Market Indices

Menjual Karbon di Balik Penanaman Pohon

Oleh Sufri - Rubrik Green Economy

29 November 2012 17:30:00 WIB

Karbon  (CO2) hingga saat ini dianggab  biang keladi  dari rusaknya sistim  iklim yang menyebabkan pemanasan global di dunia. Emis yang  memenuhi atsmosfir dituding  oleh Negara maju  sebagai akibat  deforestasi (peruskan hutan) tropis.  Padalah faktanya ternyata  emisi yang  disebabkan oleh deforestasi ternyata hanya sebesar 20%  dan yang dominan atau sebesar 80% ternyata berasal dari  proses industri oleh Negara maju dan kendaraan bermotor. Hal ini dipaparkan dalam Seminar “Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas” yang digelar Lembaga Alam Tropika Indonesia di Jakarta (28/11).

Arif Aliadi, Direktur Eksekutif Lembaga Alam Tropika Indonesia mengatakan , berdasarkan fakta hutan topis khususnya di Indonesaia telah megalami pengurangan dan perusakan, padalah hanya sebatang  pohonlah yang  mampu menyerap dan menyimpan karbon  dan sebaliknya melepas oksigen (O2). Oleh karenanya hanya dengan  menambah jumlah pohon dan menahanya untuk jangka yang lama maka emis dapat berkurang.

Oleh kartenanya  potensi komonitas dan para petani dapat dimanfaatkan untuk mengelola hutan yang secara langsung  akan merasakan nilai tambahnya sebagai peningkatan pendapatan selain hanya sekedar kelestarian  hutan.  Lebih lanjut Arif menejelaskan pengelolaan hutan berbasis komonitas susuai dengan peraturan Kenteri Kehutanan RI. P.37?Menhut-II/2007.“ inilah yang dimaksud dengan “Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas”   setiap satu batang pohon  yang ditanam akan  menyerap karbon dan disimpan dalam batang dan daun selama hidupnya. Dalam perhitungan  per 1000 ha serapan karbon dapat mencapai 53.589 ton CO2 per tahun.

Bagi perusahaan  terutama yang  secara langusung menghasilkan emisi dapat melakukan  program pengurangan emisinya  dengan cara menam pohon.  “  Dan kita akan memfasilitasi perusahaan melalui dana CSRnyha untuk membeli pohon ( karbon)  pada hutan-hutan yang telah kita observasi, “ jelas.

Dana yang diperhitungan untuk satu pohon berkisar Rp 1.115 per pohon yang akan diberaikan kepada komonitas/petani.  Untuk kurun waktu tertentu kayu dari ponon itu akan dimanfaatkan dengan tebang pilih dalam aturan yang ketat, missal hanya 30 pohon per hektar. seperti yang dilakukan oleh kelompok Tani Sedyo Makmur salah satu dari 35 kelompok yang mengelola Hutan Kemasyarakatan  (HKm) di Gunung Kidul seluas  115 ha dari total 1.087,65 ha selama 35 tahun, begitu juga yang dilakukan Community Logging Giri Mukti Wana Tirta yang  mengembangkan produk hasil hutan kayu dan hasil hutan bakau yang berada di area Lampung Tengah. Dengan  cara ini dapat dilakukan piloat projek sinergi SVLK ( sitem Verifikasi Legalitas Kayu)  dengan REDD+ (Reducing Emission from deforestation and degradation Plus)  dan VCM ( Voluntary Carbon market) sebagai paratisipasi penurunan emisi.

Namun tawaran dari inisiatif ini tidaklah mudah menembus pasar. Banyak dari perusahaan telah  terjun langsung melakukan penanaman pohon, seperti yang dilakukan oleh Pertamina melalui Pertamina Foundation misalnya, sejak awal Desember 2011 lalu mencanangkan gerakan “Menabung Pohon”. Pohon yang dipilih pun pohon produktif, antara lain Jabon dan Sengon, yang hanya membutuhkan waktu pendek untuk memanennya.

Dikatakan Head of Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono, melalui program “Menabung Pohon”, Pertamina akan melakukan program pendampingan, mulai dari menanam bibit, merawat, hingga memanennya. “Hasil panen akan menggunakan konsep bagi hasil. Pertamina hanya akan memperoleh 5 persen, yang nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat sebagai dana bergulir,” katanya.

Untuk program tersebut Pertamina  menyiapkan Rp 2000 per bibit pohon. Sedangkan, target pohon yang akan ditanam dalam kurun lima tahun adalah 100 juta pohon. Itu artinya, dana yang disiapkan untuk program “Menabung Pohon” mencapai Rp 200 miliar. “Sekarang ini pohon yang sudah ditabung sekitar 5 juta,” akunya.

Menariknya, Pertamina juga menggunakan konsep sukarelawan. Lewat portal “Sobat Bumi”, publik bisa mendaftar menjadi relawan di program “Menanam Pohon”. Relawan ini diharapkan bisa menjadi evengelist, yang bisa mendampingi para petani. “Dalam rangkaian kampanye ini, ke depan, kami menggelar program gathering relawan serta Akademi Menabung Pohon,” tuturnya.

Tak hanya Pertamina, Dompet Duafa juga memiliki program penghijauan bertajuk “Sedekah Pohon”. Melalui program tersebut, Dompet Duafa mengajak masyarakat untuk mengeluarkan zakatnya untuk bersedekah pohon. Sampai saat ini, baru 40 ribu pohon yang berhasil disedekahkan.

Hasilnya, lewat seminar “Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas” yang digelar Lembaga Alam Tropika Indonesia pada akhir November ini, sejumlah perusahaan yang hadir–antara lain Pertamina–tampak tertarik mengundang kedua komunitas tersebut sebagai mitra.

Sufri Yuliaradi

Foto:Sufri Yuliardi

Recomended Reading

Kabar EkBis

31 Oktober 2014 - Ekonomi Bisnis

SBY Diminta Selamatkan Harian Jurnal Nasional

30 Oktober 2014 - Ekonomi Bisnis

Devisa Kerajinan Rotan Bali Naik 513 Persen

30 Oktober 2014 - Ekonomi Bisnis

SPSI Tuntut Pencopotan 58 Staf Freeport

Kabar Indonesia

30 Oktober 2014 - Politik

Ahok Ogah Ketemu Megawati dan Prabowo

30 Oktober 2014 - Daerah

Ahok Mengaku Belum Siap Hadapi Banjir

Executive Brief

Kenya terapkan tanggap darurat guna mencegah masuknya virus Ebola.

Nigeria akan kerahkan 506 relawan kesehatan ke tiga negara Afrika Barat yang dilanda Ebola.

Rupiah dibuka melemah sebesar 33 poin menjadi Rp 12.115 per dolar AS.

Bursa Saham Indonesia

IHSG dibuka naik 17,24 poin atau 0,34% menjadi 5.076,09 poin.

Indeks LQ45 menguat 4,32 poin atau 0,50% ke level 864,61 poin.

Jakarta Islamic Index (JII) dibuka menguat 0,45% ke level 669,78 poin.

Bursa Saham Asia Pasifik

Indeks Nikkei 225 dibuka naik 208,09 poin atau 1,33% menjadi 15.866,29 poin. 

Indeks Topix dibuka 16,71 poin, atau 1,31 % ke level 1.295,61 poin.

Indeks KOSPI dibuka menguat 0,22% ke level 1.963,26 poin.

Indeks S&P/ASX200 dibuka naik 26,2 poin atau 0,48% ke level 5.502,4 poin.

Indeks All Ordinaries dibuka naik 25,4 poin atau 0,47% ke level 5.482,5 poin.

Indeks Hang Seng dibuka naik 0,89% ke level 23.913,691 poin.

Indeks Komposit Shanghai dibuka naik 6,74 poin atau 0,28% menjadi 2.397,82 poin.

Indeks Komposit Shenzhen dibuka naik 3,55 poin atau 0,26% menjadi 1.353,12 poin.

BMKG: Wilayah Jabodetabek kemungkinan diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai sedang.

Bursa Saham Eropa

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup naik 0,6% ke level 330,71 poin.

Hasil Pertandingan Liga Serie A Italia

Hellas Verona 1 - 1 Lazio

Friederich Batari minta SBY cari solusi penyelamatan Jurnal Nasional yang akan ditutup, Sabtu (1/11).

Dua anggota Satpol PP di Bogor positif konsumsi narkoba.

Seorang pria bertopeng melakukan penembakan dan tewaskan seorang tentara Turki.

Tujuh tentara Ukraina tewas akibat pertempuran dengan pemberontak pro-Rusia.

Bursa Saham AS

Indeks Dow Jones ditutup naik 221,11 poin atau 1,30% menjadi 17.195,42 poin.

Indeks S&P 500 ditutup naik 12,35 poin atau 0,62% menjadi 1.994,65 poin.

Indeks Nasdaq ditutup naik 16,91 poin atau 0,37% menjadi 4.566,14 poin.

Hasil Pertandingan Piala KNVB Beker Belanda

De Treffers 1 - 3 NEC Nijmegen

WKE Emmen 0 - 3 Excelsior

Roda JC Kerkrade 4 - 2 Sparta Rotterdam

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad terpilih sebagai Ketua Komisi XI DPR, Kamis (30/10).

Bank sentral Brasil naikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke angka 11,25 persen.

Bank sentral Selandia Baru pertahankan suku bunganya di angka 3,5 persen.

Jadwal Pertandingan Sepak Bola Kamis-Jumat (30-31 Okt)

Kamis, 30 Oktober:

02:45   Inter Milan vs Sampdoria (Serie A; Kompas TV)

Jumat, 31 Oktober:

02:45   Hellas Verona vs Lazio (Serie A; Kompas TV)

Entertainment & Life Style

30 Oktober 2014 - Olahraga

Swansea Banding Atas Kartu Merah Fernandez

30 Oktober 2014 - Entertainment & Life Style

Ingin Tambah Romantis? Lakukan Posisi Seks Ini Ladies

29 Oktober 2014 - Olahraga

PSS Sleman-PSIS Semarang Didiskualifikasi