Market Indices

Menlu RI: APEC 2013 Diharapkan Ulangi Sukses APEC 1994 di Bogor

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

08 Desember 2012 14:02:00 WIB

Di tengah transformasi dunia yang semakin berkembang, evolusi arsitektur kawasan, serta tantangan ekonomi dunia yang semakin kompleks, APEC diharapkan mampu untuk terus berkontribusi. Demikian disampaikan Menlu Marty M. Natalegawa dalam pembukaan APEC Informal Senior Official Meeting 2012 di Gedung Pancasila Jumat (7/12).

“APEC harus mampu memelihara dan meningkatkan ketahanannya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada”, tutur Menlu Marty. Salah satunya adalah melalui eratnya kerjasama antar negara anggota APEC.

Kehadiran para Pejabat Tinggi (SOM) APEC  ini, menurut Menlu RI, adalah esensial dalam mendukung efektivitas APEC di tahun Keketuaan Indonesia. Untuk itu, Menlu Marty menuturkan tiga tugas khusus bagi para Pejabat Tinggi APEC yang hadir di Gedung Pancasila.

“Pertama, kita harus mampu menjaga momentum positif perdagangan yang terbuka. Ini adalah hal dasar yang esensial”, tegas Menlu Marty.

Pada tahun 1994 lalu, Indonesia telah memprakarsai “Bogor Goals” yang berisi fondasi penting prinsip perdagangan yang luas dan terbuka (free and open trade) di kawasan Asia Pasifik.

Tahun 2013, Menlu RI mengharapkan agar Bogor Goals atau Deklarasi Bogor dapat secara maksimal diimplementasikan.

Kedua, Menlu Marty mengharapkan agar tujuan pembangunan ekonomi harus memperhatikan aspek keberimbangan dan keadilan. “Pembangunan ekonomi haruslah berkelanjutan, cerdas dan benar, agar semua pihak mampu memetik hasil dari pembangunan”.

Ketiga, Menlu RI mengingatkan bahwa isu konektivitas adalah isu yang akhir-akhir ini menjadi semakin penting. Percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan harus senantiasa memperhatikan isu konektivitas.

“Ekonomi di kawasan harus senantiasa tumbuh bersama, bertumbuh secara merata, dengan menggunakan pola Dynamic Equilibrium, yang mengedepankan stabilitas bersama dan outlook yang saling menguntungkan”.

Menurut Menlu Marty, keketuaan Indonesia di APEC tahun 2013 memiliki sejumlah arti khusus. Selain diharapkan mampu mengulangi kesuksesan KTT APEC di Bogor tahun 1994, APEC tahun 2013 diharapkan mampu menjawab beragam permasalahan yang terjadi di kawasan sembari terus mempersiapkan kontribusi APEC di masa mendatang.

“APEC bukanlah suatu event atau peristiwa sesaat, namun suatu proses yang terus dan berkesinambungan”, pungkas Menlu Marty.

Sebelumnya, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Dubes Yuri O. Thamrin menyampaikan bahwa menyambut tahun Keketuaan Indonesia untuk APEC 2013, Kemlu telah melaksanakan 2 kegiatan yaitu, APEC Symposium yang telah terlaksana Kamis (6/12) dan ISOM APEC hari Jumat.

Menurut rencana, Pertemuan Informal Pejabat Tinggi APEC akan membahas sejumlah agenda antara lain, implementasi Mandat Vladivostok 2012, Area Prioritas 2013, dan jadwal pertemuan sepanjang tahun Keketuaan Indonesia.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Kemenlu

Kabar EkBis

30 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Kadin: Pacu Sektor Jasa untuk Hadapi MEA

30 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Bali Siapkan Gerbangsadu untuk Hadapi MEA

30 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Apindo: Hadapi MEA dengan Standardisasi Mutu Produk

Executive Brief

Citi Indonesia salurkan dana sebesar Rp 10,9 miliar kepada lima lembaga mitra.

OJK: Kebijakan pembatasan suku bunga dana bank tidak akan buat bank kesulitan likuiditas.

OJK jajaki kerja sama dengan Kemendagri untuk lakukan pengawasan lembaga keuangan mikro.

Panin Sekuritas optimis kinerja pada 2014 membukukan hasil positif.

OJK kaji definsi baru untuk keberadaan bank asing di Indonesia.

Bank Mandiri luncurkan layanan mikro terpadu bernama Layanan Mandiri Mikro Sejahtera.

OJK akan terus dorong layanan jasa keuangan mikro terpadu.

Firmanzah prediksi pada satu tahun ke depan perekonomian Indonesia alami sejumlah tantangan.

Bank Mandiri targetkan penurunan tingkat kredit bermasalah.

KPPU antisipasi potensi terjadinya tindakan kartel dalam penurunan suku bunga deposito.

Menkeu: APBN 2015 disusun penuh kehati-hatian untuk hadapi potensi risiko perekonomian global.

Bank QNB Kesawan komitmen dukung perkembangan sektor perbankan dan keuangan Indonesia.

Sharif Sutardjo ajak dunia internasional berikan perhatian terhadap sumber daya kelautan.

Hipmi sarankan pelaku UKM di Riau buat kemasan produk yang bagus.

ADB setujui program pinjaman 400 juta dolar AS untuk bantu Indonesia perbaiki iklim investasi.

ASEAN diminta untuk belajar dari kegagalan Masyarakat Ekonomi Eropa yang terapkan euro.

Dinar dan dirham dinilai paling ideal untuk menjadi mata uang tunggal ASEAN.

Perbanas: Konsolidasi perbankan akan mampu hasilkan bank yang lebih kuat.

Garuda Indonesia hapus airport tax mulai bulan Oktober 2014.

Kemendag buka peluang usaha bagi TKI di Taiwan.

Entertainment & Life Style

29 September 2014 - Entertainment & Life Style

Wanita Sering Bayangkan 10 Fantasi Seks Ini

29 September 2014 - Olahraga

Benitez Lega Napoli Mampu Kalahkan Sassuolo

28 September 2014 - Entertainment & Life Style

Hati-hati! Tidur dengan Lampu Terang Bisa Berdampak Serius bagi Kesehatan

28 September 2014 - Entertainment & Life Style

Inilah Tiga Hal yang Disembunyikan Wanita Terkait Seks