarkan nilai tambah ekonomis yang diciptakan selama periode tertentu.

Berikut ini daftar Best Companies Award 2012:

PT Astra International Tbk sebagai The Biggest Value Added in Holding Company
PT Astra Otopart Tbk sebagai The Biggest Growing Equity in Authomotive Company
PT Polychem Indonesia sebagai The Biggest Growing Profitable in Basic Materials Company
PT Kalbe Farma Tbk sebagai The Biggest Value Added Consumer Goods Company
PT Unilever Indonesia Tbk sebagai The Biggest Return of Equity Consumer Good Company
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebagai The Biggest Growing Equity Consumer Goods Company
PT Semen Gresik Tbk sebagai The Biggest Value Added Cement Company
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai The Biggest Growing Equity Cement Company
PT Holcim Indonesia sebagai The Biggest Growing Profitable Cement Company
PT Telkom Indonesia Tbk sebagai The Biggest Return on Assets Telecommunication Company
PT Indosat Tbk sebagai The Biggest Growing Profitable Telecommunication Company
PT XL Axiata Tbk sebagai The Biggest Growing Telecommunication Company
PT Garuda Indonesia Tbk sebagai The Best Value Added Transportation Company
PT Ramayana Lestari Sentosa sebagai The Biggest Return on Equity Retailers Company
PT Agis Tbk sebagai The Biggest Growing Profitable Retailers Company
PT United Tractors sebagai The Biggest Growing Equity Retailers Company
PT Indo Tambangraya Megah Tbk sebagai The Biggest Growing Profitable Mining Company
PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai The Biggest Value Added Mining Company
PT Bayan Resources sebagai The Biggest Growing Equity Mining Company
PT Bisi International sebagai The Biggest Growing Equity Agriculture Company
PT Astra Agro Lestari sebagai The Biggest Return on Equity Agriculture Company
PT PP London Sumatera Indonesia Tbk sebagai The Biggest Growing Profitable Agriculture Company
PT Pembangunan Perumahan Tbk sebagai The Best Value Added Property and Real Estate Company
PT Bank Central Asia Tbk sebagai The Biggest Profitable Bank
PT Bank Mandiri Tbk sebagai The Fastest Growing Asset Bank
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai The Biggest Return on Investment Bank
PT Bank Panin Tbk sebagai The Fastest Growing Operating Profit Bank
PT Bank Danamon Tbk sebagai The Best Return on Asset Bank


(hatta@wartaekonomi.com)

Foto: sufri yuliardi

Recomended Reading

Kabar EkBis

03 September 2014 - Infrastruktur

Menhub: Penerapan ERP Tidak Hanya di Jakarta

03 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Kemendag: Ekspor-Impor Bulan Juli 2014 Melemah

Executive Brief

DBS Indonesia luncurkan program Penasehat Modal Kerja.

Boediono berikan arahan strategis pada Tim Transisi Jokowi-JK mengenai RAPBN 2015.

Menkeu: Jokowi dapat revisi pasal di APBN-P 2014 untuk tambah kuota BBM bersubsidi.

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton